Tampilkan postingan dengan label Jalan Jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan Jalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Juni 2013

Sempu, Segara Anakan perjalanan ke dua

Aku pernah bercerita tentang perjalan ke Sempu, Segara Anakan beberapa waktu yang lalu, (Sempu, Segara Anakan). Perjalanan saat kemarau yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam 10 menit, banyak yang tidak percaya dengan kecepatan waktu tempuh ini tapi ini benar, dan perjalanan lewat hutan yang melelahkan terbayarkan lunas dengan keindahan Segara Anakan.

Perjalanan Pertama
April ini adalah perjalananku yang kedua, jika dulu pada musim kemarau, perjalanan kali ini adalah saat musim penghujan, jika dulu hanya siang, perjalanan kali ini dalam malam ketika pulang. Dan waktu yang diperlukan diluar yang perkiraan yaitu 3,5 jam, hanya untuk mencapai Segara Anakan. Total pulang pergi adalah 7,5 jam. Perjalanan yang mengagumkan.

Perjalanan ke dua
Kami berempat, vio, achie, aku dan kak okta dengan seorang guide. Berjalan pelan menyusuri pulau sempu yang berlumpur. Berkali kali terjatuh karena licinnya jalan dan padatnya lumpur.

Hutan dan Lumpur
Lumpur menyelimuti kaki
Tetap bersemangat meski lelah untuk ke Segara Anakan
Dan sinilah kami, setelah 3,5 jam perjalanan
Segara Anakan
Birunya Air Segara Anakan
Tidak puas rasanya bermain di Segara Anakan. tapi kami harus pulang dengan perjalanan yang sama tapi kali ini dalam gelapnya malam. ^^

Tips buat kamu yang ingin melakukan perjalanan ke Segara Anakan, Sempu, tidak bermalam.
1. Lapor ke Perhutani sendang biru untuk memasuki kawasan Segara Anakan, biaya Rp.20.000,-.
2. Ada kejadian orang hilang atau tersesat jadi jika kamu tidak ingin tersesat, sewalah guide, biaya Rp.100.000,-.
3. Untuk ke Pulau Sempu kamu harus menyewa kapal dengan biaya Rp.100.000,- jika kamu dijemput lebih dari jam 5 sore akan kena sewa tambahan sebesar Rp.50.000,-.
4. Siapkan Air, untuk 1 orang jika bisa bawa minimal 1,5 Liter dan bawalah makanan untuk menambah energi.
5. Siapkan Senter untuk kemungkinan kamu harus berjalan pulang diwaktu gelap.
6. Lakukan perjalanan pagi, akan lebih aman dan nyaman buat kamu untuk melewati hutan.
7. Memakai sepatu karet akan memudahkanmu untuk melewati jalanan berlumpur, jika tidak membawa kamu dapat menyewa sepatu karet dari pihak perhutani atau warga sekitar sendang biru. Atau tidak memakai alas kaki akan menjadi pilihan baik lainnya untuk menyusuri hutan Sempu.
8. Dan terakhir siapkan fisik kamu. ^^

Selamat menikmati perjalanan ke Sendang Biru, Pulau Sempu, dan Segara Anakan ya.

Senin, 06 Mei 2013

Penanjakan, Padang Savana, Pasir Berbisik, Bromo

Penanjakan
Point of view 3, tempat yang paling tinggi untuk melihat sunrise. Jam 3 pagi dan kami bersiap di depan penginapan dengan beberapa rombongan lainnya.



Sedikit Matahari Terbit

Padang Savana















Pasir Berbisik


Terkadang, kita harus berjalan sendiri
Bromo
Terlalu berkabut, Bromo, jadi tidak bisa mengambil foto dengan bagus.



Masih banyak foto lain, aku akan share dilain waktu selanjutnya segara anakan (lagi) dan goa cina. ^^

Jumat, 03 Mei 2013

Perjalanan Ke Bromo

Bromo kali ini, bersama 4 orang lainnya menikmati keindahan sang Pencipta diantara lautan pasir.
Vio, Fie, Kak Okta, Achie, Winda

Jika kamu tanya mbah google, ada beberapa banyak rute yang dapat kamu pilih ketika ingin melihat kecantikan Bromo, akan selalu ada tiga kota yang dituliskan yaitu Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Dan yang menjadi jalur favorit yang banyak disebutkan mbah google adalah jalur Probolinggo - Cemorolawang. Seperti kebanyakan orang lainnya yang ingin bepergian pilihan favorit adalah rekomendasi yang bagus terutama jika pertama kali kamu kesana.

Telah diputuskan jalur favorit, Probolinggo - Cemorolawang, menjadi pilihan sampai hari H jalur pilihan berubah ke arah Malang, dan dimulailah petualangan ke Bromo melewati dua jalur Malang dan Pasuruan. Kurang kerjaankah sampai melewati dua jalur? Emmm... namanya juga jalan-jalan jadi yah jalan-jalan ^^

Jalur Malang
Ini adalah daerah yang akan dilewati Surabaya - Malang - Tumpang - Gubugklakah - Ngadas. Jalur ini searah dengan jalur ke Sempu - Sendang Biru tetapi berpisah disalah satu daerah deket tumpang. Jalan beraspal tapi tidak bisa dilewati 2 mobil secara bersamaan. Menyusuri pinggir bukti yang berkelok, kamu akan disuguhkan keindahan alam yang menenangkan. Sisi bukit yang curam, akan menjadi pemandangan selama perjalanan. Ada tempat wisata lain yang bisa kamu datangi Cuban Pelangi (air terjun pelangi) dan beberapa cuban lainnya. Kami hanya berhenti sekali karena cuaca yang tidak bagus dan kabut tebal. Jam 11 siang kami sampai di Ngadas, berhenti di pos penjagaan, dimana hanya mobil jeep yang diperbolehkan ke atas. Benar jika memang ini bukan jalur favorit karena tidak terorganisir dengan baik. Hanya ada 2 tanda home stay yang bisa kami lihat, karena merasa tidak nyaman kami memilih untuk mengambil jalur lainnya.


Jalur Pasuruan
jalur ke dua dari Malang ke Pasuruan - Warungdowo - Tosari - Wonokitri. Tiba-tiba saja sudah sampai di desa Wonokitri ^^v. Sepanjang perjalanan aku tertidur, waktu terbangun kami sudah berada di pos penjagaan ke penanjakan. seperti yang di Ngadas - Malang. Perjalanan selanjutnya harus menggunakan Jeep yang disewakan didaerah situ. bertemu dengan beberapa orang dan bertanya-tanya untuk menikmati sunrise di Bromo dan beberapa tempat lainnya, Akhirnya kami sepakat sewa jeep dengan harga Rp.550.000,- dengan rute Penanjakan, View Point 3, Bromo, Pasir berbisik dan Padang savana. dan penginapan seharga Rp.150.000,- dengan 2 tempat tidur.

Di depan Penginapan. Tempat berkumpul Jeep.

Petualangan akan dimulai besok jam 3 pagi.

Rabu, 26 Desember 2012

Makan-makan dan Oleh-oleh, Jelajah Sumatera

Ada yang tersisa dari jalan-jalan ke Medan, Padang, Bukit Tinggi, kemarin, mungkin bukan hal unik tapi aku menyukainya. ^^
Roti Jala
Teri Jengkol :D
Martabak Mesir
Telur Puyuh
Sala Lauk / Sala Bulek
Kerang Pensi
Burung Ruak Ruak
































Oleh Oleh qeqeqe... pulkam pulkam
Terong Belanda
Marquisa













Bolu Gulung Meranti
Bika Ambon Zulaikha













Teri
Lemang, Ketan Bambu









Rendang Telor, Angka Delapan dan Kripik Sanjai
Roti Ganda, Siantar, Sumatera Utara (Saus Srikaya)

Jumat, 21 Desember 2012

Medan, Padang, Bukit Tinggi

Aku diberikan kesempatan untuk melihat tanah kecilku, tanah leluhurku, tanah yang selalu diceritakan dari masa ke masa padaku, lagi.

Pantai Air Manis, Reruntuhan Kapal Malin Kundang
Panggil aku, Fie, lahir dengan darah padang dan sedikit jawa. Besar di Surabaya membuatku memiliki sedikit memori tentang tanah kecilku, tanah leluhurku dan keluarga besarku. Meski tidak genap sepuluh hari perjalanan ini tapi aku akan menyimpan dengan baik memori yang ada.

Malin Kundang bertemu Sofie Malini, Pantai Air Manis
Banyak orang yang mempertanyakan kebenaran kisahnya, tentang anak durhaka yang menjadi batu tapi aku pikir ambil saja sebagai pelajaran dan biarkan kebenarannya.
Reruntuhan Kapal Malin Kundang, Pantai Air Manis
 Padang, Pantai Air Manis :
 
 
Perjalanan ku dilanjutkan ke Bukit Tinggi  melewati Lembah Anai lalu bertermu Jam Gadang.
Lembah Anai, Air terjun yang tepat di pinggir jalan
Penyegar dalam perjalanan, Lembah Anai
Jam Gadang, Bukit Tinggi
 Medan :
Mesjid Raya Medan

Istana Maimoen
Legenda Mariam Puntung, salah satu dari kisah Pangeran Naga, Putri Hijau dan Mariam Puntung
Bagian terakhir dalam perjalanan, Danau Toba :

 

Rumah Persinggahan Soekarno

 
 



Sun and The Sky, For You

Yopie, Ana, Herri, dan Sofie, Beutiful Trip with Friends