Selasa, 28 September 2010

akhir minggu kemarin

Akhir minggu yang menyenangkan langit, sabtu malam dengan sandal merah pinjaman dari dedek, aku bersama doggy kesayangan menyusuri jalanan Surabaya. Perjalanan satu jam ke Sedayu tak terasa mungkin karena memang ini yang kutunggu-tunggu bertemu Sahabat-sahabat Gramedia setelah hampir setengah tahun berpisah karena kami tak lagi bekerja di sana, meski tak semuanya tapi aku senang, setidaknya aku bertemu sebagian dari mereka. Jeritan Mryna membuatku tutup telinga, dia menghampiri dan memelukku setalah itu  memukul lenganku “jarene nang Jakarta tiba’e nang suroboyo” aku tertawa cekikian mendengar ucapannya “gak, aku di Jakarta cuma 2 bulan buat pendidikan, trus penempatan disini jadi sekarang disini sayang” jawabku. hai sana hai sini peluk sana peluk sini dan denger sapaan khas Surabaya "nang di ae cuk?" membuat senyumku semakin lebar.
Tanpa komando dan tanpa permisi dari tuan rumah kami langsung menyerbu makanan yang tersedia dan mulai membuka percakapan dengan membongkar memori lalu.
“satu hal yang kuingat dari kamu fie” ucap Sekek “kata-katamu itu yang langsung nusuk di hati”
“ah masa sih?” ucapku membela diri
“iya” jawab fala dan moli sengit
“aku masih ingat banget tuh waktu training gak kenal gak apa tiba-tiba kamu ngomong gini ‘mbk, kalau seperti ini bikin bingung, kamu tau mana buku yang sudah selesai di display dengan yang belum kalau bertumpuk seperti ini. Pasti bingung. Kalau sudah selesai didisplay dan masih banyak sisa bukunya masukin ajah ke kardus kemudian bikin catatan biar tau buku apa saja di dalam kardus itu’ kamu tau dalam hatiku denger kamu ngomong gitu ‘jasik, sopo kon ngongkon-ngongkon’”
“haha.. ya ya aku ingat itu waktu persiapan soft opening tokokan”
“iyah, kamu tuh jarang ngomong tapi sekalinya ngomong langsung nancep di hati” ucap fala
“gak ah biasa ajah” bela diri lagi
“biasa ajah gimana, kamu tau anak-anak baru yang kamu training bilang gini ‘mbk sofie nyuruh keliling-keliling toko ajah dari kemarin, gak disuruh kerja, jadi capek dan bosan’ tapi mereka gak berani bilang sama kamu, mereka sampai takut ngomong sama kamu” moli menambahi
“hahaha… masa sih… yah wajar lah anak baru gak mungkin langsung kerja, pasti pengenalan toko dulu lah, kita ajah yang berbulan-bulan kadang masih bingung nyari buku apa lagi yang baru, gimana bisa melayani customer kalo gak ngerti toko sendiri” lagi lagi bela diri dari aku
“jadi sekarang, aku bilang sama anak baru ‘kalian masih mending aku yang ngajari, kalau kalian ketemu sofie em.. bisa sakit hati kalian’” ucap sekek dengan sumringah dikuti tawa anak-anak
“what? Pencemaran nama baik ituh”
“satu lagi, kamu tuh biang keributan yang gak kelihatan dan yang kena selalu aku” ucap sekek
Untuk yang satu ini aku gak bisa mengelak Sekek (nama aslinya Anita) ini adalah teman baikku dalam hal memberontak kebijakan toko, bedanya adalah cara kami memberontak, kalau Sekek dengan perkataan kalau aku dengan perbuatan. Pernah satu kali kami protes mengenai jadwal ketika Sekek beradu mulut dengan Supervisor kami tentang jadwal yang gak adil, aku asik mencoret-coret jadwal yang terpasang di papan lalu pulang begitu saja, besoknya jadi heboh seisi kantor dan ada ancaman SP di papan pengumuman “JADWAL ADALAH HAK SUPERVISOR UNTUK MENGATURNYA. SEMUA HARUS DATANG SESUAI JADWAL JIKA ADA PELANGGARAN AKAN DIBERIKAN SURAT PERINGATAN”

“la kamu suka banget bertengkar sama orang, mending kayak aku, gak suka yah mangkir, hehehe… lagian gak adil banget bikin jadwalnya, ya udah ku coret-coret ajah tuh papan”
Cerita tak berhenti sampai disitu saja karena ingin meneruskannya dan tak ingin pulang akhirnya kami memutuskan untuk buka kamar di IP sampai jam 11 esok hari baru kami pulang kerumah masing-masing. entah kapan lagi bisa berkumpul ku harap secepatnya.

Jumat, 24 September 2010

Tepat buatku

Benar itu relatif begitu juga dengan salah
Cantik itu relatif begitu juga dengan jelek
Cinta itu relatif begitu juga dengan benci

tapi....
Kamu bukan relatif
Kamu itu 'tepat'
dan 'tepat' buatku bernilai mutlak

Kau harus tau 'tepat' itu berarti tak ada yang mampu menggantimu dihidupku.


ingin mendengar kata-kata ini suatu saat nanti

Life must go on

Banyak orang yang mengatakan 'Hidup harus terus berjalan" tapi akan selalu ada bagian dari kita yang  tertinggal di masa lalu. Dia terkadang menyapa dalam bentuk rindu dan... terkadang kesedihan. tapi apapun itu harusnya kamu mengerti bahwa itu hanya cerita di masa lalu.

Kamis, 23 September 2010

menjadi tau

Melihat buku-buku yang bertumpuk, catatan - catatan yang beralih tangan, manusia - manusia yang berdiskusi di lorong - lorong kampus, papan - papan pengumuman yang berisi nilai - mata kuliah - aktivitas - aktivitas kampus dan yang lainnya menyisipkan rasa takjub dihatiku.

Buatku manusia terbaik adalah manusia yang tak pernah berhenti belajar, kepintaran bukan tujuan utama tapi menjadi tau adalah impiannya.

05.00 am to 09.00 pm and Mama

05.00 am to 09.00 pm, kurang lebih itu jadwal baruku, 15 jam'an diluar rumah. Lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah mengingatkanku pada pesan Mama dulu saat aku sudah mengenal kata "Ma, aku pulang telat yah" atau "Ma, aku gak pulang".

Pesan yang sederhana dan satu-satunya tidak ada lagi setelah itu.
"Mama gak bisa untuk selalu cek apa yang kamu lakukan di luar, baik atau buruknya apa yang kamu lakukan di luar sana kamu yang paling tau. Kamu berbohong sama Mama atau enggak juga gak bisa Mama pastikan. Tapi satu yang harus kamu ingat baik dan buruk akan kembali ke kamu. kalau baik berarti itu bagus buat kamu, tapi kalau itu buruk maka kamu yang akan rugi sendiri. kalau hal itu memalukan, Mama sama Papa hanya malu sebentar karena sisa waktu kami juga sudah tidak banyak lagi sedangkan kamu, kamu akan menanggungnya seumur hidup dan mungkin ini juga berdampak sama keluarga barumu nantinya. Jadi pertimbangkan baik-baik dulu apa yang akan kamu lakukan untuk hidupmu"

Sederhana tapi itu yang membuatku selalu berpikir dua kali sebelum melakukan sesuatu dan dari kata-katanya aku tahu aku adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap diriku sendiri bukan orang lain jika terjadi sesuatu hal yang tidak baik dan Mama percaya padaku bahwa aku mampu mengambil keputusan untuk diriku sendiri.


Love U Mom ^-^
Tak pernah ingin mengecewakanmu

Sabtu, 18 September 2010

letih dan biru

Sebenarnya letih yang membuat hatimu biru atau hati birumu yang membuat mu letih? Ini yang sedang ku tanyakan pada diriku. aku tak lagi fokus, tak mampu mengartikan rasaku dengan benar, tak mampu menguraikan pikiranku dengan tepat karena hatiku yang sedang biru atau mungkin karena ragaku yang letih.

Jumat, 17 September 2010

aku suka...

aku suka berbicara hak daripada kewajiban
aku suka lari dari tanggung jawab
aku suka bersembunyi dari dari masalah
aku suka dibantu daripada membantu
aku suka memuji untuk satu tujuan pribadi
aku suka bercerita satu kebohongan
aku suka tersenyum menghina
aku suka mentertawakan kemalangan orang lain
aku suka memberi hal yang tak kusuka
dan
aku suka saat menemukan kenyataan bahwa banyak orang yang sepertiku

Sekolah

Mengisi paru-paruku lagi dengan udara kampus, menyenangkan rasanya setelah 4 tahun tertunda. Membaca kitab suci anak-anak pemasaran, Kotler, mengingatkanku pada masa-masa kuliah D3 dulu dimana banyak cerita terukir yang meninggalkan rasa rindu saat ini.

Sekolah buatku bukan hal yang mudah, tidak mudah dari segi otak kecilku tapi juga uangku yang pas-pasan.
aku adalah satu dari sekian ribu orang yang sadar bahwa beasiswa prestasi itu bukan untuk manusia yang punya otak sepertiku.
aku adalah satu dari sekian ribu orang yang sadar bahwa sekolah itu mahal harganya.
tapi aku juga adalah satu dari sekian ribu orang yang sadar bahwa menjaga semangat dan bersabar dengan waktu adalah hal terbaik yang bisa kulakukan untuk mewujudkan keinginan bersekolah menjadi nyata dalam hidupku.

Terimakasih Allah, untuk semuanya
16.09.2010/Maghrib

Kamis, 16 September 2010

Cantik, Hati-Hati

Kamu tak perlu cantik untuk merasa cantik terlebih saat mencuat fakta bahwa kecantikan itu tidak ada standarisasinya. Jangan bingung saat ada yang bilang cantik itu dari dalam atau cantik adalah fisik yang enak dilihat. gak perlu besar kepala saat ada seribu orang yang bilang kamu cantik dan gak perlu berkecil hati ketika ada satu orang yang bilang kamu tidak cantik yang harus kamu perhatikan dan camkam dengan benar adalah kamu harus berhati-hati agar tidak tertipu dirimu sendiri saat kamu mengucapkan kata "aku cantik" saat becermin. ^-^

Jadi jangan tertipu diri sendiri yah. :P

cerita hari raya

Weeeh.. langit aku lupa menceritakan padamu tentang hari rayaku emm… gak ada yang special sih cuma bagi-bagi duit sama anak-anak kecil di kampungku, makan ketupat yang ada sambal teri kacangnya (yummy yummy yummy), kue-kue lebaran yang bisa jadi camilan sepanjang hari tanpa harus takut batal puasa, saudara yang jam 3 subuh datang dari Jakarta, keliling kampung untuk mencicipi kue-lue unik sekaligus meminta maaf atas semua salah dan sebagainya.

Yang special mungkin satu, lebaran tahun ini pertama kali ku rayakan tanpa Kakak dan Adik karena mereka lagi mengunjungi keluarga besar kakak iparku di Pacitan. Awalnya sih seneng Langit karena itu artinya aku bisa menguasai semua makanan yang dibuat special oleh si chef keriting tanpa harus berebut tapi ternyata aku menemukan fakta bahwa jadi anak tunggal itu tidak menyenangkan. Gak ada yang bisa diajak berantem, gak berebut apapun dan gak ada ritual tolak-tolakan kerjaan yang dikasih Si keriting. Tapi mau gimana lagi gak mungkin banget ikut ke Pacitan, kasihan Si Kriting dan Si Gaek (red : Mama dan Papa) dunk berdua ajah di rumah, jadi deh tinggal di Surabaya yang sepi karena penghuninya juga banyak yang pulkam.
Setelah keliling ke tetangga yang gak mudik, si Kriting nyuruh aku jadi ATM buat anak-anak kecil yang silih berganti datang ke rumah, “minta sama tante yah?” si keriting berbicara santai sambil menunjukku, what!!! TTTAAANNNTEEE!!! yang bener ajah, aku se angkatan sama anak-anak kecil itu cuma beda beberapa belas tahun ajah kok harusnya gak usah dipanggil TXXXX,catat yah Ting hal ini akan masuk ke evaluasi lebaran agar tahun depan tidak terjadi lagi.
Berhubung aku di rumah sendirian, akhirnya Si Kriting mengabulkan proposal THR ku, awalnya 2 juta tapi di hilangkan 2 nolnya jadi deh cuma 20 ribu tapi gak apa-apa yang penting dapat walaupun kalau dipikir-pikir ini sebagai ganti rugi karena ketupatnya habis di makan si Kriting dan Si Gaek, mereka makan lebih dari 5 piring hanya dalam satu hari dan aku cuma 2 piring, ckckc… kalah deh, gak sesuai dengan spiritnya Idul Fitri, Kemenangan ^-^
Bagaimanapun langit, hari itu adalah anugrah apapun cerita di dalamnya. :D lovely day.

Selasa, 14 September 2010

pilih suasana hatimu

"kesedihan itu indah, siapa yang percaya?" itu status fb-ku kemarin, seorang sahabat baik dari medan, Yopi, mengomentarinya "Esok hari pasti menerbitkan angin segar, mengusir semua kesedihan, dan menggantinya dgn keceriaan.." lalu kukatakan padanya "malam membuatnya tak kekal yopi" lalu dia menjawab sesuatu yang membuatku berpikir kembali


aku telah melupakan sesuatu, mungkin kita berpikir bisakah kita mengatur perasaan kita? jika sedih yah sedih jika bahagia ya bahagia. kita tidak bisa mengatur perasaan yang timbul di hati kita, tapi kita bisa memilih mendominankan suasana hati yang buruk atau meminimalkannya, dan tak seharusnya aku mendominankannya karena banyak hal yang harus kusyukuri dalam hidup.


"ketika malam tak pernah mengekalkan siang, ketika cerita silih berganti maka pastikan warna langitmu"

bolehkah aku pergi dariMu


Ya Allah, akulah hambamu yang selalu bersembunyi dibalik kata khilaf atau lupa, hamba yang mengagungkan kalimat “hamba adalah manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa” untuk menghalalkan segala salah dan dosa hamba. Hamba adalah hambamu yang sangat percaya bahwa Engkau Maha Memaafkan dan Mengampuni Segala Dosa dan memanfaatkan kemahaan itu untuk mengulangi kesalahan dan dosa-dosa hamba. Hamba adalah hamba yang tak memberikan Hak Mu sepenuhnya ketika saatnya sujud, ketika saatnya bersyukur, ketika melafalkan namaMu, ketika menjalani hidup.
Hamba malu jika harus memohon ampunanmu lagi, hamba telah mempermaikanMu, hamba telah menyakitiMu, hamba terus memintaMu untuk mengerti hamba tapi tak pernah sekalipun hamba mencoba untuk mengertiMu.
Apa yang harus hamba lakukan, hamba tak ingin terus menyakitiMu. Bolehkah hamba pergi dariMU, biar hamba tak terus mengulanginya lagi? Agar hamba berhenti membuatMu kecewa?

skeptisku akan kata maaf

aku berpikir kenapa aku harus berpikir. Otakku bekerja berlebihan, hatiku menambahkannya, perhitungan 1 + 1 tidak lagi menjadi 2, mempertanyakan hal-hal remeh membuatku terlihat semakin konyol saja.

Seperti kemarin, melihat banyak orang yang sibuk bertanya “ada kata-kata bagus gak untuk mengucapkan maaf dan selamat idul fitri?” membuatku berpikir kenapa kita harus merangkai kata untuk meminta maaf? Bukankah meminta maaf adalah hal yang paling susah sesusah mengucapkan terimakasih, di titik ini aku bertanya “apakah kita benar-benar meminta maaf?” atau “mungkin kita meminta maaf pada orang-orang yang memang tak berseteru dengan kita? jadi hal itu menjadi mudah”.
Skeptis? Manusia yang mengabaikan niat baik? Yah… itulah aku.
Banyak sekali Pesan-pesan singkat atau email-email yang sama yang hanya diganti nama pengirimnya saja, sebegitu pentingkah kata indah? Kupikir hanya sebaris kalimat “aku minta maaf, fie” lebih indah dari apapun karena ada kata “Aku” dan "Fie" sebuah nama yang disebutkan.

Apakah pikiran ini berlebihan? Jika jabatan tangan, pelukan, atau ucapan yang menggambarkan dengan jelas tentang kalimat “maafkan aku atas segala salahku” tidak bisa dilakukan karena jarak atau nominal pulsa yang tak mencukupi dan hanya ada pesan singkat setidaknya sebutkan namaku dalam pesan singkat itu.

Aku tak pernah ingin kata maaf yang terangkai indah hanya sebagai penghias di hari yang fitrah ini.

Rabu, 08 September 2010

Maaf



Lihat Kartu Ucapan Lainnya
(KapanLagi.com)

Senin, 06 September 2010

setelah hujan

menghilang suram
aroma tanah  yang menyerbak menemani langkahku
cermin sudah menjadi keping sekarang
bayangan menjadi teman yang tak hanya sekedarnya
mengukuhkah bahwa perjalan ini semakin dingin untuk jiwa ini

Minggu, 05 September 2010

monas, kemayoran, kota tua

setalah seharian berkutat dengan angka -angka ajaib akhirnya aku bisa jalan-jalan melihat kota jakarta yang sedikit lenggang . setelah makan di dekat Sarinah anak-anak memutuskan untuk ke melihat Monas  saat malam. nyaman itu yang kurasakan mungkin karena luasnya membuat ku lega bernafas.  tapi entah kenapa aku malah berpikir  lahan seluas ini harusnya bisa lebih produktif,  si endhar mengelangkan kepala saat kuucapkan pikiran itu "dasar orang ekonomi, gak bisa melihat lahan nganggur dikit udah gatel pengen bangun gedung" aku tertawa, aku tidak sedang membayangkan membangun gedung tapi aku merasa tempat ini harusnya bisa lebih produktif bukan hanya sekedar melihat monas.

setelah beberapa lama disana perjalanan berlanjut mencari kerak telor, seorang teman dari makasar penasaran ingin mencobanya,  aku juga  penasaran, akhirnya kami menemukannya di daerah  kemayoran, cukup jauh tapi  tidak ada pilihan tempat lain, si sasa yang jadi tour guide hanya tahu  tempat itu untuk mencari kerak telor, kami menemukannya di depan PRJ persis, sibapak inilah yang menuntaskan rasa penasaran kami. akan kerak telor, rasanya menarik buatku membayangkan bahwa dahulu makanan inilah yang menjadi favorit nenek kakek kita pada jamannya, sayangnya warisan kuliner ini tidak lagi dilirik generasi fastfood  saat ini dan akulah salah satunya. tapi kita akan bahas soal sejarah di entri lainnya.

karena malam masih terlalu panjang kami menyusuri kembali  ibukota yang terlihat berbeda, jauh dari kata macet, dan mobil kami berhenti di Kota Tua. aku suka sesuatu yang berbau kuno. terutama rumah, karena selalu terlihat 'adem' untuk di jadikan tempat tinggal. kupikir disana sepi, tapi ternyata rame, penuh sesak, banyak yang menjual aksesoris yang beraksen tempo dulu, ada sepeda antik, topi orang belanda, dan catur emm... meski aku gemar bermain catur tapi dengan duit enggak deh... menyusuri kota tua Nunk dan Ndaru berhenti di tempat meramal, mereka penasaran dengan yang satu ini. aku selalu tertarik dengan ramalam, mengagumkan melihat orang dengan yakin mengatakan sesuatu tentang masa depan. tapi aku tak terlalu memperhatikan karena ada sesuatu yang membuatku tertegun ketika menyadari kata yang tertulis di gedung ini.Bar jika satu artinya akan menyenangkan tapi

tapi jika di gandakan artinya akan berkebalikan. sepertinya  semua memang seperti itu jika digandakan akan selalu tidak baik jadinya. Nunk membuyarkan lamunanku dan mengajak untuk balik ke hotel. Akhirnya kami memutuskan untuk balik ke hotel, sudah jam satu lebih besok masih ada angka-angka ajaib yang harus di temukan dan membiarkan kaki ini beristirahat.

Senang melihat jakarta dari sisi lain, gak sabar dengan trip berikutnya. ^-^




Sabtu, 04 September 2010

this smile


Senyum manusia-manusia inilah yang membuat apa yang kulakukan semakin ringan. Undangan Rekonsiliasi audit datang dikamis sore, ketika ku sudah bersiap untuk pulang, isinnya tentu saja tentang penyelesaian data penjualan yang berbeda dengan data rekan-rekan audit, bukan auditnya yang membuat keningku berkerut tetapi tanggal pelaksanaannya, 3 hingga 6 September 2010 di Jakarta, ditanggal-tanggal yang seharusnya sibuk dengan persiapan hari raya atau ritual mudik dan dikota yang baru saja minggu lalu ku ucapkan selamat tinggal.


Di wajah-wajah itu memang ku temui rasa lelah tapi itu tak berarti apa-apa karena mereka tetap bersemangat menyelesaikan tanggung jawabnya, tak kudengar keluh hanya canda sepanjang hari walau tak menemukan titik terang dari semua selisih.


kata-kata ini muncul ditengah-tengan keseriusan kami memecah teka-teki angka
"bagaimana kalau kita naik roller coaster dulu 3 kali, mungkin ajah kan tiba-tiba muncul angkanya?"
"gimana kalo rapatnya di pindah di Bunaken, sambil menyelam minum air"
"jadi pengen belanja angka..."
"ternyata malam pertama sakit yah" mendengar kata-kata terakhir membuat angkaku berantakan, inikah efek angka-angka ini? jika iya aku harus cepat menyelesaikannya biar efeknya tak bertambah parah, setidaknya gak perlu ke dokter cukup dukun.


^-^ just smile make everything gonna be okey, banzai..

Kamis, 02 September 2010

Bagaimana bisa kau tak marah?

Bagaimana bisa kau tak marah? tanyanya
Aku marah sangat marah, tapi menunjukannya dengan caci maki bukanlah yang terbaik. Aku membenci perbuatannya tapi aku tak bisa membenci dia, karena dia adalah salah satu orang yang kusayang. Bagaimanapun pada akhirnya dihadapan Allah kami akan mempertanggung jawabkan ikatan kami.
Aku bisa bayangkan Allah bertanya padaku “Mengapa kamu tidak berbuat baik pada dia?”
Lalu ku jawab “karena dia telah berbuat tidak baik padaku, ini balasannya”
Kemudian Allah bertanya lagi padaku “ingatkah kamu, ketika kamu lemah dulu, ketika tanganmu belum mampu kau pergunakan secara sempurna, dan kau hanya bisa menangis, dialah yang berbuat baik padamu? Jika kau tak mengingatnya, apakah kau tak ingat padaKu? Bukankah dalam kitab dan seribu kisah manusia telah tertulis bahwa Keburukan sepatutnya dibalas dengan Kebaikan karena itu adalah perbuatan yang paling Ku cintai, karena dengan itulah kau akan menyelesaikan masalah bukan mewariskannya pada masa depan. Tidakkah kau percaya dengan kuasaKu? Aku akan selalu berbuat adil padamu, segala hak yang diambil darimu akan Kukembalikan padamu, tak akan ada yang terlewat walupun itu hanya serupa duri.”
Lalu apa yang harus kukatakan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan semuanya. Aku tak akan punya kata lagi selain malu karena meragukanNya. Inilah mengapa aku tak menunjukan marahku dengan caci maki tapi dengan mengasihinya.

Membenci

Pernah kau membenci seseorang dengan sangat, hingga ada ucapan sampai matipun tak akan pernah kumaafkan? Siapa tak pernah sakit hati, tapi pilhan membenci seperti itu bukanlah hal yang paling tepat menurutku. Sebagian teman mengatakan “mudah fie untuk dikatakan tapi jika kau sudah merasakannya, kamu pasti berpikir lain”.
Aku tak mengatakan ini akan mudah karena ini tentang hati yang tersakiti, aku hanya ingin katakan akan selalu ada sisi baik dalam kejahatan dan akan selalu ada sisi jahat dalam kebaikan. Jika kau menemukan orang melakukan hal jahat terhadapmu berpikirlah tentang kebaikan orang itu jika kau tak menemukannya berpikirlah bahwa hal ini baik buatmu untuk lebih kuat dalam menjalani hidup, agar lebih berhati-hati dan tak melakukan hal yang sama pada orang lain.
Aku terus belajar untuk tidak membenci orangnya tapi membenci perbuatannya. Ini akan menjadi peringatan keras buatku untuk tak melakukan hal yang sama terhadap orang lain, jika aku memilih membenci orangnya akan selalu ada kemungkinan aku lupa dan berbuat sama pada orang lain. Aku tak inginkan itu.

Senin, 30 Agustus 2010

hanya se...

hanya sebuah kata
hanya sebaris kalimat
hanya secarik cerita
tentang kita yang pernah bersama
kau tau?
banyangan pertemuan adalah sebuah kenangan
tak terelakan.
tapi...
tak ada yang salah dengan semua itu
karena ini hanyalah sebuah perjalalanan dengan beribu cerita
dia yang pergi akan terganti tapi tak akan pernah terlupakan selalu dalam memori.
aku kangen kalian

love for you

Kamis. 17 Mei 2007

Seharusnya kuucap rasa syukur

Menemukan diriku, bersama anak-anak yatim piatu membuatku mengerti kata-kata dari seseorang relawan kapal mavi marmara, dia mengatakan “Tanah Palestina tidak membutuhkan kita, mudah bagi Allah untuk membuat semuanya baik, kita yang butuh Palestina, kita yang butuh dicatatkan sebagai pejuang di jalan Allah, untuk perdamaian”
Aku tak sedang membicarakan mengenai agama ataupun politik, buatku segala bentuk penjajahan tak seharusnya ada. Aku hanya ingin merefleksikannya kata-kata itu terhadap diriku sendiri, memperluas inti dari kalimat itu. Hidupmu bukan untuk siapapun tapi untuk dirimu sendiri, kau adalah inti dari hidupmu, yang lain hayalah tetangga yang memiliki inti hidup sendiri, segala hal yang kau lakukan hanya untuk dirimu. Apakah ini yang dikatakan egois, buatku bukan, ini bukan seperti mendahulukan kepentingan pribadi tapi lebih kepada memenuhi kebutuhanmu untuk memahami hidup, mengapa? untuk apa? dan kemana semua ini berjalan?
Kata-kata itu membuatku mengerti, anak-anak ini tak membutuhkanku untuk bertahan hidup, tapi aku yang membutuhkan mereka untuk bertahan hidup. Aku membutuhkan mereka untuk mengerti dan menghargai hidup yang telah aku miliki. Aku selalu mengeluh bahwa hidup tak sejalan dengan inginku, merasa tidak beruntung karena rasa sakit yang membuatku membenci, marah jika tak sesuai dengan caraku, seribu hal baik tak terlihat ketika ada satu hal buruk yang menggangu hidupku. Segala hal negatif itu pupus ketika kulihat wajah-wajah mereka, aku diperkenalkan kembali dengan rasa syukur, keluargaku memang tak sempurna, sakit teramat sangat dan bahagia yang terkira adalah dari mereka, tapi aku masih memiliki mereka, aku punya rumah untuk pulang, hidupku tak seadanya karena aku bisa menentukan merk pakaian apa yang akan kukenakan, makanan apa yang akan kumakan, liburan kemana akhir minggu ini, memilih barang elektronik yang paling canggih. Tidak seperti hidup mereka yang apa adanya dan memanggil orang lain sebagai ayah dan ibu mereka.

Sudah seharusnya kuucap rasa syukur terlebih dahulu baru mengeluh.

jadi katakan saja

Jangan membentak, aku punya dua kuping untuk mendengarkanmu


Jangan memaki, aku punya hati dan pikiran untuk memahamimu

Jadi katakan saja dengan kata yang kau punya untuk menggambarkan apa yang kau rasa tanpa amarah

Batasan Marah

Ini sebuah kebiasaan buruk, aku mengabaikannya begitu saja dan menghapusnya dengan mimpi indah. Tapi ini seperti mercon kecil yang dikumpulan jadi satu, kupikir aku sudah melupakannya tapi ternyata itu tersimpan rapi di alam bawah sadar dengan baik, hanya menunggu waktu untuk muncul kembali, satu pemicu saja akan membuat mercon-mercon kecil itu meledak secara bersamaan seperti bom dan membakar segala sesuatu di dekatnya. seperti kemarin dan sekarang aku lagi belajar membuat batasan marah, kapan harus kukatakan kapan harus kulupakan, semoga bisa lebih baik.

Minggu Sibuk

Minggu yang sibuk, maaf blog tak bisa menyapamu. Workshop membuatku harus bertahan lebih lama di kantor, sebagian acara buka bersama harus ku balas dengan kata maaf, rapat satgas untuk hari raya, menolak acara ke kesambon, membantalkan acara dengan temen-teman kuliah dan anak-anak stren kali serta perjalan dinas ke jakarta. sepertinya minggu ini juga akan lebih banyak acara lagi baru duduk saja sudah ada udangan untuk hari selasa dan rabu jadi mungkin minggu ini juga akan lebih sering tidak menyapamu, maaf yah.


Rabu, 25 Agustus 2010

Gila, Kesempatan, Jodoh

GILA
“Gila ritual perjodohan ini bener-benar menggelikan, seperti men-skip rahasia alam tentang jodoh, kenapa kita tak menunggu saja alam memberikan tandanya tentang someone special in your life, menunggu yang terbaik untuk menikmati jantung yang berdebar saat merasakan reaksi kimia alami mengembang di hati kita”

KESEMPATAN
"Itu bukan gila, itu namanya memberikan kesempatan, kesempatan untuk saling mengenal"

BUKAN KESEMPATAN TAPI GILA
"Ini bukan kesempatan ini melebihi batas, kalian ingin mengatur dengan siapa aku bersama?"

INI KESEMPATAN TIDAK MENGATUR DAN BUKAN GILA
"Ini bukan mengatur dengan siapa kamu bersama, hanya memberikan kesempatan kalian mengenal dan ini bukan gila, kamu masih punya pilihan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan perjodohan ini. apa yang salah? kamu bisa melihatnya sebagai cara lain dalam menemukan pasangan hidup, ingat banyak jalan menuju roma. kalau cocok biasa kamu lanjutkan kalau tidak minimal temanmu bisa bertambah"

INI GILA INI MENGATUR BUKAN TENTANG KESEMPATAN INI PERJODOHAN BUKAN TRAVELING
"Roma? ini bukan traveling dimana kamu bisa singgah di satu tempat kemudian pindah ketempat lain. aku gak takut dengan ini, bukan juga tentang rasa malu karena perjodohan selalu dikaitkan dengan ketidakmampuan mencari pasangan hidup. tapi ini benar-benar diluar batas, ini mengatur hati.


Okey... okey STOP gimana kalo kita ambil jalan tengahnya hati dan pikiran, anggap ini sebagai opsi lain dari opsi-opsi yang sudah ada, bukan harga mati, masih bisa ditawar, okey...

Sarjana pasti lebih baik, nah loh... Part 2

Sedikit Capture comment status FB tentang kejadian kemarin sore yang bikin aku jengkel. semuanya menyuruh ku sabar kenapa gak ada yang nyuruh ku berantem yah? apa karena ini bulan puasa? ^-^

kalau di inget-inget lagi agak lucu juga, aku gak marah hanya jengkel buktinya aku tetap acuh sama dia dan memperkenalkan diri mencari tau memang apa bedanya sarjana dan bukan sarjana? ada perasaan kasihan saat itu dan pertanyaan berapa banyak yah musuh orang ini karena kata-katanya? :P

aku hanya tau, ketika kamu bisa respect sama orang lain berarti kamu respect sama diri kamu sendiri itu yang artinya dia gak bisa respect sama dirinya sendiri buktinya dia gak respect sama orang lain. dan untuk mendapatkan respect kamu harus memberikan respect terlebih dahulu. kenyataannya kita memang dilahirkan berbeda tapi jangan itu dijadikan pemisah, tapi pelengkap hidup. gak ada orang yang bisa hidup sendiri. aku respect terhadap dia. karena aku ingin hidup lebih baik, dengan berpikir lebih baik, mungkin karena ini yang bikin aku tetap acuh sama dia.


Perkenalkan, fie, lulusan D3 - Marketing Unair. Dan aku bangga dengan gelar Ahli Madya Ku. *-*

Selasa, 24 Agustus 2010

Sarjana pasti lebih baik, nah loh...

ah... benci... ketemu manusia yang masih mendeskriminasikan manusia lainnya karena pendidikan. dengan entengnya bicara "oh... kalo Sarjana pasti lebih baik, karena pendidikannya lebih lama". rasanya mau uch...

Sauh pada masa lalu

Bukankah kita telah mengangkat sauh yang tertambat pada masa lalu dan memaafkan segala sesuatunya. lalu untuk apa kau ungkit lagi? membuatku ku merasa kita tak pernah benar-benar beranjak dari kisah itu. kau dan aku mengerti memaafkan tanpa melupakan adalah kesiaan. kau benar ketika kau bilang untuk membangun masa depan kita harus belajar pada masa lalu, tapi bukan seperti ini, mengungkitnya dan mengatakan lagi siapa yang bersalah atas semua ini.

Kasihan atau Peduli

tak sampai selangkah jarak beda antara kasihan dan peduli
salah satu diantaranya menyedihkan diantara yang lainnya, bagiku

Jumat, 20 Agustus 2010

iseng foto-foto karena pusing

lagi iseng foto-foto karena pusing dengan setumpuk laporan yang wajib diselesaikan. inilah meja kerja ku, simple dan paperless loh karena emang sedikit sekali hal yang harus dicetak kebanyakan laporan dalam bentuk Soft File dikirim lewat email. kerjaan baru yang menyenangkan, Keuangan, karena sebelumnya di bagian Promosi dan Sales. Membuat laporan sales setiap bulan lengkap dengan grafik dan monitoring pergerakan stock serta anggaran adalah hal wajib.  Biasanya yang bikin otak kram adalah kalau laporan system tidak sesuai dengan pencatatan manual maka harus dicek hari per hari, produk per produk, dan wilayah pemasaran yang meliputi Jatim - Bali - Nusa Tenggara nah loh... gak usah dibayangkan... cukup berdoa saja bahwa tiap bulan gak ada yang selisih walaupun sampai hari ini doanya belum terkabul   T.T   (hehehe...mengenaskan)  seperti sekarang ini harus koreksi kerjaan tahun buku 2009. setelah di cek banyak banget selisihnya, capture ini cuma seperkiannya dari satu plant saja sedangkan plantnya ada.. em.. hahaha gak usah dikalikan deh tambah bikin pusing.
di meja kerja ini juga bayak tulisan-tulisan di buat untuk blog ini. contohnya hujan biru kemarin dan tulisan ini, salah satu cara biar otak ku fresh kembali selain ngejail'in temen-temen kerja yang lain. ^-^

Kamis, 19 Agustus 2010

Membatasi Keyakinan

Seorang sahabat menggugat hidup “kenapa sih, Tuhan selalu mengambil orang-orang yang kusayangi dan hal-hal yang kucintai? Apakah Dia tidak tahu, aku telah belajar menghargai apa yang aku miliki, menjaganya, harus berapa kali lagi aku harus kehilangan agar Dia yakin aku telah belajar. Aku gak sanggup menjalani rasa sakit ini lagi. Kenapa dia tidak membiarkan aku mati saja, meski mungkin aku tidak bahagia ketika mati setidaknya aku tak perlu merasa sakit lagi akan kehilangan” kau bertanya dalam keputusasaan dan kemarahan.

Aku menjawabnya dengan menyadur kata-kata orang bijak yang sering terdengar untuk membuatmu lebih tenang “Karena kamu istimewa dimata Tuhan. Dia melihatmu mampu menjalani semuanya”

Kau tertawa kecil, tawa yang miris kudengar “aku tak butuh dilihat istimewa, kenapa Dia tidak melihat orang lain saja yang mampu menjalaninya, mengapa harus aku? Mengapa harus berkali-kali kehilangan?” suaramu melirih

“entahlah, yang aku tahu tak ada yang melebihi batas kemampuan kita, tentang mengapa kamu dan mengapa harus berulang kali, aku tidak punya jawabannya”

Percakapan lama yang masih menyisakan pertanyaan dihatiku hingga kemarin dalam ketidaksengajaan menonton sekilas Para Pencari Tuhan ketika bang Jek berkata “cobaan itu ada untuk melihat seberapa yakin kamu dengan dirimu mengenai Tuhanmu?”, aku menemukan jawabannya, jawaban yang paling sederhana yang bisa kupahami.

Mengapa aku?
Kau tau kan kau adalah mahkluk ciptaan Tuhan, siapa yang paling memahami dirimu jika bukan Tuhanmu, Dia tahu detail kelemahanmu dan sangat tau seberapa besar kekuatanmu, yang tak akan mampu kau reka karena Dia yang menciptakanmu. Jadi tak perlu ragu, tak ada masalah yang melebihi batas kemampuan kita.

Mengapa aku diberi cobaan?
Untuk melihat sekuat apa keyakinanmu, untuk menghilangkan segala keraguanmu akan keberadaan Tuhanmu, untuk membuatmu mengerti Dia selalu memberi yang terbaik untuk kita.

Lalu mengapa harus berulang kali?
Aku tak punya penjelasan untuk ini, tapi aku punya pertanyaan, mengapa kau memberi batas waktu untuk keyakinan akan Tuhanmu? Ketika kau menghitung rasa sakit bukankah itu artinya kau membatasi keyakinanmu?

Hujan Biru

Sisi kanak-kanakku kini merindukan keceriaan hujan setelah sekian lama dia bergeming. Di tanganku yang penuh dengan tinta diletakannya crayon warna-warni

“untuk apa sayang? aku sudah lupa bagaimana menggambar, menyusun komposisi warna yang apik, membuat bentuk yang simetris”

Kau tak acuh dengan pertanyaan dan peryataanku.

“apa yah warna hujan yang bagus?” tanyamu

“hujan itu tidak berwarna, dia transparan, sama seperti a…” belum selesai penjelasanku kau telah memekik kegirangan menemukan warnamu

“aku mau warna biru, biar warnanya seperti laut, jadi kalau banjir asik, pasti nanti banyak ikannya, kan seperti laut” kau melihatku dengan mata bulat yang berbinar.

Aku terdiam.

Kemarilah sayang, mendekatlah, biar kupeluk dirimu lebih erat lebih dekat hingga tak ada ruang antara kita, agar segala sesuatunya terlihat indah, seperti melihat bumi sebagai tempat terindah untuk berkelana, sepertimu, seperti aku ketika kanak-kanak dulu.

Rabu, 18 Agustus 2010

Bosan, remote.

Memainkan remote kontrol TV, memindahkan satu channel ke channel lainnya, bosan akut. Banyak yang ingin ditulis tapi tak kunjung menemukan kata pertama untuk memecah cerita jadi tak acuh dengan lattop yang terus menyala.
Ini hanya beberapa detik tapi cukup untuk membuatku berhenti memainkan remote kontrol ada sesuatu yang menarik perhatianku saat menekan angka 2 untuk ANTV, seseorang sedang berteriak menantang seseorang. Aku penasaran dengan apa yang terjadi, ternyata melihat orang yang akan berkelahi mampu mengusir rasa bosanku pantas saja semua channel tayangannya tak jauh-jauh dari konflik dan intrik, meski hidup sudah penuh dengan masalah ternyata melihat orang bermasalah bisa jadi hiburan tersendiri ckckck… benar-benar tak sehat.

Senin, 16 Agustus 2010

Selamat datang teman lama, Politik.

Kita duduk berdampingan lagi, menikmati kopi yang sama seperti dulu. Kupikir aku tak akan berjumpa denganmu lagi tapi ternyata aku salah. Kau menyapaku dengan sebuah kesadaran “selama kamu berada di lingkungan yang menjanjikan kesejahteraan dan kedudukan, aku akan selalu ada di situ”. Sesungguhnya miris saat ku tau kau menyapa dengan cara khasmu (yang harusnya aku tidak perlu heran) yaitu melalui seorang teman yang men-cc-kan email candaku mengenai pekerjaan ke atasan kami. Aku terkejut tak pernah menyangka sebelumnya. Tapi ini menjadi sebuah peringatan padaku, bahwa dia menyimpan senjata di balik keramahannya, bahwa kami ada dalam pusaran POLITIK KANTOR.
Aku tak berpandangan buruk terhadap politik karena politik itu adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan. Bukan berarti aku tergila-gila dengan kekuasaan malah sebaliknya aku sangat tidak menyukainya apalagi harus berebut uch… bukan caraku (mungkin karena aku produk gotong royong(ayah ibu), bukan kapitalis(investasi) hehehe… ), tapi ini menjadi menarik terlebih saat kamu melihat orang-orang yang saling tidak menyukai duduk bersama dan mencoba beramah tamah hanya karena tujuan yang “terkatakan” sama. Yang “terkatakan” sama, pertanyaannya adalah memang ada yang tidak terkatakan?. Banyak yang tak terkatakan tapi tonggak untuk memunculkan tujuan yang tak terkatakan itu adalah yang terkatakan sama. Skema tujuan harus di rancang sempurna, satu tindakan akan mempengaruhi tindakan lain, kisah dibuat setelah ending dicanangkan. Siapa yang harus berperan dan tidak harus di tentukan, pemain cadangan harus disiapkan, skenario terburuk hanya untuk orang lain, tanpa jejak tanpa bekas harus mampu menghilang adalah semboyan yang harus dikibarkan.
Mengherankan bagaimana aku sangat mengenalmu, tapi seperti aku, kau selalu tau aku selalu dengan caraku, bukan dengan caramu POLITIK.

Kamis, 12 Agustus 2010

Puisi Cahaya Bulan - Soe Hok Gie

Akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yang biasa
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui
Apakah kau masih selembut dahulu
Memintaku minum susu dan tidur yang lelap
Sambil membenarkan letak leher kemejaku


Kabut tipis pun turun pelan pelan di Lembah Kasih
Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri
Melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin

Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
Ketika kudekap
Kau dekaplah lebih mesra
Lebih dekat

Apakah kau masih akan berkata
Kudengar detak jantungmu
Kita begitu berbeda dalam semua
Kecuali dalam cinta

Cahaya bulan menusukku
Dengan ribuan pertanyaan
Yang takkan pernah kutahu dimana jawaban itu
Bagaikan letusan berapi
Membangunkanku dari mimpi
Sudah waktunya berdiri
Mencari jawaban kegelisahan hati

Selasa, 10 Agustus 2010

all the peace and joy in your mind

Everything about you pains my envying
Your soul can't hate anything
Everything about you is so easy to love
They're watching you from above
Give me all the peace and joy in your mind
I want the peace and joy in your mind
Give me the peace and joy in your mind
Everything about you resonates happiness
Now I won't settle for less
 
copy catatan si Black

Senin, 09 Agustus 2010

Untuk lebih baik

Langit, lama tidak menyapamu ternyata bumi dengan segala warnanya benar-benar menarik untuk dijelajah membuatku sangat lelah dan tertatih – tatih melangkah tapi anehnya saat bersamaan membuatku bahagia karena menemukan satu persatu jawaban dari pertanyaan – pertanyaanku.
Kau tau langit, kemarin aku menjadi sangat jengah dengan kata, ketika membaca kembali apa yang pernah ku tulis aku menyadari bahwa aku adalah manusia yang tak meyakini pemikirannya. Tak ingin lagi menulis, tak ingin lagi berteori, untuk apa semua ini jika hanya kupertanyakan kembali tentang kebenarannya, semua menjadi omong kosong.
Tapi kini aku mengerti tak ada yang salah dengan mempertanyakan kembali keyakinan/pemikiran bukankah aku menginginkan hidup yang lebih baik inilah salah satu jalannya. Tak pernah ada kata salah untuk masa lalu, pemikiranku benar pada saat itu karena itulah yang aku hadapi setelah berjalannya waktu dengan banyak hal yang terjadi wajar jika pemikiran itu berubah bukan plin-plan tapi ini adalah perjalanan untuk lebih baik.

Hal Baik

Hal baik selalu berasal dari Allah kan langit. Dia menghapus jengah itu dan memberikan ketetapan hati padaku. Dia memberikannya melalui sebuah film, obrolan ringan dengan sahabat dan melalui seseorang yang memberiku semangat untuk terus menulis yang mengenalku dari tulisanku dan kukenal dari goresan tangannya. Terima kasih Allah.

Jawaban Sederhana Tentang Hati

Kemarin aku bertanya tentang Hati. Mengapa Engkau tak mengubah hati yang seorang ayah untuk tetap bertanggung jawab terhadap keluarganya bukan meninggalkan keluarganya begitu saja, mengubah hati seorang ibu untuk tidak membuang anaknya apalagi membunuhnya, mengubah hati seseorang yang meyakini bahwa hidup adalah neraka hingga ia membunuh dirinya sendiri. Tiada yang sulit tapi kenapa Allah, Engkau tak memilih untuk mengubahnya?
Aku menemukan satu kata sebagai jawaban paling sederhana untuk saat ini yaitu PEDULI. Agar kamu PEDULI fie karena dari peduli maka ada Kasih dan Sayang yang berujung pada keinginan berbagi hal baik untuk meringankan segala beban hati. Saling membantu, saling mengingatkan akan merekatkan hati dan menghapus perbedaan yang akan membuat hidup lebih baik dan bermakna jika segala sesuatunya Allah yang mengubah menjadi baik, kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi.

The Bitter sea

Ada sebuah kepercayaan di Cina saat perperangan dengan Jepang terjadi. Dari sebuah kisah perjalanan George Hogg yang membawa anak-anak korban perang untuk berjalan 1000 kilometer ke Shadan.
 
Kepercayaan itu adalah bahwa hidup serupa lautan pahit (bitter Sea), setiap manusia di dalamnya berusaha untuk mempertahankan kepala tetap di atas, tak melihat adanya masa depan karena merasa tak pantas untuk mendapatkannya yang ada hanya kepahitan.
Hanya tidak melihat bukan berarti tidak ada dan mengapa harus merasa tak pantas?. Itulah yang diyakini George Hogg. Perjalanan impian ditempuh, melewati gunung salju, gurun pasir dalam panas dan dingin lebih dari 3 bulan berjalan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik, untuk sebuah masa depan. Meyakini orang – orang disekelilingnya bahwa masa depan patut diperjuangkan. Diakhir kisah dia menemukan masa depan itu, kehidupan yang lebih baik.
 
George Hogg telah menunjukan padaku hanya orang – orang yang memiliki keyakinan yang kuat yang mampu meraih impiannya, yang mampu melewati keterbatasannya.

Kamis, 05 Agustus 2010

Bercabang

Pikiranku bercabang. Hal yang kuyakini kini kupertanyakan. Filosofi hidup yang didengungkan kini bagai nada yang tak menemukan iramanya.

Pilihan

Kita terlahir sebagai pemilih tapi ternyata ada hal yang tidak bisa kita pilih.

bertanya?

Hamba hanya ingin bertanya dengan segala ke fakiran hamba,

Tiada yang sulit bagi Mu Allah untuk merubah hati.
Merubah hati seorang ayah untuk bertanggung jawab terhadap keluarganya, merubah hati seorang ibu untuk tidak membuang anaknya, merubah hati seseorang yang meyakini bahwa hidup adalah neraka hingga ia bunuh diri. Tiada yang sulit tapi kenapa Allah, Engkau tak memilih untuk merubahnya?
Manusia-manusia itu mengatakan ini bagian dari nasib atau takdir atau kesialan tapi aku mengatakan bukan itu karena Engkau mengijinkan kami memilih. Lalu mengapa?
Maafkan Hamba yang tak mampu melihat Kebesaran Kasih Sayangmu.

si fakir yang coba menjawab

Aku hanya si fakir yang tidak tahu banyak tentang hidup apalagi tentang Hati dan Tuhan.


Tuhan

sms 0319200XXXX : ingin bersamamu.
sms 0856310XXXX : hahahaha….
sms 0319200XXXX : kok ketawa
sms 0856310XXXX : sayangnya, aku ingin bersama Tuhan
sms 0319200XXXX : mati dunk
sms 0856310XXXX : sempit sekali pemikiranmu
sms 0319200XXXX : cuma orang dengan pemikiran sempit yang ngejudge orang lain pikiran sempit
sms 0856310XXXX : aku tidak berprasangka toh kenyataannya memang seperti itu, mengkaitkan kematian sebagai satu-satunya jalan bersama dengan Tuhan
sms 0319200XXXX : kan emang kematian di kaitkan dengan takdir Tuhan, berarti gak sempit :) …. Rindu diskusi denganmu
sms 0856310XXXX : kalau itu memang pemikiranmu. Aku punya satu pertanyaan. Bagaimana dengan  kehidupan? Dan apa itu takdir jika hidup adalah pilihan bahkan kematian aja bisa kamu pilih dengan menyayat nadi atau yang lainnya?
sms 0319200XXXX : hidup adalah untuk menyiksa kita, jika Tuhan itu benar kenapa kita gak langsung ajah masuk surga

tak ada lagi kata. Karena kau telah memilih untuk percaya Tuhan seperti gambaranmu.


Hati

sms  0857320XXXX : bagaimana caranya membimbing hati?
sms  0856310XXXX : untuk apa di bombing, bukankah ia yang menunjukan jalan pada kita? Hati itu pemberian Allah. Yang kita lakukan hanya menjaga dan merusaknya.
sms  0857320XXXX : cara merawat dan menjaganya?
sms  0856310XXXX : dengan mengijinkan dirimu untuk salah dan mencoba untuk terus memperbaikinya.
sms 0857320XXXX : meski terkadang kesalahan itu begitu besar. Walau kita sudah berusaha memperbaikinya, namun orang lain belum tentu menerima.
sms 0856310XXXX : Hidupmu bukan Karena orang lain, tapi karena Allah. Dia tak pernah berprasangka jelek dengan hambanya. Jadikan segala sesuatunya untuk Nya.
 
Tak ada lagi kata. Karena mungkin terlalu lelah dengan persoalan hati ini.

Selasa, 03 Agustus 2010

lelah, Hati dan Tuhan

aku lelah dengan pertanyaan tentang Hati dan Tuhan

Minggu, 01 Agustus 2010

Memilih yang terbaik untuk hidup

11.19.09-04.23 pm (catatan usang)

Seharusnya kita memilih yang terbaik untuk diri kita sendiri, perjalanan hidup seorang sahabat mengajarkan itu padaku saat aku kehilangan-nya untuk selama-lamanya.

Sahabat, aku menyesal seharusnya kita berbagi tentang hal ini, ‘bukanlah hal yang besar jika tidak ada orang yang mencintaimu, tapi adalah sebuah masalah besar jika kamu tak mencintai dirimu sendiri’

ya aku menyadari betapa lemahnya kita menghadapi cinta terlebih saat orang-orang yang kita sayangi larut dalam hidupnya sendiri dan kita menjadi orang yang kesekian dalam daftar prioritas mereka, meski kita yakin mereka akan selalu ada untuk kita jika kita meminta dan meski kita yakin mereka akan selalu menyayangi kita itu tidaklah cukup. Aku sangat mengerti, kita membutuhkan seseorang untuk selalu ada setiap saat, yang menjadikan kita prioritas utama mereka bukan orang kesekian mereka, yang selalu bertanya hari-hari kita dan menjadikan kita bagian dari nafas mereka, bukan hanya menghubungi saat rindu atau ingin mengulang saat-saat dulu ketika menghabiskan waktu bersama.

Aku mengerti, ketika Dia ada meski membawa banyak luka daripada bahagia, kita akan bertahan, karena ketakutan akan kesendirian dan hanya Dia yang peduli atau karena cinta yang tak berbatas logika hingga perjalanan menyakitkan itu pun Kau tempuh yang pada akhirnya membuatku kehilanganmu untuk selamanya.

Aku tak menyalahkanmu karena hidup adalah pilihan tapi aku belajar darimu, aku ingin memilih hal terbaik dan aku tak akan menggantungkan hidupku pada sesuatu atau seseorang karena Aku adalah Inti dari Hidupku Sendiri.

Aku ingin menjadi orang tua bagi diriku sendiri

Aku ingin menjadi orang tua bagi diriku sendiri karena orang tua adalah orang yang mengusahakan segala yang terbaik buat anaknya, mencintai tanpa kita meminta tapi saat bersamaan mampu memperingatkan ketika kita salah dan tak segan memarahi kita saat kita terus melakukan kesalahan. Aku ingin menjadi orang tua bagi diriku sendiri mengusahakan yang terbaik buat hidupku dan memarahi diriku sendiri saat aku melakukan kesalahan, memilih hal-hal terbaik untuk diriku dan tak mengijinkan apapun menyakitiku.

Menjadi orang tua bagi diriku sendiri.

Sabtu, 31 Juli 2010

Sesuatu yang belum sempat ku katakan

SMS Mu : “bagaimana kamu bisa setegar itu?”

Pertannyaan Bayu membuat lidahku kelu, aku kehilangan kata-kata. Ada perasaan menyedihkan yang mengembang di hatiku dan satu pertanyaan apakah hidupku semerana itu?

SMS Ku : “Tegar? Gak aku tetap menangis untuk hari-hari itu”

Kamu seharusnya tau Yu, toh kamu juga nemeni aku saat-saat itu. Okey aku memang gak pernah menangis dan berkeluh kesah di depanmu tapi bukan berarti aku tidak melakukannya dan bukannya kamu bisa lihat ketika malam-malam saat kita nongkrong sampai pagi kamu bisa melihat wajah asliku. Wajah jengahku akan hidup.

SMS Mu : “bagaimana kamu mampu melakukannya?”

aku gak tau bagaimana aku bisa sampai pada titik ini, aku menyelesaikan kuliahku dengan baik dan mendapatkan pekerjaan yang bagus. Aku gak tau bagaimana caranya. Aku hanya tau, bagaimanapun aku harus menjaga apa yang bisa aku jaga terutama diriku. Orang lain boleh saja berbuat jahat padaku tapi aku gak akan berbuat jahat pada diriku sendiri. Hanya aku sendiri yang mampu memberi kesempatan pada diriku sendiri untuk bahagia. Bahagia itu sederhana. Ketika kamu mensyukuri hiduplah kamu bisa merasakannya, jangan lihat apa yang menjadi keinginanmu tapi apa yang telah kamu dapatkan.

SMS Ku : “kalau kamu capek, menyingkirlah dulu”

Tidak pernah ada salahnya lari dulu lari masalah, kita hanya manusia yang tak pernah siap dengan apapun dalam hidup kita jika memang seperti itu beri ruang untuk dirimu bernafas, oksigen untuk otakmu agar kau bisa berpikir lebih baik dan ruang untuk hatimu untuk bisa mengerti bahwa ini memang bagian dariNya.

SMS Mu : “gak, aku gak akan lari dari masalah ini, aku hanya gak bisa melihat orang-orang yang kusayangi saling menyakiti dan siapa yang harus kupilih?”

Siapa yang bisa? Sama saja tak ada yang bisa.

SMS Ku : “jangan memilih tapi jagalah mereka”

Dengan hal terbaik yang ada di dirimu. Karena itulah pilihan terbaik yang kau punya menurutku.

FB Massage
Title : Berbagi sesuatu yang belum sempat kukatakan padamu.

Jumat, 30 Juli 2010

foto lama

Selasa, 27 Juli 2010

Ku akui aku bukan teman bicara yang baik

“ Ku akui aku bukan teman bicara yang baik jadi jika berteman dengan ku jangan berharap aku akan menenangkan hatimu ketika kamu ‘curhat’ “
 
Mulai saat ini, itu yang akan kukatakan saat ada teman yang akan berkeluh kesah setelah sebuah sindiran terdengar. setidaknya dia tahu ada kemungkinan terburuk.
“ aku ingin dengar dukungan dari teman “ ucapnya di akhir obrolan kami
 
Kujelaskan padanya bukannya aku tak mendukung, aku hanya ingin membantunya melihat dari sisi lain ketika kurasa tidak seharusnya dia berpikir seperti itu. Disetiap hal yang membuat hati kita sakit atau kecewa, kita akan selalu merasa diri kita adalah korban, menyalahkan semuanya jarang sekali kita mencoba mencari tahu mengapa keadaannya seperti itu, kita hanya melihat bahwa keadaannya tidak sesuai dengan keinginan kita hingga muncul perasaan sedih dan marah, kalaupun kita mencari tahu kita akan mencari tahu hal yang dapat membenarkan perasaan sedih atau marah kita.
Kau ingin mendebat tapi mungkin terlalu jengah denganku dan aku tak punya lagi kata untuk menjelaskannya.

Bubur Nasi

“Mama ku mohon jangan suruh aku makan bubur nasi tak berasa itu lagi.”

Mama meliriku sebentar lalu kembali menyuapiku dengan bubur nasi “siapa suruh makan telat dan makan pedas? Kamu kan tau sakit maag mu dah parah, bukannya di jaga makannya malah sembarangan”
Sakit dan dimarahi lengkap sudah. Aku melengos berusaha menelan bubur nasi yang tak berasa itu. Gara-gara penyakit ini bubur nasi yang tak berasa itu sekarang tersedia setiap jadwal makan. Tidak boleh ada garam yang otomatis setiap makananku tak akan terasa asin dan tak akan pernah ada sambal hanya boleh kecap sedangkan aku benci makanan manis. Selera makan dan beratku turun drastis tapi tak bisa berbuat banyak selain menelan bubur itu beberapa sendok setiap jam. SMS mama tak berhenti mengingatkan ketika aku kerja membuatku bertambah mual terlebih ketika tak bisa nimbrung makan sama rekan kerja. Uch… bête.