Selasa, 22 Februari 2011

Batu Buntu dan Uno


14-15 Februari 2011

Aku melepas sepatuku, merasakan ubin yang dingin dikaki membuatku bergegas masuk villa dan merebahkan tubuh di sofa. Sedikit mengeluh karena tak kurasakan lagi bagian belakang tubuhku, kebas, uch… Jam 23.35 dari jam 19.30 itu artinya perjalanan ke Villa di Batu Malang yang harusnya 2,5 jam’an molor jadi 4 jam huft ini gila namanya, di atas motor kurang lebih 4 jam ckckc… pantas bagian belakangku tak terasa lagi.

Moli yang sudah datang lebih dahulu keluar dari kamar menghambur kearah ku dan Sekek. “Kangen” katanya dan ku jawab dengan “Mol, kopi dunk?”, Moli meliriku dengan pandangan yang bener saja!. Aku mengembangakan senyumku lalu membuat wajah memelas yang akhirnya membuatnya menyerah dan beranjak ke dapur. Aku tersenyum, Moli yang tak pernah berubah yang selalu menjaga orang-orang yang disayanginya dan sepertinya tak ada yang berubah dari kami.

Melihat Moli yang sibuk di dapur, Panda yang ngalor-ngidul gak tau ngapain, Sumsal dengan hpnya, Udast yang sibuk mencari acara bagus di TV, Bang Qe yang sibuk merenggankan pinggangnya, mendengar Sekek mengomel dan yang lainnya membawa kembali memori lama di Gramedia. Sumpah tak pernah terpikir olehku menjadi bagian dari mereka. Ini benar-benar jebakan batman ;P huehehe jebakan yang tak mungkin dilepas lebih karena aku menyukainya.

Buntu family, aku meyebutnya seperti itu karena kata buntu sering kami ucapkan, kumpulan orang-orang yang tak mengerti tentang hari esok, banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, perjalanan hidup sepertinya salalu menggiring ke jalan buntu hingga akhirnya gak tau lagi harus berbuat apa, buntu itu yang hampir selalu dirasakan. Tapi kebuntuan ini menjadi istimewa saat kami tau bahwa bukan haya kami sendiri yang merasakannya. Meski tak pernah ada kata-kata bijak yang terucap atau solusi yang bisa membuat kami keluar dari masalah tak mengapa karena kami tau kami akan selalu ada untuk satu dengan yang lainnya dan untuk hal ini aku hanya bisa menyalahkan nasib yang mengikatku dengan mereka ^-^.

Memang tidak dalam formasi lengkap dan tak melakukan kegiatan lain selain bermain uno tapi ini sudah lebih dari cukup buatku. Seperti kata orang “Bukan bagaimana kamu menghabiskan waktumu, tapi bersama siapa kamu menghabiskan waktumu”. Berbahagialah kamu yang dapat menghabisakan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai dan mencintai kamu.

Love for you. Always.





Senin, 21 Februari 2011

Hadapilah maka kau akan mengerti


13 Februari 2011

Aku pernah dengar kata-kata ini:
“memintalah maka kau akan mendapatkan”
“mencarilah maka kau akan menemukan”
“mengetuklah maka pintu akan dibukakan”
Dan kata-kata yang sesuai untukku adalah ”hadapilah maka kau akan mengerti”

Yah hadapilah Fie meski kamu tak pernah menyukai perasaan yang menggenang di hatimu, karena itu jalan satu-satunya untuk mu keluar dari semua masalah yang ada. Kamu tau terkadang ketakutan membayangi, rasa sesak di dada mungkin tak bisa dihindari, rasa tidak percaya pasti menggelayuti ketika melihat apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, seperti bermimpi dalam kenyataan, tapi terus menghindarinya bukanlah pilihan baik.

Sangat nyaman rasanya membangun dunia seperti yang kamu harapkan dipikiran kamu, memilih untuk tidak melihat hal yang nyata dan hanya merasakan apa yang ingin dirasakan, memang sangat nyaman tapi dunia itu tetaplah tidak nyata, dunia yang sangat manis terlihat tapi tetap getir terasa.

Kamu harus mengambil langkah untuk meninggalkannya, kamu harus menghadapinya. Mungkin kamu berharap dapat memutar balik waktu untuk memperbaiki segalanya tapi sadarilah itu tak akan pernah mungkin terjadi meskipun terjadi maka kamu harus mengubahnya sejak huruf pertama sebuah cerita tertulis, tak bisa di tengah cerita jika hanya kamu sendiri yang melakukannya, semua tokoh dalam cerita itu harus kembali terlibat untuk bersama merubah keadaan seperti yang teringinkan, jika hanya sendiri maka kamu hanya memperbaiki bagianmu tapi tak akan membuat hari ini berbeda. Tak ada yang perlu kamu ributi tentang masa lalu karena sesungguhnya tidak ada yang lebih penting daripada hari ini. Jika kau ingin mengubah ubahlah hari ini untuk hari esok bukan hari lalu untuk hari ini.

Jadi hadapilah meski itu sulit, ambilah jarak jika kamu merasa akan kehabisan nafas tapi jangan menghindarinya karena sesungguhnya kamu akan mengerti tentang apa semua ini saat kamu menghadapinya.

Senin, 14 Februari 2011

Abdul Chair 14 Februari 2011

Yang kuingat darinya adalah kesabarannya menghadapi ujian yang diberikan Allah padanya. Memoriku hanya merekam sedikit, pekerjaannya yang berpindah-pindah dan pekerjaan ayah yang juga berpindah-pindah membuatku tak banyak mengenal keluarga besar termasuk dirinya. Yang ku tau pasti dalam silsilah keluarga dia adalah Paman, suami dari kakak ibuku.

Aku baru mengetahui keadaanya beberapa bulan terakhir ini, Bibi tak pernah bercerita apapun, ketidakinginan untuk menyusahkan keluarga membuatnya menutupi apa yang terjadi sebenarnya, secara kebetulan Kakak sepupu mengetahuinya dan akhirnya mengabarkan kepada seluruh keluarga besar tentang keadaan mereka. Sedih awalnya tapi bersedih saja tak akan menghasilkan apa-apa kecuali air mata. Pilihan yang terbaik adalah menguatkan hati agar dapat memberikan semangat padanya untuk melawan penyakit yang menggrogoti fungsi normal tubuhnya. Melakukan yang bisa dilakukan itulah yang terbaik.

Aku belajar darinya meski keadaan berkebalikan dengan yang kita harapkan tidaklah perlu kita habiskan waktu dengan mengeluh terlebih menghujat Allah atas anugerahNya, lakukan sesuatu atas anugrah itu cukup sesuatu dan berjuanglah sampai akhir, apalah takdir dan nasib itu jika kita diberi kekuatan untuk memilih. Jangan meyerah.

Dan pagi ini, saat adzan subuh berkumandang aku mengantarkan kepergiaannya dengan doa.

Ya Allah, Dia telah berjuang atas nasibnya.
Tak meyerah atas nikmatmu
Berikanlah ia tempat terbaik disisiMu. Amin. Amin. Amin. Ya Rabb.

Jumat, 28 Januari 2011

I'm In Here

Langit kuputarkan sebuah lagu untukmu dari SIA - I am in here.




Can't you hear my call?
Are you coming to get me now?
I've been waiting for,
You to come rescue me,
I need you to hold,
All of the sadness I can not,
Living inside of me.


Meyedihkan dan sangat bodoh bukan? Menunggu dan berharap ada seseorang datang menyelamatkan. Aku menyadarinya langit... bukan... bukan... yang benar adalah aku mengakuinya bahwa itu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan. Kupikir sejarah itulah yang membuatku seperti sekarang, sejarah yang selalu ku jadikan kambing hitam dan pemakluman bagi sikapku. hehehe... Sejarah yang malang menanggung semua kesalahan dari aku yang tak pernah berani menghadapi kenyataan.

Black dan Bayu pernah berkata padaku "kamu hanya sedang membangun tembok lebih tinggi untuk melindungi dirimu", aku menolak perkataan mereka saat itu dengan sangat bijak aku berkata pada mereka "apa yang terjadi adalah yang terbaik", aku mengamininya tapi aku tak pernah mempercayai kata-kataku buktinya jelas, pada kenyataannya aku membangun tembok yang lebih tinggi dan kuat untuk melindungi diriku. Sebenarnya aku takut menghadapi kenyataan di balik tembok itu, aku bisa membayangkannya ketika satu persatu batu tembok itu ku bongkar aku melihat wajah dari rasa sakit, penghianatan, ketidakpedulian, wajah dari sejarah (hal nyata yang pernah ada), kata-kata yang menyakitkan itu akan terus melayang-layang di kepalaku mengingat bahwa semua itu akan menghantui ku selamanya membuatku tak ingin melihatnya. aku tak punya hati yang luas untuk semua ini. Tapi aku lupa langit bahwa tembok itu juga membuatku berjarak pada cinta, kehangatan, kepercayaan, dan kebersamaan. Ketakutan akan sejarah dan ketakutan akan berulangnya sejarah membuat ku menolak semua itu, "cukup ini saja, cukup aku dengan diriku saja" tapi kini perasaan cukup itu berubah, kesendirian yang dulu membuatku aman sekarang menjadi tempat yang menakutkan.

Aku ketakutan dan di dalam tembok itu aku memeluk sebuah harapan konyol, bahwa akan ada seseorang yang menyelamatkanku dari semua ketakutan dan kesedihan ini, konyol bukan, sangat konyolkan langit. Bagaimana seseorang akan datang menyelamatkan jika aku menolak untuk mereka dekati? bagaimana seseorang akan menyelamatkan jika aku saja tidak mengakui ketakutanku? Bagaimana bisa seseorang mengerti dengan diamku? tidak bisa seperti itu, akulah yang harus membatu diriku sendiri untuk bisa keluar dari semua ini.

Hari ini aku sudah katakan pada diriku, bahwa aku tak bisa terus seperti ini, tak ingin terus memelihara kesedihan ini, tak ingin sendiri, akulah yang harus tumbuh menjadi kuat bukan sejarah itu. aku akan membongkar satu persatu tembok itu, menghadapinya, mengakuinya, membiarkan orang-orang yang mengasihiku membantuku untuk melewati semua ini. aku akan jujur dengan apa yang kurasakan sebenarnya tak ada lagi pengingkaran.

Dan untuk itu langit, aku akan pergi darimu sementara waktu karena kau tau kan kau lah tempat pelarian kecilku, kalau aku terus berlari padamu maka aku gak pernah belajar untuk menghadapi kenyataan.


Makasih langit untuk semua kisah. Aku mencintaimu, aku janji aku akan datang lagi dan bercerita tentang hari-hari ku. Doakan aku yah. ^-^

Kamis, 20 Januari 2011

Si Ceria

Satu malam saat aku menemukan sepi dan dingin, aku juga menemukanmu sedang ribut dengan malam. Air mukamu tetap sama, tetap ceria meski langit hitam warnanya. Cukup sudah kau membuat rasa iri ku kini jadi benci.

Aku  mendekatimu, mengambil duduk disebelahmu mencoba melihat apa yang kau lihat tapi aku tak menemukan apa-apa selain tawamu.

"apa yang kau sedihkan? kehilangan, keinginan yang tidak tercapai atau keadaan yang tidak sesuai harapan?" pertanyaanmu membuatku merasa bahwa perasaan ini adalah perasaan remah yang tidak seharusnya ada.

"hey aku tidak sedang meremahkan, aku hanya bertanya apa yang membuatmu sedih? saat hujan kau mengumpat karena kau mengganggapnya tidak datang pada saat yang tepat, saat matahari bersinar indah kau malah lari darinya. sekarang saat malam menghadirkan kedamaian kau malah...."

Aku memotong kata-katamu cepat "apa yang salah dengan merasa sedih?"

Kau tersenyum "tidak ada yang salah dengan merasa sedih, yang salah adalah selalu merasa sedih"

"jika itu yang memang aku rasakan!" bantahku

"berarti kau melewatkan banyak hal." ucapanmu membuatku kehabisan kata. "kau tau... aku tak punya banyak hal, terus berpikir banyak hal yang tak kupunya hanya akan membuatku tak melihat apa yang kupunya dan itu hanya akan membuat ku kehilangan banyak hal lagi"

...

"suatu hari ketika aku bangun pagi, duduk dipinggir kasur mencoba mengusir dingin, saat aku mau mengumpat pada pagi yang datang terlalu awal, aku dapat sms yang isinya 'selamat pagi, pagi ini aku beruntung aku masih bisa melihat pagi jadi aku bisa mengatakan ini padamu, aku sayang kamu' ada dua kata yang membuatku menyadari sesuatu 'beruntung' dan 'melihat'. aku melihat tanganku yang masih bisa kugunakan untuk menutup mulut saat menguap, aku melihat kakiku yang bisa kugerakan untuk menendang baju yang berserakan di lantai, aku masih bisa melihat mama dan adikku yang sedang ribut tentang sarapan pagi dari pintu kamar yang terbuka setengah, aku beruntung pagi itu aku terbangun dalam keadaan yang masih bisa melihat semua yang ada disekitarku. tapi itu hanya sebagian kecil keberuntunganku, telingaku yang masih bisa mendengar, tulangku yang masih bisa menopang badanku, paru-paruku yang berfungsi, jantung ku yang berdenyut, semua tentang fisiku, lalu kulihat rumah yang kujadikan tempatku berteduh, uang di dompetku, barang-barang yang kupunya dan banyak hal lain. aku tak bisa bilang kalau cuma beruntung, aku sangat beruntung"

...

"mulai saat itu aku berjanji, aku tak mau satu hal yang menyedihkan merusak satu hari ku, tapi aku maunya satu hal yang menyenangkan bisa bertahan dalam satu hari. aku tak mau menghitung kesedihan tapi aku akan menghitung kebahagiaan karena pada dasarnya hidup itu anugerah, mampu atau tidak mampu mataku melihat warna, hidup tetaplah anugerah. aku ingin menikmati setiap detiknya"


kamu menyelesaikan kata-katamu, dan aku menjadi sangat iri tapi kali ini iri yang membuatku ingin melihat hidup dengan cara yang lebih baik lagi. terimakasih sahabat.


untuk wanita perkasa terimakasih untuk 'there is something to share'-nya ya :D

Selasa, 18 Januari 2011

ah... aku iri

Katakan padaku darimana asal keceriaanmu? ah... aku iri, benar-benar iri.

Aku iri sekali melihatmu bisa seceria itu, berdansa dengan tawa dalam hujan, sedangkan aku disini merapatkan tubuhku pada dinding dingin, menghindari air yang jatuh dari talang, menunggu waktu dengan umpatan. Bagaimana bisa kau seceria itu? aku sudah kedinginan dari tadi tapi kau masih asik menari-nari. Aku ingat, kemarin kau hentikan langkahku yang sibuk menghindari cahaya, di atas sepeda yang buatku terlalu kecil untukmu, kau melepas tawa. apa kau sudah gila! celana pendek, kaos tak berlengan, sepeda dan matahari tepat di atas kepala!!! sungguh bukan kombinasi yang bagus buatku tapi bagaimana kau seceria itu?

Aku iri, benar-benar iri, bagaimana bisa kau memiliki ceria yang sama meski langit berbeda warna?

Rabu, 12 Januari 2011

Seseorang untuk mengingatkan

Aku terkadang lupa pada alasan kuat yang membuatku memulai sesuatu akibatnya adalah ditengah-tengah perjalanan aku selalu kebingungan, terus bertanya bagaimana aku bisa ada disana, membalikan badan dan mengulang langkah akan menjadi perjalalanan yang melelahkan.

Seorang sahabat pernah berkata padaku "kamu membutuhkan seseorang untuk mengingatkanmu". aku menunjukan raut wajah malas saat mendengarkan kata-katanya, dia tersenyum dan melanjutkan kata-katanya "ini bukan seperti menggantungkan diri pada orang lain, orang yang sangat percaya bahwa segala hal dapat hilang dalam satuan terkecil waktu sepertimu pasti tak akan mau melakukannya"

aku diam menunggu putaran katanya

"kamu tak akan pernah bisa melakukan perjalanan hidup jika hanya sendiri seperti halnya kesedihan yang tak akan mungkin kamu hadapi sendiri atau kebahagian yang tak akan ada artinya jika hanya kamu sendiri yang merasakannya, kamu membutuhkan orang lain dalam perjalanan hidupmu"

aku mencoba mengikuti pemikirannya

"jika itu mimpi fie, maka akan sangat menyenangkan rasanya jika kamu bagi dengan orang-orang yang ada didekatmu, bayangkan jika mimpimu menjadi bagian dari mimpi mereka juga?"

aku membayangkannya

"menyenangkan fie, bisa kau rasakan semangat yang berkali lipat, ketika kau lelah merekalah yang akan mengingatkanmu untuk terus berjalan karena ini juga mimpi mereka, karena ini juga kebahagiaan mereka"

ya sahabat kamu benar. pasti sangat menyenangkan rasanya. ingatkanlah aku selalu.

Selasa, 11 Januari 2011

tak akan memilih ikut menangis

"aku tak akan memilih untuk menangis bersamamu karena aku tak akan bisa membuatmu tersenyum jika aku sendiri menangis"

 Kalimat itu adalah kalimat kutipan tapi seperti biasa aku lupa pernah membacanya dimana atau mendengarnya dari siapa yang pasti kalimat itu menjadi aturan yang kuterapkan saat berhadapan dengan mu dan orang-orang yang kusayangi.

Sebagian orang yang ku kenal menganggap aku tidak bisa bersimpati apalagi berempati saat berhadapan dengan orang yang sedang dalam keadaan tidak baik dan sudah ku akui itu bahwa aku bukan teman bicara yang baik tapi aku hanya ingin meluruskannya, bukan sebagai pembenaran, aku hanya ingin kamu melihat dari sudut aku melihat.

"pendidikan mereka lebih tinggi dari aku, aku bukan apa-apa dibandingkan mereka, aku bukan siapa-siapa, aku bukan apa-apa" keluh seorang sahabat

"lalu?" jawabku

Pertayaanku pastinya terdengar aneh tapi aku gak akan menyuruhmu untuk sabar atau tenang  kalau kamu mau marah silahkan, nangis hingga pagipun akan ku temani, aku akan terus ada disitu sampai semua yang ada dihatimu menguap bersama udara. Setelah semua emosimu menguap kita akan berbincang mengenai hatimu tapi jangan berharap kata-kata bijak dariku mungkin kata-kata yang keluar adalah kata-kata sinis atau kata-kata yang tak memperdulikan perasaanmu tapi untuk kamu ketahui aku hanya ingin yang  terbaik buatmu.

"Lalu, kenapa kalau pendidikan mereka lebih tinggi? kalau kamu merasa tidak mampu pergi saja dari sana, jangan bertahan pada tempat yang tidak membuatmu bahagia, mudahkan, lalu kenapa kamu membikinnya rumit?, jangan bilang kalau kamu tidak punya pilihan lain lagi selain bertahan pada situasi itu, buatku kamu punya banyak pilihan hanya saja kamu tidak mau memilih" ucapku

ada jeda, aku tau kamu berharap aku mencoba mengerti perasaanmu dan mencoba meredakan emosimu dengan caramu tapi maaf sayang aku punya cara yang berbeda.

"kalau kamu dipandang tidak qualified dari awal mereka juga gak akan memilihmu untuk kerja disana, sekarang aku tanya siapa yang bicara kamu gak pantas disitu? pasti bukan orang yang mengulurkan tangan pertama kali dan bilang 'selamat, anda bergabung dengan kami', ya kan?, pasti orang-orang sirik dan gak penting, gak perlu kamu ambil pusing tentang mereka yang perlu kamu ingat adalah orang yang pertama kali mengulurkan tangan dan bilang selamat, dia melihat ada yang istimewa di kamu jadi gak ada alasan buat kamu untuk meragukkan dirimu sendiri. ketika ada orang lain yang percaya padamu dan melihatmu istimewa maka kamu juga harus percaya pada dirimu sendiri dan melihat dirimu istimewa juga. Jangan pernah mengecewakan orang-orang seperti ini untuk pikiran dan perasaan bodohmu"

dan

"jangan pernah kamu bilang kamu bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, Allah tak akan menciptakanmu untuk sebuah kesiaan karena setiap raga itu unik setiap jiwa itu istimewa. jangan kau ragukan itu"

Jumat, 07 Januari 2011

Tawaran manis

"Sofie Malini, Aku serius kalau kamu mau cerita apa saja, kapan saja, cerita yah aku siap mendengarkan. tapi satu syarat jangan setengah-setengah, aku bisa pusing kalau mendengarkan cerita setengah-setengah"


Love it, Thanks.

satu detik

Bukan sebuah pilihan menarik tapi mana yang akan kamu pilih jika kamu hanya punya satu detik.

"menjadikan satu detik itu ada dalam dimensi waktu dan ruang dan setelahnya tersiksa rindu pada satu detik itu seumur hidupmu"

atau

"membiarkan satu detik itu tetap sebagai keinginan usang dan tersiksa dengan pertanyaan 'andai saja' seumur hidupmu"


Jadi mana yang kamu pilih?


Sedang mencoba memahami kalimat "setidaknya kami pernah bersama, meski itu hanya satu detik"

Jadi?

"jadi?"

"sudahlah biarkan saja seperti ini"

"ini namanya mempermainkan hati?"

"lebih baik seperti ini, aku tak ingin menyeretnya dalam arusan perasaan yang tak menentuku, aku tak bisa memberikan kehidupan yang dia inginkan"

"tidak ada pilihan lain?"

"aku tak akan pernah memilih untuk bersembunyi dari semua mata dengan mencoba bertahan pada harapan bahwa mata-mata itu akan berubah menjadi hangat ketika melihat kami suatu saat nanti. aku tak kan pernah memilih bersembunyi, terihat atau tidak pernah ada sama sekali, itu saja pilihannya"

"kamu harus menjelaskannya?"

"dia tidak butuh penjelasan, cukup tau saja ini tak akan bisa dilanjutkan karena aku tak pernah ingin melawan darahku"

"kamu takutkan? karena saat menjelaskan padanya kamu juga harus menjelaskan perasaanmu, yang kamu rasakan sebenarnya, ini hanya akan membuat keadaan samakin sulit buat kamu! amputasi hati, tak pernah berharap satu detik jika seumur hidup kamu harus berhadapan dengan kenangan. Sadarlah hidup tak akan pernah jauh dari resiko."

... sunyi ...

Rabu, 05 Januari 2011

Aku dan Diriku

Apakah kamu mengenal dirimu sendiri dengan baik?

Buatku bukan hanya hidup yang merupakan teka-teki tetapi diriku juga merupakan teka-teki buat diriku sendiri. Aku bisa katakan bahwa aku tidak mengenal diriku dengan baik, aneh? tapi begitulah yang terjadi.  Jika menyurutkan waktu mencari apa penyebabnya aku hanya bisa bilang bahwa itu akan sangat percuma yang aku tau sekarang dalam waktu kurang lebih 3 tahun ini aku mulai berpikir untuk mengenali diriku sendiri, membuat daftar hal-hal yang kusuka dan tak kusuka, apa yang harus atau tidak boleh dilakukan, dan membuat batasan-batasan personal buat mereka yang bersentuhan denganku.

dari mana semuanya ini dimulai? 3 tahun yang lalu ada seorang sahabat yang bertanya "sof, kamu gak punya keinginan yah?" saat itu aku tertawa dengan pertanyaannya "ya adalah, kenapa kamu tanya gitu?" dia menjawab dan jawaban yang membuatku melihat sebuah kenyataan tentang diriku "kamu seperti orang yang tidak punya keinginan. anak-anak selalu ribut tentang beli bajulah, nonton atau jalan-jalan dan yang lainnya, tapi kamu, hampir satu setengah tahun aku mengenalmu tapi aku gak pernah sedikitpun dengar kamu ingin ini, ingin itu. gak pernah ngajak anak-anak kesana - sini, bahkan waktu makan siang ajah jawabanmu 'terserah aku ngikut ajah'."

Aku menolak apa yang dikatakan sahabat ku, aku mengenal diriku dengan baik buktinya aku tau bahwa aku adalah orang yang berorientasi pada kebutuhan, aku mempersiapkan diri untuk kebutuhan-kebutuhan yang harus dicapai dalam satu hari, satu tahun bahkan 3 tahun mendatang tapi ketika aku memikirkan kembali kata-katanya aku menemukan sebuah celah "apa yang kumaksud dengan kebutuhan? jika itu tentang makan bukankah itu harusnya menjadi bagian dari 'keharusan' bahwa aku harus makan untuk tetap hidup, makan akan menjadi 'kebutuhan' jika aku berpikir aku makan jeruk untuk mendapatkan vitamin c-nya biar tidak sariawan dan makan akan menjadi 'keinginan' jika aku menolak makan ayam yang sudah disediakan di meja makan dan memilih makan pizza di TP. jadi apakah aku mengenal diriku dengan baik?"

Aku sampai pada kesimpulan bahwa aku tidak mengenal diriku dengan baik. Ketika aku tidak bisa membedakan apa itu keharusan, kebutuhan dan keinginan maka tidak mengenal diriku dengan baik karena ketiga hal itulah yang membuat seseorang ingin bangun esok hari.

Lalu mengapa dulu aku selalu bangun keesokan harinya? sebelum berpikir tentang keharusan, keinginan, dan kebutuhan, disatu pagi aku menemukan diriku dengan banyak rencana ditangan dan berharap aku menyelesaikan hari itu dengan cepat. Biasanya aku tidak berpikir, aku hanya bergerak mengikuti waktu dan rencana, tapi setelah aku baca lagi rencana-rencana itu tidak ada satupun rencana yang benar-benar kubuat itu rencana-rencana orang lain yang harus ku ikuti dengan kata lain aku bergerak untuk memenuhi keharusan, kebutuhan dan keinginan lingkungan.

Lalu bagaimana dengan diriku sendiri? keharusan, kebutuhan dan keinginan ku? bukankah Tuhanku sudah berkata 'bahwa Dia tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa yang ada pada diri mereka'. Tuhan memang memiliki rencana atas hidupku tapi Dia juga memberikan pilihan padaku untuk memilih hidupku sendiri. jadi mengapa aku hanya hidup untuk lingkunganku harusnya aku juga hidup untuk diriku sendiri?

Aku ingin hidup untuk diriku dan lingkunganku karena itulah pilihan yang terbaik. Jalannya adalah mengenal diriku sendiri dengan baik agar aku bisa mengenal lingkunganku lebih baik lagi.

Saat aku belajar tentang diriku, aku bisa merasakan bahwa hidupku lebih terasa hidup. aku bertemu orang-orang yang mengagumkan, aku bisa rasakan itu saat aku mengenal diriku dengan baik maka aku bisa mengenal mereka dengan lebih baik lagi. Saat ini aku menemukan lebih banyak warna dari yang pernah kupikirkan sebelumnya. Terimakasih untuk keluarga dan sahabat yang sudah bersedia memberitahuku seperti apa aku, baik dan buruknya.

Jumat, 31 Desember 2010

Tahun Baru

Ada yang harus diperbarui
Ada yang harus di pertahankan
dan
Ada yang harus dilupakan

Selamat Tahun 2011, semoga langkahmu selalu menyenangkan.

Love,
Sofie Malini

Rabu, 29 Desember 2010

The only exception -Paramore-acoustic live



When I was younger
I saw my daddy cry
And curse at the wind
He broke his own heart
And I watched
As he tried to reassemble it

And my momma swore that
She would never let herself forget
And that was the day that I promised
I'd never sing of love
If it does not exist

But darling,
You, are, the only exception ( 4x )

Maybe I know, somewhere
Deep in my soul
That love never lasts
And we've got to find other ways
To make it alone
Keep a straight face

And I've always lived like this
Keeping a comfortable, distance
And up until now

I had sworn to myself that I'm
Content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

Well, You, are, the only exception
You, are, the only exception ( 3x )

I've got a tight grip on reality
But I can't
Let go of what's in front of me here

I know you're leaving
In the morning, when you wake up
Leave me with some kind of proof it's not a dream

Ohh---
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception

And I'm on my way to believing
Oh, And I'm on my way to believing

Jumat, 24 Desember 2010

update status, tenau-kupang, NTT

Happy holiday all..... "o"

First of all, Fie mau ngucapin selamat hari ibu buat Mama Keriting tersayang dan buat ibu-ibu lainnya di dunia serta Selamat Natal dan Tahun baru yah buat yang merayakannya... :D

Hey blog rasanya lama banget gak ketemu ma kamu yah, fie mo update status dulu neh biar kamu tau apa ajah yang terjadi:
1. Di rumah fie jadi anak nakal lagi neh, berselisih sama Mama, bikin Mama keriting sedih, sebenarnya gak pernah punya niat buat bikin Mama Keriting sedih tapi yah... gitu deh.. tapi tenang sudah clear kok masalahnya. Fie mikir mungkin ini yah yang bikin Mama keriting tetap keriting dari dulu sampai sekarang karena anak-anaknya yang nakal hehehe... Love you mom... maafin yah semua kenakalan anak-anakmu :D
2. Rasanya perasaan fie campur aduk beberapa waktu ini masalah sama mama trus patah hati  (ternyata bisa juga yah hehehe...), ke gep nge-blog dan main fb di kantor sama bos gede  (kya kya kya mampus gue) dan ribetnya urusan kampus uch.. (bisa gak sih datangnya masalahnya satu-satu gitu gak usah seabreg dan bersamaan) tapi bukankah ini hidup jadi ya sudahlah :D
3. akhir-akhir minggu ini kerjaan lagi ribet-ribetnya dan ini akan terus berlangsung hingga januari akhir uch... kebayang deh februari bakalan terkapar neh but i really love my job, kamu tau mengapa karena akhirnya pekerjaan inilah yang membuat langkah fie sampai ke tanah kupang - nusa tenggara timur hehehe... asik kan... :D

Berhubung ke Kupang buat kerjaan jadi hanya sedikit cerita dan foto yang bisa fie bagi ya blog...
Kota Kupang (dikenal sebagai kota Karang) adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayah adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 335.050 jiwa (2010).  Bandar udaranya bernama El tari yang di ambil dari nama Gubernur yang pernah menjabat di kupang.






 ini adalah adalah pelabuhan pertama di kupang, tapi sekarang pelabuhannya telah di pindah ke tenau. tempat ini biasanya di buat nongkrong orang-orang di kupang, jagung bakar dan banyak makanan lainnya bisa kamu nikmati disini.

ini adalah pohon lontar, buahnya Siwalan dan Nira adalah air pohon lontar yang di suling untuk minuman dengan kadar alkohol tinggi akan banyak kamu temukan di Kupang. (mari minum qiqiqiqi)


Untuk makan kamu bisa ke pasar malamnya kupang di jalan garuda. Kupang terkenal dengan makanan lautnya, ikan bakar yang besar-besar dengan harga murah akan bisa kamu dapat kan di sini. ada juga "daging se'i", yaitu daging sapi atau daging babi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah sehingga rasanya ada yang manis dan juga asin. makanan rakyatnya adalah jagung bose.


nih oleh-oleh fie dari kota kupang, ikan segar yang di taruh dalam coolbox, emping jagung, daging sapi se'i dan dendeng sapi.

sekian dulu deh cerita fie dari kota kupang, NTT. next trip adalah Atambua dan Waingapu :D

love it love my job

Bye bye bye... ^-^


sofie mau naik "oto bemo" dulu yah, angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar, sebelum naik pilih musik kesayanganmu dulu biar perjalananmu lebih menyenangkan. :D okey.

Jumat, 17 Desember 2010

Nilai Hidup

Banyak hal yang diberi nilai dalam hidup, itu adalah sesuatu yang wajar karena Hidup memang Bernilai dan nilainya akan berbeda bagi setiap jiwa.

Dari kecil aku dan mungkin kalian diharuskan untuk memenuhi nilai-nilai yang ditetapkan orang yang lebih tua dari kita, ketika mereka melihat nilai kita bagus itu artinya kita sudah mengerti tentang hal yang mereka ajarkan tapi tanyakan lagi pada diri kita apakah kita benar-benar memahaminya lebih dari sebuah angka atau peringkat?

Ada seseorang yang bilang "yang penting itu nilai bagus, mengerti atau enggak itu urusan belakang" aku mengiyakannya, seperti nilai yang kita dapat di bangku sekolah berapa banyak dari kita yang orang tuanya bertanya "dari mana kamu dapat nilai bagus itu?" jarang sekali bukan? mereka cukup tau bahwa nilai kita bagus, itu saja. Dan parahnya tanpa ku sadari prinsip masa bodoh itu menjalar ke nilai-nilai hidup yang lain, yang terpenting aku di nilai bagus, bagaimana caranya aku selalu bernilai bagus? yah tentu saja dengan memenuhi standar-standar nilai umum hidup, seperti :
1. orang akan menganggap aku baik jika selalu membantu orang lain, padahal aku memang mempunyayi  kepentingan  khusus saat membantu.
2. orang akan mengangap aku soleha jika aku shalat lima waktu, padahal itu hanya agar orang berhenti bicara "muslim kok gak shalat." bukan karena kecintaan ku pada Allah.
3. orang akan menganggap aku pintar jika aku mendapat angka bagus dirapor, padahal aku mendapatkannya dengan mencontoh pekerjaan orang lain.
dan masih banyak lagi yang hanya karena nilai.

Sekarang kusadari bahwa nilai itu sebenarnya lebih dari angka atau peringkat lebih dari pendapat orang lain. untuk apa aku mendapat nilai bagus jika aku tidak mengerti sama sekali tentang apa yang ku kerjakan, harusnya aku tau apa yang kulakukan, mengapa kulakukan itu, apa manfaatnya buatku. aku tak mau melakukan hal yang tidak berguna hanya untuk memenuhi penilaian umum.

aku berusaha mengubah prinsip yang telah menjadi kebiasaan meski baru sebagian hal yang baru dapat ku ubah tapi bukankah ini langkah untuk menjadi lebih baik. Kuharap ini nilai benar dihidupku.

Kamis, 16 Desember 2010

tak pernah ingin

Aku tak pernah ingin membuatmu bersedih Ibu jika aku disuruh memilih tentu aku akan memilih hal-hal yang membuatmu tersenyum. Kaulah harta yang paling berharga bagiku. Aku sangat beruntung ketika Allah menitipkan aku padamu. Kau menjagaku, menyayangiku, merawatku dengan seluruh waktu dan dayamu, tak pernah lelah meski kini kau telah memasuki usia senjamu.

Aku ingat suatu hari kita pernah bertengkar memang hanya beberapa detik sesudahnya aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis dikamar tanpa kusadari kau juga menangis dikamar lainnya yang membuat tangisku semakin menjadi adalah setelah berjam-jam yang menyiksa itu kau menghampiriku dan bilang "maafin mama yah" hal yang tak pernah kubayangkan, kau yang menghampiriku. Mulai hari itu aku berjanji untuk tidak lagi bertengkar denganmu.

Aku hanya ingin senyum diwajahmu ibu, menghilangkan kekhawatiran dihatimu tidak ada yang lain kuinginkan selain itu. jadi aku minta maaf jika aku sudah membuatmu bersedih akhir-akhir ini.

Aku sayang kamu, Ibu.

Rabu, 15 Desember 2010

Lalu apakah aku?

Lalu apakah aku adalah kamu atau aku adalah dia?

Apakah aku adalah kamu yang selalu mempertanyakan bagaimana segala sesuatunya berlaku?
atau
Apakah aku adalah dia yang hanya menjalani hidup dan berpikir segala sesuatunya memang sudah semestinya?

Ketika aku menjadi kamu maka dia akan menudingku sebagai orang gila, pembuat onar yang bertanya tentang hal aneh dan tak seharusnya. “bukankah lebih baik kamu beribadah untuk surga setelah kehidupan ini” kata dia, pernyataan yang jelas tidak untuk dibantah yang membuat aku yang telah jadi kamu tercekat tak mampu berkata apapun lagi.
Ketika aku menjadi dia maka kamu akan menudingku sebagai orang yang menutup mata dari kenyataan hidup, bergelut dengan kenyamanan semu, takut untuk berselisih kata, menjadi manusia umum. “dasar pengikut, aku yakin sekali kamu tak tau apa yang kamu ikuti, karena kamu tak pernah bertanya mengapa semua ini berlaku bagimu, tak ada gunanya otak dikepalamu” kata kamu, pernyataan yang jelas tidak untuk dibantah yang membuat aku yang telah jadi dia tercekat tak mampu berkata apapun lagi.

Lalu apakah aku? ketika kubilang aku adalah kamu dan dia maka kamu dan dia serentak berkata "dasar tidak punya pendirian!" tidak, aku bukan tidak punya pendirian, aku tak akan memilih kamu atau dia karena dari kamu dan dia tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya, buatku sama baiknya.

Ada hari dimana aku ingin menyelesaikannya begitu saja tanpa bertanya mengapa ada hari ini untukku, menyelesaikan tanggung jawabku, makan dan minum tanpa berpikir itu merupakan rejeki hari ini, tapi ada hari dimana ketika aku terbangun dengan pertanyaan mengapa aku tetap terbangun pagi ini, ada apa hari ini hingga Tuhan masih membuatku dapat bernafas, berpikir dan bergerak, mengapa aku masih bisa bersendagurau dengan orang-orang yang kusayangi dan banyak pertanyaan lainnya.

Jadi aku adalah kamu dan dia dan itu adalah yang paling tepat.

Senin, 13 Desember 2010

Ketika Dia...

Ketika dia berhenti bertanya tentang dunia, tentang bagaimana terciptanya alam semesta, tentang kehidupan setelah kematian, tentang detik awal setelah ketiadaan, atau mungkin tentang keberadaan Tuhan dan akhirnya menerima jawaban “bahwa segala sesuatunya (yang dia pertanyakan) memang sudah selayaknya demikian”, diciptakan sang Pencipta lalu “menerima hidup sebagaimana semestinya” dan “menjalaninya dengan sebagaimana semestinya juga” hingga menjadi sangat “terbiasa” dengan segala sesuatunya yang pada akhirnya membuat dia merasa “biasa” dengan segala sesuatunya, terseret dalam arus realitas yang dikatakan Paulo Friere sebagai dimensi tunggal atau yang dikatakan Martin Heidegger sebagai dasman-hilang dalam massa yaitu ketidakmampuan untuk menghayati hidup atau yang dikatakan Jostein Gaarder dalam bukunya Dunia Shopie sebagai sesuatu yang mengarah ke apatis dan acuh tak acuh pada hidup.

Benarkah dia menjadi “biasa”?

Benarkah dia kehilangan kemampuan berpikir dalam frame yang lebih besar hanya berpikir dalam frame kecil yaitu bagaimana dia harus menyelesaikan hari ini membuatnya terlihat menjadi makmum dari budaya?

Benarkah demikian?