Selasa, 27 Juli 2010

Jalan-jalan dengan keluarga baru

Setelah sekian lama akhirnya bisa berlibur juga dengan keluarga baru, keluarga besar dari tempat kerja. Tahun ini memang banyak tempat yang di kunjungi seperti Jakarta, Bandung, Bali, Madura dan jadwal trip lainnya tapi dalam rangka dinas bukan berlibur. Kali ini baru benar-benar bisa berlibur, menenangkan rasanya jauh dari pekerjaan dan melihat gunung Panderman di belakang villa apa lagi ketika melihat malaikat – malaikat kecil berulah. bikin aku tak pernah berhenti tertawa.

Malaikat kecil berbaju merah disamping panggilannya Eca. Pernah aku mengganggunya dengan melotot dia memukul meja dan berucap “heh” yang membuatku kaget karena aku tak pernah menemukan reaksi itu pada anak kecil seusia dia, penasaran aku coba terus menggangunya lalu dia menjerit dan memukul, hebatnya dia tak menangis dan tak beralih tapi terus melihatku seperti menentang. Ingin terus menggangunya tapi melihat Ibunya yang ikutan melotot membuatku mengurungkan niat. Ketika sore terjadwal renang buat mereka, dialah yang pertama mengganti bajunya dengan semangat berlari ke kolam renang tapi jangan berharap melihatnya berenang, menyentuh air saja tidak. Dia asik berlari kesana kemari mencoba semua permain yang ada di area itu ketika ibunya berusaha menurunkannya ke kolam, Dia menjerit, meronta dan menangis membuat ibunya menyerah.

Sedangkan si keriting satu ini namanya Alexa tapi panggilannya “Co atau Alexco”. Dia sendiri yang mangganti namanya dengan alasan nama itu gak pantes buat dia. Anak yang sangat pintar. Tak pernah berhenti bertanya. Ini apa? Itu apa? Kenapa? Dan banyak pertanyaan lainnya yang tak mampu ku jawab. Sayang, tante memang lebih lama sekolah dari pada kamu tapi tante mohon jangan tanya lagi? Dan jangan terus mengulangi pertanyaan yang sama?. Aku tau Dia tak akan pernah berhenti hingga dapat jawaban pasti karena dia tidak menerima jawaban tidak tahu tapi mau gimana lagi hehehe tante memang gak sepintar kamu sayang.

Masih ada malaikat kecil lainnya yang berulah ada Hera, Hilda dan Rara dengan pesonanya masing-masing. Membuat dua hari liburku menyenangkan. gak sabar untuk merencanakan jalan - jalan berikutnya bersama mereka.

Kamis, 22 Juli 2010

Karma

Karma
Banyak orang yang menggambarkannya sebagai bola liar dari kesalahan yang akan menghantam siapa saja yang berhubungan darah kental. Aku menggugatnya.

Sang Buddha berkata : " Sesuai dengan benih yang ditanam, itulah buah yang akan Anda peroleh. Pelaku kebaikan akan mengumpulkan kebaikan. Pelaku keburukan, memperoleh keburukan. Jika Anda menanamkan benih yang baik, maka Anda menikmati buah yang baik." (Samyutta Nikaya I, 227).

Aku mengamini kata-katanya bukan kepercayaannya. Aku mengamini bahwa siapa yang menabur dialah yang akan menuai, apakah itu hal baik atau hal buruk tetap namanya karma.

Penggambaran yang ku gugat adalah ketika Karma dikaitkan dengan kesalahan yang akan berbalik menjadi pembalasan, pembalasan yang sama dengan kesalahan yang kita buat jika bukan berbalik kepada kita langsung akan berbalik pada orang-orang yang kita sayangi seperti pewarisan dosa. Aku tak bisa membayangkannya bagaimana itu bisa berlaku terlebih jika pembalasan itu bukan dilakukan oleh orang yang kita sakiti tapi oleh orang lain. sedangkan nanti jika kita mati, kita sendirilah yang akan mempertanggungjawabkan kesalahan yang kita buat. bisakah kita bilang pada Tuhan “aku lakukan itu untuk membalas kejahatannya (dia / ibunya / ayahnya / kakaknya / adiknya / istrinya / suaminya / keluarganya), itu karmanya” padahal bukan dia yang berbuat salah padahal bukan kita yang disakitinya. Bisakah Tuhan menerima alasan itu?

Lalu bagaimana jika anaknya dibunuh karena ayahnya yang seorang pembunuh, bukankah itu karma? buatku itu namanya kejahatan. Coba bayangkan jika kau mengamininya sebagai karma maka kau mengamini bahwa pembunuhan itu pantas dilakukan sebagai pembalasan, betapa mengerikannya hal itu.

Kitalah yang akan mempertanggunjawabkan apa yang kita lakukan. Semua akan berbalik pada kita. Jika bukan dengan hal yang sama pasti dengan hal yang berbeda, jika bukan saat ini mungkin di akhir kemudian dan ini bukan hanya tentang keburukan tapi juga kebaikan.

Selasa, 20 Juli 2010

Secangkir Kopi

kuinginkan secangkir kopi lagi

untuk menghapus jarak

untuk mengurai mimpi menjadi kata

untuk menyimpan satu memori lagi tentangmu

Sendiri

kopi itu sahabat

tapi lebih banyak tentang kesendirian

Kopi Pahit

ini seperti memonumenkan rasa sakit
secangkir kopi

pahit

Lebih baik

Itu sebuah jabat tangan yang membuat segala kemarahanku menghilangan. Jabat tangan yang mengikat yang diikuti tangis karena memori yang berulang. Entah karena perasaan bersalah yang membuncah atau karena hal lainnya yang tak berani kupikirkan. Manarik nafas dalam, memalingkan wajah, menyiapkan diri untuk melihat drama ini. Berkali-kali kukatakan pada diriku “sudahlah, ini yang terbaik” berkali-kali juga aku menggugatnya “mengapa aku tak boleh egois dengan memikirkan diriku sendiri sama seperti mu”. Sempat terpikirkan untuk ikut menghancurkannya biar sama-sama sakit tapi tidak aku tak akan mengikuti permainan ini. Boleh saja dunia tak mencintaiku tapi jika aku tidak mencintai diriku sendiri itu keterlaluan namanya. Aku akan menjaga diriku sendiri, kau boleh menghancurkan apapun tapi tidak hidupku. Aku akan melangkah berbelok dari arahmu hingga saat kita bertemu kembali seperti saat ini kau akan lihat aku baik - baik saja tanpamu dan ternyata bukan hanya aku baik-baik saja tanpamu tapi aku lebih baik darimu.

Senin, 19 Juli 2010

Akan seperti apa?

Pada akhirnya akan seperti apa?
Bukankah kamu akan menyadari bahwa ini harus diakhiri. Kamu tahu pemilik keputusan itu adalah kamu. Persidangan saling menyalahkan ini sangat memuakkan karena Ego dari kata Maaf itu.

Hati yang telah menghitam kau tetesi air mata dari segala sakit yang kau runut, hukum sebab akibat yang berjalan mundur mencari butiran masalah sesungguhnya, awal dari gurun kepedihan ini. Kau menyeretnya hingga pada akhir kata, kata yang tertunda beberapa tahun, kata yang tidak sama karena jalan yang dianggap benar itu berbeda.
Kata yang membuat ku paham

Tetap tak menemukan jalan tengah,
Tetap tak menemukan titik balik,
Dan tetap tak menemukan akhir.

A atau B mungkin tidak keduanya

Mereka mengatakan seolah mereka tidak berpihak.
“kami tidak memilih A dan kami tidak memilih B, intinya kami tidak akan memilih”
Aku tertawa mendengar kata-kata mereka. Bukankah tidak memilih antara A dan B juga merupakan sebuah pilihan. Memilih untuk tidak memilih. Memang tidak berpihak pada A dan B tapi berpihak pada diri sendirikan (mereka).

Minggu, 18 Juli 2010

Cincin waktu

Apakah kita harus kehilangan untuk mengerti arti nilai?
Jika kita tak mengijinkan diri dalam penyesalan
Maka biarkalah waktu membentuk cincinnya
Mempertemukan kita kembali pada titik memahami mengapa ini terjadi

Penulis

Penulis sebagai pelaku adalah sesuatu yang langka
Dia melihat sesuatu yang biasa atau mungkin yang tak biasa
Atau dia berkhayal dan tergenapi oleh pelaku yang lain

Apaun itu lucu juga, tergenapi oleh sesuatu yang asing untuk mengenal diri sendiri.

Jumat, 16 Juli 2010

keinginan dan kebutuhan

hidup tidak hanya berjalan pada rel keinginan tapi juga kebutuhan.
Kita selalu berpikir bahwa apa yang kita inginkan adalah apa yang kita butuhkan. Sesungguhnya dua hal itu berbeda. Tidak semua keinginan adalah yang kita butuhkan dan tidak semua kebutuhan adalah apa yang kita inginkan.

Banyak dari kita menangis berhari-hari bahkan rela menyayat nadi demi keinginan yang tak terpenuhi. Bertanya pada Tuhan mengapa sulit buat Dia memberikan sedikit saja kebahagian pada kita dengan mengabulkan apa yang kita inginkan, apakah aku tak pantas jadi hambaNya?, apakah aku tak pantas untuk mendapatkan sedikit saja kebahagian? Dan banyak pertanyaan MENUDUH lainnya. Tapi apakah kita pernah memikirkan apa yang di beri Tuhan yang tak pernah kita minta tapi sesungguhnya kita butuhkan?
Mata yang mampu membedakan warna, telinga yang mampu mendengarkan nada, tangan yang mampu memeluk, kaki yang mengantarkan pada sudut dunia yang berbeda, jantung yang berdetak, ayah, ibu, kakak, adik, sahabat, hujan, matahari, malam, oksigen, air, makanan, rumah untuk berlindung, bisa tertawa dan menangis, mampu berpikir dengan baik dan banyak hal lainnya.

Bayangkan jika Dia memberikan yang kamu inginkan saja bisa jadi kamu memiliki kekasih hati tapi tak mampu melihatnya tak mampu memeluknya.

Rabu, 14 Juli 2010

pertaruhan

Hidup adalah sebuah pertaruhan tanpa penyesalan. Aneh rasanya saat aku mulai memikirkan kalimat ini. Tapi itulah yang kurasakan sekarang. Hidupku memang sebuah pertaruhan dan tanpa penyesalan.
Yah… ini sebuah pertaruhan, mungkin aku bisa mereka seperti apa nanti dari setiap pilihan yang ku buat tapi hanya sebatas itu pada kenyataannya aku gak tau apakah itu akan terjadi atau hanya sebuah rekaan. Aku bertaruh saat aku memilih bahwa pilihan ini memang seperti yang talah kureka, bertaruh dengan segala kemungkinan terburuk yang akan ku hadapi jadi aku tak pernah akan pernah mengijinkan diriku menyesal mungkin aku menangis untuk beberapa hal tapi aku tak pernah menyesalinya.
aku akan mengamini semuanya sebagai bagian dariku. Malam-malam dengan tangis tertahan, hari-hari yang menyesakan, diri yang lelah dengan semua cerita yang mengukir rasa sakit atau banyak hal yang menyedihkan lainnya termasuk darah dan rantai-ratai pengekang ini serta masa lalu itu. Sama seperti aku mengamini tawa canda ceria, kekasih-kekasih hati yang baru, langit yang berwarna-warni, rantai yang ternyata tak terkunci hingga aku bisa berlari kesudut bumi yang dapat kurasakan setelah pertaruhan.

berujar rindu

berujar rindu untuk sebuah masa lalu tapi buat apa semua itu jika hanya kau ikatkan pada ujung malam bukan pada jantung yang berdetak

Senin, 12 Juli 2010

Kalau sudah seperti ini…

Si numpang nyampah sepertinya sadar bahwa di dunia maya pun dia tidak bisa sembarangan membuang sampah. Hanya tiga sampah di blognya tapi tak pernah absen bertanya “siapa itu yang kamu tulis?”

kalau sudah seperti ini jadi menyesal menautkan diri.

Ketika pertanyaan kenapa pertanyaannya lebih banyak dari sampahnya terlontar dia menjawab dengan keluh kesah yang panjang “sebenarnya banyak yang pengen ku tulis, tapi gak ada waktu, kerjaan numpuk, bawahan gak ada yang bisa di harapkan, orang yang salah… aku yang dimarahin belum lagi tiap menit di panggil bos gede, gak bisa kerja dengan tenang. Dan persiapan pernikahan ini bikin aku stress mondar-mandir ngurusi hal kecilnya sendiri. Minta bantuan susah banget bukannya nolongin malah bikin tambah ribet….......”

kalau sudah seperti ini jadi menyesal bertanya.

berhenti

Seorang teman merasa lelah dengan hidup, smsnya tengah malam kemarin kubalas dengan hanya satu kata “SEMANGAT” tapi aku tak berhenti memikirkan smsnya.

Waktu itu tak akan pernah berhenti. Roda kehidupan terus saja berputar meski kita tidak menginginkannya, tapi bukankah kita bisa memilih untuk berhenti sejenak dan tidak mengikuti perputarannya. Kenapa harus memaksakan diri untuk terus melangkah?
Berhentilah sejenak sahabat jika kamu merasa lelah dengan semuanya jangan paksakan dirimu. Letakan semua beban itu duduklah dan nikmati apa yang telah ada didirimu.

Senin, 05 Juli 2010

Salah.. Bertanya... Pada Orang Yang Salah

Em…
kamu bertanya tentang cinta?

Em…
kamu bertanya apa yang harus kamu lakukan dengan cintamu?

Em…
Kamu bertanya apa pendapatku tentang masalah cintamu?

 
Apa yang harus kukatakan?
Kehidupan cintaku saja berantakan.
Jadi yang bisa kukatakan…
Kamu bertanya pada orang yang salah.

Kenangan Mati

Aku berharap kau mati dalam kenangan

Daripada aku menyumpahimu benar-benar mati dalam kenyataan

Jadi terima saja yah harapanku ini yang hanya sebatas kenangan kok

:D

Jumat, 02 Juli 2010

Marah

Aku ingin marah, mengucapkan hal-hal kasar bukannya terus mencari kata yang tepat untuk menggambarkan kemarahan dengan indah. Siapa yang butuh itu, aku bukan pujangga yang melukiskan segala rasa dengan kata yang tersusun rapi. Aku cuma seorang fie yang bisa saja melewati batas kesopanan. Ingin dipahami secara utuh bahwa kemarahanku bukan sesuatu yang memang ku niatkan untuk menyakiti cuma ingin menguras isi hati. Merefleksikan rasa dengan reaksi yang ada atas aksi.
Uch… benci

Bingung

Mengapa pemikiran yang telah kurancang dan kubangun dengan sempurna untuk melangkah dengan kepastian seketika runtuh? membuatku diam berdiri dalam kebingungan.

Lelah

Rasanya lelah sekali, mencoba memecah keburaman di hati dengan logika akhirnya fisik yang menderita. Menjadi sangat bosan dengan rasa yang tak bisa di jelaskan dengan kata. Ingin tidur di rahim bumi terselimuti damai tanpa terganggu mimpi dan ketika bangun menemukan diri utuh tanpa ada bagian yang tertinggal di masa lalu atau hilang ke masa depan.

Rabu, 30 Juni 2010

Aku rindu tepi sungai Mu, Ya Rabb

Aku rindu. Tempat dimana aku menghabiskan waktu akhir mingguku, berdiam diri untuk menemukan kekosongan dalam jiwa. Dibawah kaki ada air yang mengalir, di hadapanku ada rumah panggung… serasa di desa tapi tidak, aku ada di tengah-tengah kota metropolitan yang penuh dengan gedung-gedung angkuh untuk melayani kebutuhan kaum hedon dan aku tentunya. Ketika tidak ada lagi tempat untuk kaum papa tepi sungai adalah jawaban kota ini. Miris melihat mereka melakukan segala aktivitasnya dengan air yang sama.

Sebuah pertanyaan ‘tidakkah ada kehidupan yang lebih baik yang bisa di pilih?’ terlontar dariku dulu, jawaban mereka menjadi pelajaran hidup untukku ‘jika ada pilihan lebih baik, kami tak akan bertahan disini. Hari ini kami bisa makan itu hal yang paling baik apalagi mempuyai rumah. Memiliki rumah adalah hal yang istimewa meski kami harus membangunnya di tepian sungai. Kami tetap punya keinginan tapi bukan berarti kami tak menerima apa yang telah digariskan. Kami hanya ingin menjalaninya dengan baik’

Jawaban yang membuatku tertunduk malu karena semua keinginan dan tuntutanku Terhadapmu Ya Rabb.
Ingatkanlah aku selalu tentang hal ini Ya Rabb, buatlah aku selalu rindu tempat itu agar aku selalu ingat sesunguhnya hidup bahagia itu sederhana.

YM dan Egois

YM

Langkahfie : hay hay
Rafa : Jwb atuh yg q email td

Emailmu : astaghfirullah.... beres satu masalah datang lagi masalah baru.... fie, ap aku tuh egois bgt?

Emailku : iyah

Kamu tau aku mengatakan iyah hanya asal karena aku melihat bukan itu yang ingin kamu tanyakan sesungguhnya.
Langkahfie : udah neng
Rafa : Egoisx gmn mnrtmu?
Langkahfie : apa yang kamu pikirkan?
Rafa : Tell me first
Langkahfie : jawab dulu?
Rafa : No u 1st
Langkahfie : keras kepala! jawab dulu!
Rafa : No
Langkahfie : ya udah, terus ajah bermain dengan pikiranmu
Rafa : Y sudahlah kl g mo ksh tau

Aku bisa menebaknya apa yang kamu tanyakan, tapi aku perlu pembuktian.

Langkahfie : kamu terbiasa menurutkan apa yang dikatakan orang tentang kamu, meski itu bukan kamu yang sebenarnya kamu mengiyakan, sekarang kalau aku jawab maka aku cuma berbicara dari sisiku. ini kan masalahmu? kamu gak terbiasa mengatakan apa yang kamu rasakan istilah kasarnya, bunglon. sama seperti kasus aa, kamu tanyakan dulu mau dia apa? lalu kamu bilang oke, walau kamu gak setuju, endingnya kamu ribet sendiri sama perasaanmu, ketika kamu gak bisa menghandlenya lagi dan semua perasaan yang kamu jaga pecah, kamu baru berani mempertanyakan yang buatku itu sudah terlambat untuk di pertanyakan
Rafa : Entahlah dbilangx ap sikapq ni, Q ingin cb pnuhi keinginanq tp q g bs tnp mmikirkn org lain Yg scr lsg ato g lsg tkait
Langkahfie : sampai detik ini aku gak percaya dengan apa yang ku tulis tadi dan aku juga gak yakin kamu menyetujuinya atau hanya sekedar mengiyakannya?
Rafa : Q tdk m'iyakn tp q jg g mbantahx
Langkahfie : hay rafa, ini aku, kamu gak boleh berada di tengah, pilih salah satu
Rafa : Knp q yg hrs slalu ngalah.... Knp q hrs bjuang sendiri....

Inilah arti pertanyaanmu, kalimat ‘aku tuh egois banget yah’ bukan tentang mengutamakan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain yg ada disekitarmu tapi ‘egoiskah aku jika aku minta sedikit dimengerti, egoiskah aku jika aku minta sedikit saja perhatian, egoiskah aku jika aku ingin mengatakan apa yang kurasa tanpa harus dipandang egois’

Langkahfie : kenapa kamu berpikir seperti itu?
Rafa : Krn emg spt it
Langkahfie : bullshit
Rafa : Thats what i feel thats what think
Last message received on 6/29 at 2:33 PM
Rafa has signed out. (6/29/2010 2:35 PM)

Langkahfie : no, thats what you believe
Kamu harus menghadapinya Rafa, menghadapi dirimu sendiri
Kamu harus menjelaskannya Rafa, menjelaskan pada dirimu sendiri
Karena itu jalan terbaik untuk mendapatkan jawaban dari banyak pertanyaanmu
Karena aku dan orang-orang yang ada dihidupmu tak akan mampu menjawabnya

Selasa, 29 Juni 2010

Inilah perhelatan besar manusia,

Inilah perhelatan besar manusia,
Perperangan, pembunuhan, penganiyayaan, penghianatan, penjarahan, perampasan, pemerkosaan, penipuan, pembodohan, penjajahan yang mengatas namakan cinta, pembelaan diri, agama, warna kulit, keyakinan, kebebasan sebagai pembenaran.

Aku menangis…
Aku menangis bukan karena darah yang mengalir, bukan karena nyawa-nyawa yang melayang, bukan karena tubuh-tubuh yang tergeletak tak berdaya, bukan karena luka-luka di hati tapi karena diamku saat itu semua terjadi.

Jumat, 25 Juni 2010

Ini bukan tentang fisik...

Ini bukan tentang fisik
Tapi tentang hati yang ingin kau bagi dengan hati yang lain
Tak pernah berpikir untuk hanya sekedar singgahi, hanya sekedar untuk mengobati kesepian ini.

Kamis, 24 Juni 2010

Ketika

ketika ragaku tak dapat lagi merangkulmu, ketika senyumku hanya tinggal kenangan, ketika itu pula kau tau bahwa aku hanya sepenggal kisah yang pernah di titipkan Tuhan kepadamu. mensyukurinya atau menyesalinya itu pilihanmu tapi jika kau tanyakan padaku tentang waktu dan kisah yang terukir diantara kita dengan lugas kukatakan padamu aku mensyukurinya meski kisah itu membuatku menangis.

Bahagia..

Mereka mencarinya hingga ujung dunia, dunia yang tak pernah mampu kureka.
Mereka minimbangnya dengan kata iya dan tidak, pertimbangan yang tak pernah mampu kupahami.
Mereka memperumitnya dengan banyak syarat bukankah hal ini seharusnya sederhana?
Mereka mengkhususkannya dalam bentuk satu bukankah hal ini dalam banyak bentuk?
Dan parahnya Mereka percaya manusia-manusia itu, benda-benda itu, jabatan-jabatan itu yang mampu membuat mereka tersenyum setiap detik. Seharusnya mereka menyadari hidup tak akan pernah berhenti membuat mereka berkeinginan kemudian menguapkannya sesaat setelah mereka mendapatkannya, tak berbekas.

Tidakah mereka tahu ketika hati terlapangkan dengan ucap syukur, ketika pikiran menjadi tenang dengan keikhlasan adalah apa yang mereka cari sesungguhnya.

Selasa, 22 Juni 2010

gerah...

gerah... melihat kata yang melompat-lompat dari otak kiri ke otak kanan atau sebaliknya lalu berseluncur ke hati kemudian memanjat tulang makna berkali-kali. gak berhenti
 kumohon berhentilah kata, tidakkah kau lelah? di luar sana ruang dan waktu telah menunggumu untuk melengkapi mereka sebagai ucap atau laku.

Dapatkah selamanya kita bersama…

Mendengarkan lagu Astrid tentang rasa tengah malam ini membuatku berpikir tetang sebuah pertemuan dan kehilangan. Rasa yang tergeneralkan bagi siapa saja yang ada di hidupku, bukankah kita butuh rasa sayang untuk dapat merasa kehilangan. Aku telah mengenal sayang itu dan sayang itu juga telah memperkenalkan aku dengan rasa kehilangan.
 
Aku menutup mataku, membayangkan wajah-wajah yang telah meninggalkan rasa dalam hidupku. Ada yang tinggal dalam waktu yang lama ada yang sementara tapi tetap memberikan arti. Dan aku membayangkan bagaimana aku tinggal untuk waktu yang lama atau sementara dalam hidup mereka. Bukan hanya mereka yang hilir mudik dalam hidupku tapi aku juga hilir mudik dalam hidup mereka.
 
Dulu aku berharap tak akan ada yang berubah, aku benci perubahan bukan karena aku harus menyesuaikan diri lagi tetapi rasa kehilangan yang berjejak kerinduan yang membuatku merasa tak perlu ada perubahan. Tapi aku tak ada daya menghentikan waktu yang membawa hujan untuk menggantikan kemarau. Beberapa kali aku tersesat karena cahaya-cahaya itu terus berganti. Hingga aku memohon pada Tuhan. Biarkan cahaya-cahaya itu tetap menyala jangan meredup atau bahkan tak lagi bersinar. Tapi Tuhan selalu punya sesuatu yang lain. Sesuatu yang menyisakan pertanyaan “apakah aku sendiri yang berpikir seperti ini?” “apakah mereka merasakan seperti apa yang kurasakan?” “Apakah mereka merasa kerinduan sepertiku karena aku sangat merindukan mereka?” Karena Sepertinya mereka baik-baik saja tanpaku membuatku merasa tak berarti saat tak kutemui pesan kerinduan dari mereka.
 
Pertanyaanku menjadi tak berarti saat ku temukan beberapa pesan singkat yang tak pernah kusadari bahwa itu adalah bentuk paling sederhana dari kerinduan seperti karakter senyum ^.^ tanpa kata-kata dalam beberapa pesan dari orang yang berbeda dan salah satunya pesan singkat yang tersimpan rapi tertanggal 1 januari 2010 di telepon gengamku
 
Dalam keheningan kumencari satu titik suara untuk kuanggap tanda bahwa aku tak sendiri.
Dalam gelap ku pejamkan mata menemui bayang manusia-manusia yang kucinta untuk membodohi diri sendiri bahwa aku tak sendiri.
Dalam larut malam ku bernyanyi tetap terpejam memecah hening menemui bayang manusia yang ku cinta untuk berpikir aku tak sendiri.
Aku tau, aku memang tak sendiri… tapi entah kemana semua manusia-manusia yang ku cinta dalam bayangangku
…
(Bung)
 
Ternyata bukan hanya aku yang merasakan ini, tapi semua orang yang telah bersentuhan dan merasakan sayang kemudian berpisah karena satu dan lain hal akan merasakan hal ini, Kehilangan, yang akan menciptakan kerinduan karena tak akan ada yang memberikan rasa yang sama di hati kita, mereka tak akan terganti oleh mereka yang lain.
Ketika aku menemui kesepian, mereka pasti juga menemukan kesepian yang sama. Tapi hidup tak akan berhenti untuk merancang pertemuan dan perpisahan. aku dan mereka meyadari itu setidaknya kami pernah bertemu dan pilihan untuk terus melangkah adalah hal terbaik karena aku dan mereka tak ingin melewatkan kesempatan untuk bertemu orang-orang hebat lainnya.

Jika bukan jam pasirku yang berhenti mungkin jam pasir mereka, jika bukan pilihan hidupku yang menciptakan jarak dan waktu mungkin pilihan hidup mereka. Apapun itu kehilangan patut kusyukuri seperti aku mensyukuri sebuah pertemuan.
Kini aku menemukan rasa damai diantara pertemuan dan kehilangan. Dan pertanyaan dapatkah kita selamanya bersama? Kita akan selalu bersama selamanya setidaknya dalam kenangan.

Bahagia mengenal kalian, bahagia merindukan kalian.

Senin, 21 Juni 2010

Poison

Ini seperti memilih racun untuk kamu nikmati sendiri, kamu tak berkeberatan dengan itu meski ia membunuhmu karena daya tarik yang dimiliki poison.
Banyak dari kita melakukan hal bodoh tapi tak merasa dibodohi. Banyak hal salah yang kita buat tapi kita tak berhenti untuk mengulangi. Banyak yang bertanya “mengapa kau mau melakukan hal bodoh ini?” atau “tidakkah kau belajar dari kesalahan? dasar keledai!”
Apa yang harus kukatakan? Bayak hal bodoh dan salah telah kulakukan dan aku tetap mengulanginya dengan kesadaran penuh bahwa hal itu bodoh dan salah. Dan jika ada yang bertanya “mengapa?” Aku punya seribu alasan untuk membenarkan kebodohan dan kesalahan itu, jika Aku tak menemukan lagi alasan dengan tegas Aku berkata “ini hidupku jangan ikut campur!”
Kebodohan dan kesalahan adalah racun yang akan mendatangkan masalah di hidupku, anehnya aku tak berkeberatan dengan itu malah aku kencanduan dengannya. Alasan yang paling sederhanaku adalah racun itu membuatku nyaman.
“dasar bebal!” itu kata kakakku karena sudah terlalu jengkel melihatku yang tak merubah kebiasaan.

Apakah aku bebal? Aku lebih suka mengatakan ini adalah aplikasi sederhana dari menyakiti diri sendiri selama itu membuatku nyaman tak akan menjadi masalah buatku. Bukankah kita manusia-manusia yang mengejar kenyamanan hidup? Apapun bentuknya.

ps:tulisan ini membuatku terlihat bodoh :D

Jumat, 18 Juni 2010

terasa asing dengan masa lalu

‘Ada yang harus dibuang dek’ aku mengangguk melihat tumpukan kardus yang entah berisi apa saja dari masa lalu. Membukanya seperti membuka kenangan yang telah tersimpan rapih. Buku-buku kuliah, novel, komik, hadiah-hadiah ulang tahun, dan buku-buku catatan yang di dalamnya banyak kutemukan catatan-catatan kaki.

Membaca satu persatu catatan kaki itu membuatku merasa bahwa aku tak pernah benar-benar ada di kelas waktu kuliah. Dan sepertinya itu adalah tahun-tahun penuh kemarahan buatku…

Aku melihat dunia seperti sebuah neraka
Neraka abadi untuk jiwa yang hidup
Aku mendengar kata dunia seperti hujan simbal
Simbal yang memekan telinga
Aku mencium dunia seperti bau nanah
Bau nanah yang selalu membuatku muntah
(catatan 2005)

Fuck – aku menuliskan kata itu selembar penuh di sebuah buku catatan. wow akukah yang melakukannya?

Ada lagi catatan yang membuatku bergidik ngeri.

Jika ada yang berani menjamin bahwa kematian menyelesaikan masalaku, dengan senang hati aku akan mengakhiri hidupku.
(catatan 2007)
Tapi tak ada yang berani menjamin, buktinya aku masih memilih untuk hidup sampai saat ini.

Ada pertanyaan yang muncul dihatiku, seperti apa aku dulu? Aku merasa tak mengenali sosok yang menulis catatan itu. terasa asing.

Kamis, 17 Juni 2010

Babi Disco

Saat membongkar kotak masa lalu aku menemukan beberapa hadiah ulang tahun salah satunya adalah lampu babi dari sahabat-sahabat sma. aku gak tau kenapa aku menyukai babi tapi yang pasti banyak corat-coret dalam buku catatanku menyerupai babi saat itu. dan aku ingat ada yang menuliskan 'babi plastik' dalam phonebooknya saat menyimpan nomor telepon ku. panggilan ini bukan sebuah penghinaan tapi panggilan sayang mungkin aneh terasa tapi memang seperti itulah kenyataannya.

akhir-akhir ini semuanya terasa berat, tapi saat melihatnya bersinar ketika lampu di matikan, ada perasaan tenang, apa lagi ketika lampu disko kunyalakan membuatku tertawa saat melihat 'babi disco dalam bayangan'

jadi siapa yang mau berdisco dengan babiku?

Rabu, 16 Juni 2010

Stop Kekerasan Terhadap Anak-Anak

Akhir2 ini bayak terjadi kekerasan terhadap anak-2, foto di bawah ini adalah sindiran, coba cermati kata2 di bawah fotonya…
Jika di perbesar kata-katanya seperti ini : “ Andai Dia Anak Anda, Masih Nekat Menamparnya”

aku pikir tak akan pernah ada. kita akan lebih semena-mena sama mereka yang lemah secara fisik, mental, maupun otak.

STOP KEKERASAN TERHADAP ANAK-ANAK
 
lihatlah kepolosan mereka yang tidak mengerti tentang perang dan segala kepentingan politik
  Ingatlah mereka yang memberi warna di dunia...
 
  senyum mereka, tawa mereka, kepolosan mereka, semangat mereka.

Selasa, 15 Juni 2010

harga mati surga

membuka email kantor senin pagi minggu lalu,

Dear sahabat.

Saya merenungkan,

Salah satu "syarat" masuk surga adalah mati. Jika aku memang mau surga beneran, aku harus mati beneran. Aku sebenarnya anggota resmi "pasukan berani mati". Inilah jati diri. Maka, jika aku mau "surga-surgaan", aku harus mau mati-matian. Jika aku mau "setengah surga" maka aku harus mau setengah mati. The question is, how this is gonna be fun? Selamat menyongsong hari minggu yang baru.

Tetap semangaaaaaat !!!

best regard's

Y. f. R.


seorang sahabat me-replay "membaca ini membuatku merasa Hidup lebih indah bahkan maut pun terasa manis."

aku mengamininya. harusnya permainan hidup-mati ini menyenangkan bagi setiap jiwa.

Sabtu, 12 Juni 2010

setahun mengenangmu, Suki

hari ini tepat harimu, 12 Juni. hari dimana aku tak lagi bisa bersentuhan fisik denganmu. sudah satu tahun, tak terasa sahabat.

kamu sudah tenang disana tak lagi diributi sama urusan dunia yang semakin aneh dan lucu saja buatku. kamu tau akhir-akhir ini aku selalu merasa marah, berusaha untuk terus berpikir positif membuatku sangat lelah jika sudah seperti ini aku rindu malam-malam saat kita dan beberapa sahabat yang lain menghabiskan waktu bersama. rindu mencaci maki hidup, tertawa sampai suara serak dan menangis sampai tak ada lagi air mata dan akhirnya menyerahkannya pada yang punya hidup. rindu kamu.

tadi kerumah mu, bertemu ibu bapak, masih ada air mata saat bercerita tentangmu, meski sudah satu tahun lamanya sepertinya kamu tak pernah benar-benar pergi.

Jumat, 11 Juni 2010

dia dan aku, sama

dia berkata seolah dia benar,

dan

aku berkata seolah aku benar,

tapi benar kami berbeda dan saling melukai

Selasa, 08 Juni 2010

masa lalu

ketika masa lalu hanya mengganggumu dan kau tak mampu mengenyahkannya seperti inginmu,

lalu apa?

tangismu tak teracuhkan, marahmu terabaikan hingga kau lelah sendiri dengan segala emosi yang tak merubah apapun, memilih diam dan tak peduli tetap saja melukaimu

lalu apa?

jika kamu adalah dia

jika kita adalah masa lalu itu

pilihan hidupmu

tak mampu melihatmu lagi
pilihan hidupmu
meninggalkan sakit yang mengakar tepat pada ulu hati ku

Senin, 07 Juni 2010

cukup!!!!

logika mandek
hati ngambek

Bahwa hidup…

bahwa hidup haruslah ditempuh,
menolong, tertolong
bahwa ketertindasan selayaknya disudahi,
mendidik, terdidik
bahwa alam menggeliat naluriku,
air, mata, tanah, raga, kalbu
bahwa rona mereka merenggut jiwaku,
tawa, tangis, harap
bahwa hidup haruslah bermanfaat,
bagimu, bagiku

Catatan Butet Manurung

Belajar darinya…

Ada pahlawan disetiap kita, yang menjaga untuk tetap teguh, yakin dan kuat menjalaninya, walau terkadang harus merelakan apa yang kita inginkan (impian sekalipun…)

Catatan Yopimsari

Jumat, 04 Juni 2010

Skenario

terlalu banyak catatan dengan kata "WARNING"
dilingkari sebagai opsi lainnya jika tidak berhasil
--------
SKENARIO
--------


PAYAH

Kamis, 03 Juni 2010

Langit, Bumi dan Langkah

Seorang sahabat bertanya “Mengapa?” ketika tulisan Langitku berganti Bumi disebuah catatan.
“aku melihat bumi lebih menarik untuk di jelajah sekarang, lebih banyak warna dari pada warna langit”
“lelah dengan semua impian?” tanyanya
“bukan, aku tetap menggantungkan impianku pada langit, dia akan tetap menjadi petunjuk bumi mana yang harus kujelajah untuk menorehkan warna baru di buku catatanku yang usang”
“warna baru, benar, terlalu banyak kata dilangit dengan warna stabil seperti ingin mengamini semua kisah sebagai sesuatu yang telah tercatat sebelum lahir dalam dunia fisik dan waktu”
Kita diam lama sebelum kamu kembali bertanya
“lalu apa selanjutnya?”
Aku tersenyum, Kamu mampu meraba kata Bumi yang kutuliskan tidaklah kuat seperti akan diganti, hanya tinggal menunggu waktu saja.
“Langkah. Langit adalah Suar. Bumi adalah Cerita. Langkahlah yang membuat Suar dan Cerita itu Nyata di buku catatan usangku.”

Selasa, 01 Juni 2010

Sombong

Hotel, Kamis 20 Mei 2010

Kamu menunduk, setelah obrolan panjang kita. Suara lirihmu masih bisa kudengar jelas setiap katanya karena aksen batakmu yang lugas.
“sombong sekali aku”
Aku bisa memahaminya sahabat karena itu manusiawi.
“kata sombong bukan hanya berkaitan dengan penghargaan, kekayaan atau kepintaran yang kita punya. Masalahpun bisa menjadikan kita orang yang sombong. Terkadang kita merasa masalah kita yang paling berat, orang lain tak akan mampu memahaminya karena hidup mereka lebih baik daripada kita. Hingga ada ucapan sinis ‘tau apa kamu tentang hidup?’, saat mereka mencoba membantu kita dengan keras kita berkata ‘kamu gak akan ngerti!’. Dan semua itu diperparah saat kita melihat mereka menangis untuk sesuatu yang tidak penting menurut kita, ‘Cuma masalah seperti itu saja kamu nangis, kalo kamu ngerasaain apa yang aku alami mungkin kamu dah bunuh diri’
Kamu masih menunduk membuatku merasa sedang menghakimimu.
“aku gak mengguruimu, terkadang aku masih merasakan hal yang sama. Tapi setiap kali merasa tidak baik aku coba untuk melihat dari sudut yang berbeda”
Kamu menoleh kearahku, bisa kulihat jejak air dipipimu.
“gak, kamu benar. Harusnya aku melihat dari sudut yang berbeda”
Aku tersenyum bukan karena aku benar tapi karena kamu mencoba untuk memahami pendapatku. Aku kembali melanjutkan kata-kataku
“yang terlihat terkadang bukan yang sesungguhnya. Kamu mungkin melihat temanmu bersendagurau, tertawa terbahak-bahak seperi tak ada beban dalam hidup mereka tapi siapa yang tau apa yang mereka simpan dalam hati. Sama seperti aku melihat kamu kalo kamu gak cerita apa yang menjadi beban dihati kamu mungkin selamanya aku berpikir kamu baik-baik saja. Sebelum kamu tau kesusahan hati mereka gak pantas kamu bilang ‘mereka tak akan mengerti karena meraka lebih beruntung daripadaku’.”
Aku menunggumu bereaksi.
“seperti katamu fie, aku punya makanan sedangkan kamu punya minuman. Tapi aku tak membutuhkan makanan itu karena aku haus bukan lapar dan kamu tak membutuhkan minuman itu karena kamu lapar bukan haus. Pada dasarnya masalah kita sama hanya apa yang kita butuhkan berbeda, tak bisa aku bilang makanan lebih penting dari minuman atau sebaliknya karena itu sama pentingnya buatmu dan buatku”
“esensinya sama, hanya cerita yang membalutnya berbeda. Dan terkadang kita tidak melihat itu karena kesombongan kita”

Menghayati hidup

Kutipan Koran kompas

Pemikiran Martin Heidegger (1889-1976)

Ada dua cara menghayati hidup, secara otentik dan tidak otentik. Manusia hidup di dunia (umwelt) melalui tiga cara. Manusia tidak hanya hidup dengan sesama (being-with-others) tetapi juga berdampingan dengan benda (being-alongside-things) dan bereksistensi pada dirinya sendiri (selbstein). Ketidak otentikan penghayatan hidup terjadi saat pertama manusia hanyut dalam dunia benda-benda dan dikuasai sepenuhnya oleh alat-alat yang diciptakan oleh manusia sendiri. Selain itu juga bagaimana manusia membiarkan diri dikuasai oleh mass (dasman-hilang dalam massa).
Yang benar adalah individu memahami dirinya sendiri sebagai “Ada” bukan hanya bagi dirinya sendiri tetapi juga bersama orang lain di dunia fisik. Ketidaksanggupan “Mengada bersama orang lain adalah bagian dari ketidaksanggupan untuk hidup”

Kamis, 27 Mei 2010

Retak, sebagian darinya adalah cermin dariku

catatan 2009

Aku menemukan lagi satu cermin dari retaknya pikiranku dari sebuah obrolan menjelang pagi tahun lalu.
“jadi apa yang membuatmu bahagia?” pertanyaan black membuat ku tertawa kecil saat itu tapi hanya sebentar saja lalu menghilang saat melihat wajah seriusnya.
“banyak hal, salah satunya ini, ngumpul bareng ma temen menghabiskan waktu, bercerita tentang bayak hal”
“bukankah ini sebuah pelarianmu?”
Aku terperangkap dalam pertanyaannya dan sepertinya ia sedang menyeret sebuah banyangan keluar dari persembunyiannya. Aku terdiam mencari kata yang tepat untuk ‘tidak ditemukan’, aneh tapi itulah yang kupikirkan.
“banyak hal salah satunya adalah itu”
Black diam tak bertanya lagi tapi aku tau arah matanya hingga membuatku menyerah “yah, rata-rata adalah pelarian, kesempatan untuk keluar dari intiku, melepaskan beban tanpa harus ada airmata atau amarah”
“mengkesampingkannya sejenak karena lelah dengan segala bentuk emosi, menghindari penyesalan dari konflik ketika emosi itu meluap” seperti biasa black menemukan kata yang lebih tepat untuk menggambarkannya.
Dengan tersenyum black bercerita yang membuatku mengerti sebagian darinya adalah cermin dari aku.
“aku pernah berada pada titik tidak mencintai diriku sendiri. Ku habiskan waktu untuk membahagiakan orang-orang yang kucintai…” dia memberi jeda untukku bereaksi
“bukankah kita akan selalu seperti itu. Rasa bahagianya akan berkali lipat saat kita melihat orang yang kita cintai bahagia. Dan rasa sedihnya juga akan berkali-kali lipat saat kita melihat orang yang kita cintai bersedih hingga terkadang membuat kita meminta Tuhan untuk membiarkan kita menggantikan tempatnya, kita saja yang bersedih bukan orang yang kita cintai, karena kita tak akan pernah tahan melihatnya” ucapku
“yah dan ternyata itu pilihan buruk. Ketika sebuah perseteruan terjadi dengan orang–orang yang aku cintai, itu seperti sebuah investasi yang kuhitung, aku telah melakukan bayak hal untuk membuat mereka bahagia, tapi mengapa mereka sepertinya tak berusaha membuatku bahagia dengan mengerti aku. Sampai pada titik aku tak mampu memahami saat kutahu mereka juga menghitung investasi bahagia yang mereka tanamkan padaku”
Aku terdiam, mencoba memahami “mengapa terasa seperti ego yang dibalut kata cinta? Seharusnya kita ikhlas melakukan semuanya”
“sejauh apa ikhlasmu?”
Aku tak bisa menjawab,
“itulah mengapa aku mengatakannya sebagai pilihan buruk. Kita selalu merasa sudah melakukan banyak hal untuk orang-orang yang kita cintai begitu juga sebaliknya. Perasaan yang bersaling silang dimana di suatu titik akan bertabrakan dan kita pertanyakan”
“tapi tak sepenuhnya buruk, bukankah memang sudah seharusnya kita berusaha membahagiakan orang-orang yang kita cintai?”
“yang aku lakukan adalah mengindari masalah dengan mereka, mengalah agar tidak tercipta konflik, mengiyakan segalanya meski aku tidak menyetujuinya, menyimpannya dalam diam dan menerima apa saja yang mereka berikan untuk membuat mereka bahagia. Inilah titik dimana aku tidak mencintai diriku sendiri”
Aku terkejut dengan pemikirannya…
“aku ingin bahagia dan kebahagianku ini membuat orang-orang yang kucintai bahagia. Terasa adil, saling memahami dengan jujur terhadap perasaan masing-masing, perasaan yang saling bertautan bukan bersaling silang. Membiarkan konflik itu ada untuk saling menyesuaikan bukan saling mengalah, membangun jalan untuk mengerti dan dimengerti seutuhnya. Ini adalah usaha yang paling tepat untuk membahagiakan orang-orang yang kucintai”
Saat itu aku tak tau apakah aku harus membenarkan atau menyalahkan pemikirannya, tapi pertanyaan terakhirnya membuatku mengerti
“kamu tau mengapa aku merasa seperti itu?”
Lama aku berfikir lalu menjawabnya “perasaan hampa yang kaurasakan saat tertawa ditengah hangatnya kebersamaan orang-orang yang kau cintai”
Senyum black mengembang penuh arti malam itu.

Ingin ku lepas rantai agama ini…

Langit, ketika masalah itu berulang aku selalu merasa tak ada daya lagi untuk menghadapinya. Tak pernah ingin melarutkannya dengan waktu, ingin segera menyelesaikannya, tapi jika masalah itu bukan padaku dan aku hanya jadi orang kesekian yang terserat kedalamnya, orang kesekian yang terkena dampaknya. Apa yang harus kulakukan langit? Aku tak lagi menemukan ruang untuk kata atau laku sebagai jalan memberitahunya tentang apa yang telah ia lakukan. Masalah yang ia buat telah menyebabkan luka yang tak pernah mengering di hati ini, tetapi menjadi tidak peduli bukanlah pilihan, untuk itu terus kukuatkan diri ini hingga perasaan tak ada daya menghilang, kuhibur diri ini “sedikit lagi jangan menyerah disini, kesabaran akan menghasilkan sesuatu yang baik untukmu”
Tapi…
Langit, ketika masalah itu kini berulang sungguh aku sudah tak ada daya lagi untuk menghadapinya. Ingin sekali kulepas rantai agama ini, menghadapinya sebagai manusia yang berakal.

Selasa, 25 Mei 2010

Persahabatan

Aku baru sadar ternyata sahabat itu ada harganya dan bisa kamu beli memang bukan dalam bentuk rupiah. Tapi kamu telah membelinya dengan waktu kebersamaan, kamu telah membelinya dengan mendengarkan segala keluh kesah, kamu telah membelinya dengan senyum dan dukungan untuk kebahagian dan cita sahabatmu. Dan yang paling kusukai adalah kamu telah membeli persahabatan itu untukku.

Miss You.

Surabaya

Kubasuh wajahku berkali-kali mencoba menghilangkan hawa panas Surabaya berharap dingin yang tertinggal mampu menyingkirkan penat yang terasa bertambah pekat saat terbakar matahari. Surabaya masih tetap sama, masih tetap panas yang tak bisa di ukur thermometer, masih tetap ada pantung suro dan buoyo, masih ada Dolly-area bisnis prostitusi terbesar di Surabaya, masih ada gang sempit delta dimana para gay bercinta, masih tetap ada bambu runcing tempat nongkrong para waria, masih ada rujak cingur pengusir rasa lapar, es degan yang menyegarkan badan, masih ada sahabat tempatku berbagi, masih ada keluarga yang mencintai, dan masih ada… pemilik… hatiku.

Sabtu, 22 Mei 2010

Masih Terjaga

Masih terjaga hingga kini, ditemani ayam goreng, kentang dan es kopi dengan beberapa teman di lt.9. Berbagi kisah, bercanda dan meluapkan kekesalan saat jarak bulan dulu tercipta diantara kami. ditemani suara bising dari jalanan yang membuatku sadar tak ada denyut mati untuk kota ini.

Kamis, 20 Mei 2010

Eja

ada jeda
nafasku mengeja
satu dua huruf yang berakhir pada rasa sakit

Rasa

apa yang kau namakan rasa?
Secangkir kopi,
Dan 4 sendok gula???

Selasa, 18 Mei 2010

Syarat Cintaku

Rabb
ini artinya aku menghianati
ritual sujud karena takut siksa neraka Mu

Minggu, 16 Mei 2010

Quiz for Me, terasa dimengerti

Anda mengikuti AKAL SEHAT ketika berhubungan dengan KESUKSESAN
Di tengah kesibukan Anda yang begitu tinggi, sepertinya Anda tidak punya waktu untuk berhenti sejenak dan menikmati hidup. Bukannya Anda tidak ingin, tapi Anda pikir masih banyak priotitas lain dibanding kehidupan pribadi. Apalagi jika sudah menyangkut masalah hati, bisa-bisa prioritas lain jadi berantakan. Anda percaya bahwa menjadi cerdas akan lebih berguna untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam hidup Anda. Karenanya Anda lebih sering menutup celah untuk semua kehidupan pribadi dan hubungan – hubungan pribadi Anda. Namun seseorang yang cerdas seperti Anda pun seharusnya tahu ketika cinta itu datang. Jadi jangan takut untuk menerima cinta masuk dalam kehidupan Anda. Sukses bisa didapat melalui cara apa saja..


bagaimana sebuah quiz mampu menggambarkan mu dengan tepat, bukankah ini hanya permainan kata. tapi mengapa sesuai?

hal yang paling sulit berkembang adalah perasaanku. mungkin karena terbiasa mengabaikannya. mengikuti perasaan berarti siap untuk tidak terkendali dan aku sangat tidak suka itu. bagimu pasti terasa aneh, bagaimana aku mampu mengambarkan segala sesuatunya dengan kata-kata yang bisa kamu bilang indah tapi disisi lain mengakui bahwa perasaanku sulit berkembang. jika kamu mau melihatnya lagi maka kamu akan melihat catatan perasaan yang telah dilogika-kan

mengapa?
aku takut dengan penyesalan, takut dengan rasa sakit, aku ingin menjaga hatiku agar tidak tersakiti caranya adalah dengan berlogika, mencari alasan kuat yang bisa dibenarkan dari setiap tindakan, mencari makna dari setiap kejadian. terus belajar memahami meski aku sadar jarang sekali dipahami. tapi tak mengapa selama ini semua dalam kendali...

dan tentang cinta bukan karena takut tapi sampai titik ini aku tak mengerti dan logika ku tak mampu memahami.

Jumat, 14 Mei 2010

segelas air

kukatakan padamu agar kau memahami
aku tak membutuhkan segelas air atas lelahku
karena aku telah memiliki air ku sendiri
walau hanya setengah

Hujan

sayang diluar hujan
tapi dinginnya nyaman
karena hatimu selalu menyelimutiku

Blok M

Blok M, Metromini 608, Sebrang jalan, arah kesana

jakarta ramai, yup, jakarta macet, yup. dan itu yang membuatku malas untuk jalan-jalan. gak ada alasan untuk keluar. shoping baju... gak deh gak nyaman dan bikin pusing kalo terlalu banyak orang dan hari ini hari libur kebayangan banget ramainya. dan harus naik kendaraan umum... uch... bisa naik taxi tapi temen - temen yang lain ingin berpetualang naik metromini selain murah kamu baru bisa ngerasaain suasana jakarta kalo naik metromini. warning : hati-hati bawa hp, dompet, duit, tas. banyak faktor yang bikin males.
tapi hari ini terlalu malas untuk tinggal di hotel kebayang sampai tanggal 22 mei nanti baru chekout sudah pasti bosen banget.
jadi ikut temen-temen ke blok m. keliling, belanja. sempat nyasar kepasarnya. dari pagi sampai sore. pulang nunggu metromini di taman melawai, lama dan jakarta hari ini hujan. sempet mengurungkan niat naik metro dan pengen panggil taxi tapi yang di tunggu setelah sekian lama di tengah hujan datang, akhirnya pulang.

Sinabung, Metromini 608

kalau ditanya bagaimana rasanya. seneng juga karena ini pertamakalinya belanja di blok m. berkali-kali ke jakarta baru kali ini belanja di blok m. :P keliatan wong deso ne...

Rabu, 12 Mei 2010

kata dan sentuhan

jangan pernah menyelesaikannya dengan sentuhan, aku tau kau ingin menyingkirkan perasaan tak mengenakan ini secepatnya karena aku juga seperti itu. jika kau lakukan itu dan jika ku lakukan itu, kita hanya akan membuat keadaan semakin tak terkendali dan jangan coba mengendapkannya dengan pelukan atau kata cinta karena satu waktu akan menjadi bom waktu yang akan mengacaukan kita.

jika aku marah tahan aku, karena aku juga akan menahanmu, tak akan membiarkanmu pergi. karena kita tau dalam kemarahan pun kita tak ingin sendiri.

bukan hanya kesedihan yang membuat kita duduk bersama dan saling menguatkan.
bukan hanya kebahagian yang membuat kita saling berpegangan tangan dan saling berbagi.
tapi juga kemarahan ini.

biarkan perasaan tak enak itu merebak.
biarkan marah itu menguap.
saat kita bersama.

karena itulah cinta kita, tak pernah mau sendiri dan tumbuh dengan segala rasa.

karena itu juga jalan kita untuk mengerti dan dimengerti.

jadi selesaikan kata-katamu sayang.


after read sad story. room 805, jakarta

10 Mei

merayakan hari ku
dengan ujian
berharap kadonya
sepucuk surat tertandatangani

semua yang teringinkan

aku menumpuk ingin itu diantara kekhawatiran
bisakah? mampukah? akankah?

lalu menyerahkannya pada waktu
untuk mengikis kekhawatiran itu atau menjadikan kekhawatiran itu nyata

Selasa, 11 Mei 2010

mimpi adalah jiwa bagi ragaku

Menepikan mimpi
Sejenak mengisi paru – paru dengan kalimat wasiat mu

“aku adalah manusia, pemilik dari mimpi, bukan Tuhan meski aku adalah milikNya, Dia tak akan mampu membuatku berhenti bermimpi kecuali Dia mengambil raga ini atau merusak otak ini. Mimpiku bukanlah boomerang setelah bergulir jauh lalu kembali ketitik awal, kemudian menggantinya dengan mimpi yang baru. Mimpiku akan ada dan terus tumbuh, kuat mengakar dengan ranting yang tak akan pernah patah oleh waktu meski hidup membakarnya dengan kenyataan, tak akan pernah hangus. Karena mimpiku adalah jiwa bagi ragaku”

Meresapi semangatmu, meniadakan ruang untuk putus asa. Orang mengangapmu tak realistis tapi alasanmu membuatku jadi pengikutmu.

“kau bisa mengambil tanganku dengan memotongnya, mengambil jantungku dengan membelah dadaku, mengambil uangku, rumah bahkan bajuku membuatku jadi telanjang dan gelandangan. Mengambil cinta dan orang yang kukasihi. Tapi kau tak akan bisa mengambil mimpiku kecuali aku yang menyerahkannya padamu”

Aku mengikutimu
Saat ini ku tepikan mimpi
Bukan untuk menyerah
Tapi untuk bersiap mempercepat lari

Minggu, 09 Mei 2010

Inilah Jakarta

inilah jakarta,
terlalu banyak orang, penuh sesak seperti tak ada tempat untuk bergerak. tapi ini kota impian banyak orang. termasuk impianku yang tergantung disini. ujian final, semoga bisa cepat selesai biar aku bisa melanjutkan perjalanan ini ke timur untuk menikmati matahari lebih pagi dan kopi asli yang masih harum terbakar tungku.

Rabu, 05 Mei 2010

Ruang Kisah

Dikamar coklat itu tak pernah ada kisah terpatri
Hanya ada jiwa yang menanti
Warna coklat itu berganti
Sebagai cawan baru untuk kopi

Kata Sahabat

penulisnya ada orang yang meletakan melankolis sebagai warna dasar sifatnya dan
melukis romantisme itu dalam bingkai puisi yang membekas di kalbu.

Celah

Mencari celah
Diantara ragu yang membatu
Yang menghimpit keinginan
Mencoba meninggalkan suar
Yang telah menjadi arah dari langkah tak terharap

Jumat, 30 April 2010

Harapan

Hujan harapan berganti dengan gerimis kenyataan, setelah kemarau penantian yang menyiksa.

Perasaan sakit ini 10 – 11 April 2010

“Jujur adalah jalan untuk mengerti dan dimengerti meski tak sepenuhnya dipahami, ini lebih baik daripada kau hanya merasakannya sendiri.”

Inilah asal dari rasa sakit itu, kejujuran. Cinta adalah penyebabnya. keJujuran Ku Mencintai DIa, keJujuran Sahabat Mencintaiku. Semuanya satu arah, tak berbalas. Aku lelah karena mencintai dan berharap akan mendapatkan Dia, Aku lelah karena dicintai dan harapan untuk mendapatkan aku, betapa bodohnya semua permainan cinta ini.
Aku lelah untuk romatisme overdosis ini.
10 april aku kehilangan Dia, karena cintaku yang telah kujaga bertahun-tahun dan meminta dia untuk tak lagi saling mengenal.
11 april aku kehilangan sahabat karena cintanya yang terjaga meski telah bertahun-tahun dan juga meminta dia untuk tak lagi saling mengenal.
Maaf ini jalan terbaik yang kulihat, Aku lelah untuk romatisme overdosis ini.
Aku akan pergi, Mungkin nanti kita kembali bercerita dan menikmati kopi bersama tapi bukan saat ini.

Rabu, 28 April 2010

Darah, Akar, dan Tanah yang Sama

Apa lagi yang harus kukatakan, agar kau mampu memahaminya?
Dia adalah asal dari darah yang mengalir di bumi
Jika sudah seperti ini maka akar hanya akan menyusahkanmu
Meski rantingmu telah menggapai langit kau tetap berpijak pada tanah yang sama

Harapan dan Kenyataan

Menyelami samudera harapan

Hingga mencapai dasar kenyataan

Sekam

kamu menyimpan api dalam sekam dengan baik, tak terlihat

tapi untuk kamu ketahui

aku telah terbakar hangus didalamnya

Selasa, 27 April 2010

Sahabat dan Cinta

Kau sahabatku yang selalu ada saat aku tak lagi mampu memahami tentang hidup. Setia menemani ku hingga dini hari dalam diam karena kau sangat tau aku cukup ditemani dan tak akan pernah berbicara tentang kekalutanku.

Kau adalah teman kuliahku. Kita mulai akrab saat dapat tugas dalam kelompok, bukannya mengerjakan makalah tapi kita serius membahas Dolly tempat prostitusi terbesar di asia tenggara, itulah awal persahabatan kita. Tak ada batas aku akan mengatakan apa saja saat aku tidak suka kamu juga seperti itu tanpa ada keinginan untuk merubah pandangan satu dengan yang lainnya. Kita nyaman dengan cara itu. Bioskop, Konser, Nongkrong, Kemah dan diatas sepada motor lawasmu kita menghabiskan waktu bersama. Tak pernah terpikirkan olehku kau akan lebih dari seorang sahabat.

Hingga suatu sore kau mengatakan cinta padaku. Maaf aku tak pernah mau kehilangan sahabatku terlebih sahabat sepertimu, jadi ku tawarkan dua pilihan padamu Teman atau Tak saling mengenal. Aku berjanji padamu tak akan nada yang berubah dari kita karena kata cinta yang telah terucapkan, kita tetap teman, kita tetap menghabiskan waktu bersama tapi jika kau terus memaksakan cintamu lebih baik kita tak saling mengenal. ‘Yah, aku mengerti’ katamu. Aku lega karena kamu mau memahaminya.

Tapi ternyata kau tak benar – benar mengerti, kau mencobanya lagi dan lagi, aku terus mengingatkanmu tetang persahabatan ini jangan mencampurkan adukannya hingga aku berada pada titik tidak nyaman dan hubungan kita mendingin. Tak ada lagi kita. Bioskop, Konser, Nongkrong, Kemah dan diatas sepada motor lawasmu kita tak lagi menghabiskan waktu bersama.

Aku rindu kamu sebagai sahabat. Ku harap kau benar-benar memahami ku.

Senin, 26 April 2010

damai

langit,

aku ingin tidur dalam damai yang sesungguhnya,

bukan hanya bermimpi tetang kedamaian.

Sabtu, 20 Maret 2010

Biji Kopi

Menghabiskan hidupmu untuk mencari

Perjalanan ini adalah perjalanan yang panjang
Berjejak kebahagian
Berjejak kesedihan

Terkadang kita memilih langkah yang salah tapi bukan berarti arah yang salah. Itu kupahami sebagai hal normal karena di situlah tempat kita belajar.

Mungkin Garis berbatas, tapi harapan membuatmu melewatinya hingga tinggal satu inci jarak memisahkan yaitu ego

Tapi ego hanya biji kopi yang mampu melebur dan menyebarkan aroma wangi jika kau menginginkannya

Kamis, 18 Maret 2010

Kesendirian dan apa yang salah dengannya

entah kenapa hari ini terasa bener-bener sendiri, mungkin… karena ada yang mempertanyakan tentang kesendirian.
“ Bumi ini luas untuk di jelajah… beribu orang dengan beribu karakter bisa kau temui… diantaranya pasti ada yang menarik hatimu… “ semangatnya mengkotbahi ku menyadarkan aku tentang satu hal yang tak pernah ku hiraukan, Kesendirian.
ingin sekali kukatakan itu benar… t…a…p…I hati ini terlalu sempit untuk menyimpan seribu kisah, bahagia akan berdesak-desakan dengan luka yang akan menggenangi hari-harimu, dan itu untuk selamanya. ketika tak ada lagi tempat untuk bisa bernafas maka mimpi akan hanya membuat dadamu sesak dan mungkin kau akan terbunuh karenanya, apakah ini namanya apatis? mungkin juga terlalu lelah hingga membiarkan hidup yang menentukan pilihan.
“ apakah ini masih tentang Dia? “
Matanya mencari kepastian dari ketertegunanku
“ dia telah melepasmu, kenapa kau tak melepasnya juga? “ tanyanya lirih
Aku mengalihkan pandanganku, mencari ruang tuk bernafas. Apa yang salah dengan kesendirian, kuyakini hatiku baik-baik saja hanya saja apa yang kucari belum kutemukan.
“ aku belum menemukan seseorang yang kupahami dan memahami aku, kesendirianku bukan karena orang lain, aku yakin dia dan aku tak pernah bersama karena itulah yang terbaik, kenapa kamu terus berpikir bahwa aku masih menunggunya? “
“ karena kau tak pernah mengijikan orang lain untuk mengenal hatimu, setidaknya kau mencoba percaya untuk membagi segala rasamu bukannya membangun benteng lebih tinggi dari hari ke hari “ ucapnya lirih
Benarkah seperti itu, apakah aku sedang membangun benteng untuk melindungi hatiku… tidak…tidak…
“ Tidak, aku tidak lagi sedang membangun benteng, aku hanya dalam pencarian dan apakah kita harus mencoba segalanya untuk menemukan satu yang kita inginkan, tidakkah itu namanya mempermaikan hati? Jika dari awal aku tau tak mampu memberikan hatiku untuk apa aku mencoba karena hanya akan menyisakan luka, membuat kita menjadi orang yang berbeda dan membenci “
“ mungkin luka, tapi bukan duka dan waktu akan menyembuhkannya sedangkan benci akan mencair saat kita memilih untuk dewasa dan memahami bahwa Dia bukan yang terbaik yang akan membuat kita sempurna “
Saat itu Aku tak lagi menemukan kata, ucapannya memberi warna abu-abu di keyakinanku. Memoriku terus saja mengulang percakapan sore itu. Apakah benar waktu akan menyembuhkan luka dan benci akan mencair saat kita memilih untuk dewasa? Sebagian orang yang pernah kutemui menghabiskan waktu mereka dalam kebencian dan tetap sama meski waktu telah berlalu lama, sebagian lagi menghabiskan hidup mereka dalam kesedihan karena luka yang tak kunjung sembuh. Mungkin Dia benar? karena Aku pernah bertemu orang yang hari ini menangis tapi esok kembali tertawa, pernah bertemu mereka yang saling membenci tapi akhirnya kembali duduk bersama membagi kebahagiaan. Haruskah Aku mencoba seribu untuk angka satu? Karena ini bukan seperti mencoba bersepeda, karena ini tentang hati yang terekam memori.

Rabu, 17 Maret 2010

Little Escape

Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Rahim Bumi. Dimana aku bisa melihat langit yang warnanya sama dengan hatiku, dapat mendengar detak jantung seirama dengan jantungku. Damai. Seperti Rahim Ibu yang dulu pernah menaungiku.
Tempat pelarian kecilku. Rahim Bumi. Disana tempat tangisku tumpah bertanya mengapa tak ada jalan menjadi sempurna, hidup membuatku sangat lelah dengan arusnya, memaksaku terus menggunakan sketsa wajah yang tak kukenali tapi jika aku melawannya aku tak akan pernah mampu melihat luka yang ditinggalkannya.
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Seperti Rahim Ibu. Tempatku meringkuk bersenandung tentang hidup. Tentang takdir yang cacat. Apakah aku memilih untuk lahir dari rahimnya? Jangan salah mengerti Aku tak menyesali semuanya sungguh aku hanya ingin bertanya, jika iya ini pilihanku lalu apa itu takdir? Jika hidup itu pilihan yang membawa kita pada pilihan-pilihan lain lalu dimana takdir? Jika kita mampu memilih bagaimana kematian kita lalu bagaimana takdir itu bekerja?
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Rahimku. Tempatku tumbuh, dan berakar, tempat ku tertawa dan menangis. Tempat aku memiliki aliran kepercayaanku sendiri yang mungkin dianggap sesat oleh orang lain, tapi apa itu sesat? Jika kau berada pada dunia relativitas, teori yang mengatakan bahwa dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama, mungkinkah sesat? Atau hanya cara melihat kita saja yang berbeda.
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Sebuah rahim dari harapan, pemikiran, dan tindakan.

Senin, 15 Maret 2010

Dia

langit, semua tentangku dan dia tetap berada di area abu-abu sama seperti dulu, tapi semalam menjadi jelas buatku, bahwa kami tak akan pernah bisa menemukan satu warna, karena ketidakmampuan ku memahami dan ketidakmampuannya mengerti.
aku bener-benar lelah dengan segala perasaan ini, seharusnya aku beranjak pergi meninggalkan nya dan semua memori, mencatatnya hanya sebagai sebuah kenangan.
aku berpegangan pada sesuatu yang tidak akan pernah kudapatkan, ini benar-benar bodoh. Hatiku telah dipermainkan, tapi logika tak berdaya. jika ini cinta dimana jejak kebahagiannya?
langit, seandainya Dia mengerti Aku seperti Kamu mengerti Aku, mungkin ini bukan perjalan panjang yang berjejak kesedihan.

Tapi aku selalu berharap aku mampu memahaminya dan dia mampu mengerti akan ku.

Selasa, 09 Maret 2010

apa itu cinta?

apa itu cinta? sebagaian orang mengatakan itu neraka jika mereka mencicipi kegagalannya, sebagaian orang mengatakan itu surga ketika mereka menghirup aroma memabukannya. ada ada yang bilang cinta itu gak ada, cinta hanya kata yang di puja para pujangga. terlalu banyak wajah, terlalu banyak reka.
jadi apa itu cinta?
kata percaya membuatnya berjejak dalam memori
kata memahami membuatnya ada bermateri
dan kata waktu mampu merubah warnanya, menjadi pudar atau semakin pekat.
jadi apa itu cinta?
jika kau tak mampu mengartikannya bagaimana kau mampu mengatakannya?
bagaimana kau mampu membuktikannya?

Jumat, 22 Januari 2010

haruskah berganti hati?

Langit, semua tentangku dan dia tetap berada di area abu-abu sama seperti dulu, tapi semalam menjadi jelas buatku, bahwa kami tak akan pernah bisa menemukan satu warna, karena ketidakmampuan ku memahami dan ketidakmampuannya mengerti.

Tentang Film Hari untuk Amanda

14.01.10-07.42-Kantor
Langit, kemarin aku nonton film… judulnya Hari Untuk Amanda ceritanya sederhana bukan tentang cinta yang penuh tantangan dan pembuktian tapi tentang mencari Alasan Mengapa kita memutuskan untuk berbagi hidup dengan Seseorang. Kesempurnaan akan selalu kita lihat pada dua orang, gambaran atas Keinginan dan Kebutuhan. Keduanya berbeda, Keinginan dapat membawa kita kemanapun dalam hitungan detik tanpa batas dari hiruk pikuk ibukota lalu pindah merasakan damainya dasar laut diantara terumbu karang tak ada jejak yang pasti seperti mengikuti arus angin yang berhembus yang akan meninggalkan satu bait cerita yang nanti akan tergantikan oleh bait-bait cerita baru, sangat menyenangkan tapi Dia tak mampu memberikan ukiran jejak yang berarah seperti Kebutuhan. Kebutuhan akan membuat bait menjadi prosa akar dari sebuah kisah yang akan kita tuliskan dalam buku sejarah. Tetapi Langit aku bukan ingin mengatakan bahwa Keinginan itu sesuatu yang tidak baik dan Kebutuhan adalah hal terbaik dan aku juga tidak ingin mengatakan jika kita memilih Keinginan maka bersiaplah untuk berusaha menghasilkan kebutuhanmu sendiri atau jika kau memilih Kebutuhan bersiaplah melepaskan apa yang menjadi keinginan mu, tapi aku ingin mengatakan benar adanya Kesempurnaan ada pada dua orang yaitu pada Dia dan Kamu bukan Dia dan Dia. Kita pasti tidak menyadarinya yang kita inginkan adalah refleksi terhadap diri kita sendiri, yang kita butuhkan adalah refleksi terhadap DIa yang menemanimu. Coba lihat kembali karena kita sering kali tidak mengenal diri kita dengan baik.

Rabu, 06 Januari 2010

Memahami Hati

23.35-5.01.2010
Langit, bahagia rasanya diinginkan oleh seseorang yang kita inginkan. Seperti tak ada celah untuk perpisahaan, yang ada keyakinan bahwa semua akan baik jika kami saling ada, tak pernah tersiksa sepi. Tapi perjalanan saling menemukan sepertinya hanya dalam kisah Romeo dan Juliet, jadi tak ingin percaya karena usia, karena lingkungan hingga ingin menyerah meski tak rela, kompromi, alasan yang tak berjejak dan manjadi sosok yang tersalahkan jika tak lagi mampu untuk menjalankan yang dipilih, tak mampu mempertanggungjawabkan hanya menyalahkan keadaan dan menyakitkan banyak hati. Haruskah seperti itu?
Langit, Ini bukan tentang kesempurnaan karena tak pernah ada yang seperti itu tapi ini tentang Keinginan Memahami Hati bukan Memaksakan untuk saling Mengerti yang akan berujung ketidakpedulian jika tak lagi sekata dan perpisahaan jika terus tak peduli yang hanya menyisakan sakit yang terperih.
Langit, Ini hanya hal sederhana tapi mengapa sepertinya tak mudah untuk dijalankan, menjadi utuh karena kelemahan juga terlihatkan, berbicara dengan banyak perasaan, menjadi bebas tak bertopeng. Menjadi diri sendiri.
Langit, ini hanya tentang hal Sederhana bukan Kesempurnaan, bukan tentang Memiliki tapi Keinginan untuk bersama untuk berbagi hidup karena hati telah mampu Memahami.
Bahagia diinginkan orang yang kita inginkan dan memiliki keinginan untuk memahami hati yang ingin bersama untuk berbagi tentang hidup. Meski terdengar seperti kisah yang tak mungkin, tapi aku tak akan menyerah untuk percaya, Langit.

Tak ada jalan menjadi sempurna

24.12.09-20.38 Pm.
Langit aku baru tau hari ini ternyata tak ada jalan untuk menjadi sempurna tapi banyak jalan untuk menjadi lebih baik. Kau tau langit akhir-akhir ini aku marah terhadap apa saja, semua jadi terlihat menyebalkan tak seperti yang seharusnya, termasuk marah terhapa diriku sendiri, aku jadi tak mengenal sosok dulu yang ku sombongkan, sofie yang pintar dah bisa diharapkan, memperhitungkan segalanya dan tak akan ada kejutan, semua sesuai prediksi tapi ternyata… hidup memiliki bagian yang tak bisa dikalkulasikan dengan logika dan itu adalah bagian Allah. Rahasia-Nya. seperti lagunya maliq d’essential yang telah kuyakini dulu bahwa hidup tak hanya berjalan diatas rel keinginan tapi juga kebutuhan hanya saja aku tak membuka mata hati dan telingaku hingga menyalahkan semuanya ketika sesuatu terjadi tak sesuai dengan yang ku prediksikan dan menjadi lelah terhadap diri sendiri, tak lagi menghiraukan apapun. Benar-benar menjadi orang yang menyebalkan untuk diri sendiri. Memaksa diri sendiri untuk melakukan segalanya dengan sempurna dan menjadi gila dengan kenyataan semuanya berjalan dalam ketidaksempurnaan. Ternyata tak ada jalan menjadi sempurna langit hanya ada jalan untuk menjadi lebih baik. Langit doakan aku bisa menjadi lebih baik dan melihat bukan hanya dari satu sisi, bukan hanya mendengar dari orang yang ingin kita dengar tapi dari semua orang karena itulah pelajaran yang sesungguhnya hanya tinggal menggunakan hati untuk memilih yang terbaik diantara terbaik dalam hidup yang telah Dia berikan padaku.