Jumat, 11 Maret 2011

Pesan-pesan pengingat

Hampir setiap pagi aku mendapat pesan singkat dari seorang yang kupanggil Ayah Henky, seorang guru – pembimbing selama aku habiskan waktu dua bulan ku di kinasih – cimanggis – depok.

MQ : Manusia memilih dengan akalnya tetapi dia ditentukan oleh wataknya
MQ : Saya menghargai pertanyaan-pertanyaan saya tentang diri sendiri, dan secara sabar mencoba mencari jawabannya.
MQ : Kita dapat hidup dari apa yang kita peroleh, tetapi kita hanya dapat membuat kehidupan kita berarti dengan apa yang kita beri.
MQ : Kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Wisdom : jadilah diri kamu sendiri, jika ada menjadi orang lain kemudian untuk apa orang lain membutuhkan kamu? (bernadette Peters, USA)
Wisdom : kekuatan tidak bersumber dari kemampuan fisik. Kekuatan datang dari kehendak yang tak tertaklukan. (Mahatma Gandhi)
Wisdom : Agar bisa maju kamu perlu yakin pada diri sendiri, teguh pendirian, dan percaya diri melaksanakan keyakinan-keyakinan itu. (Adlin Sinclair, Inggris)
Wisdom : Banyak pendapat bagus yang dirusak oleh orang-orang bodoh yang tidak paham dengan apa yang dibicarakan (Miquel deUnamuno)

QS Fathir 3 : Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS HUD 112 : Dan tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang-orang yang telah taubat bersama kamu dan janganlah kamu melampaui batas.
QS Al-Israa 82 : Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugiaan.

Terimakasih Ayah atas pesan-pesan singkatnya, doakan kami anak-anakmu bisa menjadi yang terbaik. Seperti mu yang belajar hal-hal baik dari siapa saja tanpa melihat ‘siapa yang berbicara tapi apa yang dibicarakan’.

Love for you always.




Kamis, 10 Maret 2011

Mbak ato Mas


Arrrgghh… apa-apaan neh?  Mbak atau Mas? Gak lihat apa? Perlu operasi mata keliatannya nih orang atau perlu di ajak kebelakang biar lihat sendiri??? Huft…

 setelah sekian lama ada lagi yang berbicara seperti itu?!!! sepertinya perlu ke ketok magic lagi neh. huffff....

Senin, 07 Maret 2011

Ordinary Miracle in the Morning

“Moy dah siang” sayup ku dengar suara khas yang sudah sangat ku kenal. “moy, dah jam berapa ini?” Telingaku semakin jelas menangkap suaranya seiring dengan semakin penuhnya kesadaranku. Kukerjapkan mataku untuk membuatnya terbiasa dengan cahaya. Pagi. Aku menemukan satu hari lagi pagi dalam waktuku. Pagi. Aku masih memiliki satu pagi lagi untuk bersama orang terkasih. Pagi. Batapa menakjubkannya hidup jika kamu bisa menikmati satu pagi lagi.

“Moy, ayo bangun katanya gak mau telat” aku melihatnya dan pagi ini rasanya ingin sedikit bermanja-manja. Aku mengulurkan tanganku, menggerakan jari-jariku membuat tanda padanya untuk membantuku duduk. Dia menarik nafas dan mengeleng kemudian mendekatiku. “dah gede kok masih gini!” aku tersenyum dengan suara parau berguman “maaasih ngantuuk loooh Maaa”. Mama tersenyum lalu membantuku untuk duduk dengan memelukku. “ayo cepet” bisiknya setelah menciumku lalu beranjak pergi. Aku mengangguk lalu diam sejenak, aku termasuk orang yang tak pernah berkeberatan dengan kalimat bahwa “anak tetaplah anak-anak bagi orang tuanya”  karena pada kenyataannya setua apapun kita, orang tua kita pasti akan terus mengkhawatirkan kita, anak-anaknya, diucapkan atau tidak diucapkan, diperlihatkan atau tidak diperlihatkan. Dan oleh karena itu, sah-sah saja buatku sekali waktu bermanja-manja dengan mereka, pada dasarnya aku hanya ingin menikmati anugerah waktu yang diberikan padaku untuk bersama mereka itu saja tak ada yang lainnya.

Duduk diam menikmati anugerah pagi ini, mengisi paru-paruku dengan oksigen, membuka selimut dan membiarkan pori-pori kulitku menikmati dinginnya udara pagi. Merasakan jantungku berdegup pelan lalu mulai menggerakan kakiku yang masih pegal, “minggu yang unik yah kaki, pagi kau dengan high heels dan sore kau dengan sepatu futsal, bertahan yah ini demi kerjaan” aku terkekeh sendiri mendengar ucapanku. Setelah kesimbangan ku dapat dan kakiku kuat untuk menopang tubuh, aku mulai melangkah, tulang-tulangku bergerak seirama, kaki ku bergerak kearah yang sama bukan berlawanan itu artinya saraf-saraf otakku bekerja baik. Apa jadinya jika yang kaki kanan bergerak kedepan dan yang kiri bergerak kebelakang? Mungkin aku tak akan pernah tau bau harum apa ini yang tercium hidungku. “masak apa ma?” tanyaku setelah sampai di dapur. “nasi goreng, udah sana mandi dulu” kata Mama, aku menganguk tak sabar menikmati makanan favoritku.

Selesai sudah mandi, bersiap-siap dengan pakaian kerja terbaik yang artinya tidak ada yang sobek ^-^. Lalu beranjak pada anugerah pagi lainnya di atas meja makan, anugerah pagi untuk tubuhku. Sarapan nasi goreng dengan telur dadar dan segelas susu cokelat. Asupan energi sampai tengah hari, aku siap beraktifitas. Sebelum pergi aku kembali bercermin untuk memastikan aku berpenampilan dengan baik. Aku tersenyum melihat bayangku dalam cermin dan berbicara pada diri sendiri “banyak yang mengangapnya bukan anugerah karena selalu ada dalam hari-hari kita padahal itu adalah anugerah jika kita mau berpikir ^-^ "

Selamat beraktifitas semuanya, selamat menikmati minggu yang menyenangkan, selamat menikmati anugerah-anugerah dihidupmu.

Minggu, 06 Maret 2011

Rumah untuk pulang


    
Float - Pulang

Mencoba mengusir dingin dengan memeluk diri sendiri, menghitung mundur detik, menunggu lampu bewarna merah itu berganti hijau di atas sepeda motorku. Jam 09.20 malam, aku masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Rumah yah rumah untuk pulang. Siapa yang tak menginginkannya? Setiap dari kita pasti menginginkannya. Banyak dari kita yang bekerja keras untuk membangunnya, memenuhinya dengan banyak hal, mempercantiknya dan semua itu adalah untuk membuatnya menjadi surga kecil kita, tempat ternyaman di dunia yang tak akan terganti apapun. Mungkin jika ditanya seperti apa rumahmu? Kita mungkin sepakat dengan mengatakan “tak ada yang lebih indah dari rumahku” dan kita bersedia berkelahi untuk itu. 30 menit dalam perjalanan ada perasaan rindu yang menggenang dihatiku, malam ini aku ingin cepat sampai dirumah

Sebuah rumah bercat kuning muda dengan lampu ruang tamu yang masih menyala. Aku bisa menebak siapa yang menungguku. Pintu terbuka. Aku melihat wajah yang sangat ku kenal, Mama menyambut dengan senyum, terlihat lelah tapi tetap memaksakan diri menungguku. “dah makan?” tanyanya setelah ku lepaskan helm dan sepatu, aku menggeleng, nasi terakhir yang masuk ke perutku tadi siang tapi malas sekali rasanya untuk makan “mama, buatin susu yah?” aku tersenyum dan mengangguk cepat. Mama sudah sangat tau jika aku tak mengucapkan iya maka aku menolak untuk makan tapi aku tak pernah menolak jika dibuatkan susu coklat olehnya.

Setelah selesai membersihkan diri, ku ambil segelas coklat yang sudah tersedia dan mulai meminumnya. Di dalam sini aku merasa hangat dan ini bukan karena susu coklatnya. Kusadari rumah ini taklah sempurna, ada guratan-guratan sedih di dindingnya yang ingin ku lupakan, bagian-bagian yang ingin ku buang, pertengkaran-pertengkaran yang menguap tapi masih kuingat, keinginan untuk pergi dari sini yang masih tergantung di langit-langit rumah tapi tak akan pernah ku lakukan karena kusadari apalah artinya sempurna jika ini sudah cukup bagiku.

Rumah ini taklah sempurna tapi apalah artinya sempurna jika ini sudah cukup bagiku. Banyak orang yang tak seberuntung aku memiliki rumah untuk pulang apa lagi merasakan hangatnya cinta dari orang terkasih. Alhamdulillah. Syukur ku untuk mu Allah.


bon jovi You take the home from the boy, but not the boy from his home”

Selasa, 01 Maret 2011

Berbagi Sesuatu

Desa Tukul Beras, Kec. Sumber, Probolinggo 19 Februari 2011

Seseorang pernah berkata padaku “Segala sesuatu akan terlihat kecil jika kau menggenggamnya ditanganmu sendiri tetapi ketika kamu mencoba membaginya kamu akan menyadari betapa besar itu dapat terbagi”

Apa yang bisa kau bagi? Kupikir banyak hal yang bisa kau bagi dengan orang-orang yang kau temui, tak selalu berupa uang, bisa waktu, tenaga, pikiran dan banyak hal lainnya. Tak terbatas. Buatku berbagi itu bisa membuatku bahagia, bisa membuat hariku bertambah ceria setidaknya itulah yang kurasakan saat bersama mereka, masyarakat desa tukul beras, desa yang berjarak 10 kilometer dari gunung Bromo. Salah satu desa yang terkena imbas abu pasir gunung bromo.


Abu pasir dan Kabut Jam 12.00

Allahualam mengapa semua ini terjadi. tapi aku tak ingin memikirkan itu, yang ku tau dapat berbagi meskipun bukan hal yang besar akan membawa kebahagiannya tersendiri.

Love for you, always.

Selasa, 22 Februari 2011

Batu Buntu dan Uno


14-15 Februari 2011

Aku melepas sepatuku, merasakan ubin yang dingin dikaki membuatku bergegas masuk villa dan merebahkan tubuh di sofa. Sedikit mengeluh karena tak kurasakan lagi bagian belakang tubuhku, kebas, uch… Jam 23.35 dari jam 19.30 itu artinya perjalanan ke Villa di Batu Malang yang harusnya 2,5 jam’an molor jadi 4 jam huft ini gila namanya, di atas motor kurang lebih 4 jam ckckc… pantas bagian belakangku tak terasa lagi.

Moli yang sudah datang lebih dahulu keluar dari kamar menghambur kearah ku dan Sekek. “Kangen” katanya dan ku jawab dengan “Mol, kopi dunk?”, Moli meliriku dengan pandangan yang bener saja!. Aku mengembangakan senyumku lalu membuat wajah memelas yang akhirnya membuatnya menyerah dan beranjak ke dapur. Aku tersenyum, Moli yang tak pernah berubah yang selalu menjaga orang-orang yang disayanginya dan sepertinya tak ada yang berubah dari kami.

Melihat Moli yang sibuk di dapur, Panda yang ngalor-ngidul gak tau ngapain, Sumsal dengan hpnya, Udast yang sibuk mencari acara bagus di TV, Bang Qe yang sibuk merenggankan pinggangnya, mendengar Sekek mengomel dan yang lainnya membawa kembali memori lama di Gramedia. Sumpah tak pernah terpikir olehku menjadi bagian dari mereka. Ini benar-benar jebakan batman ;P huehehe jebakan yang tak mungkin dilepas lebih karena aku menyukainya.

Buntu family, aku meyebutnya seperti itu karena kata buntu sering kami ucapkan, kumpulan orang-orang yang tak mengerti tentang hari esok, banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, perjalanan hidup sepertinya salalu menggiring ke jalan buntu hingga akhirnya gak tau lagi harus berbuat apa, buntu itu yang hampir selalu dirasakan. Tapi kebuntuan ini menjadi istimewa saat kami tau bahwa bukan haya kami sendiri yang merasakannya. Meski tak pernah ada kata-kata bijak yang terucap atau solusi yang bisa membuat kami keluar dari masalah tak mengapa karena kami tau kami akan selalu ada untuk satu dengan yang lainnya dan untuk hal ini aku hanya bisa menyalahkan nasib yang mengikatku dengan mereka ^-^.

Memang tidak dalam formasi lengkap dan tak melakukan kegiatan lain selain bermain uno tapi ini sudah lebih dari cukup buatku. Seperti kata orang “Bukan bagaimana kamu menghabiskan waktumu, tapi bersama siapa kamu menghabiskan waktumu”. Berbahagialah kamu yang dapat menghabisakan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai dan mencintai kamu.

Love for you. Always.





Senin, 21 Februari 2011

Hadapilah maka kau akan mengerti


13 Februari 2011

Aku pernah dengar kata-kata ini:
“memintalah maka kau akan mendapatkan”
“mencarilah maka kau akan menemukan”
“mengetuklah maka pintu akan dibukakan”
Dan kata-kata yang sesuai untukku adalah ”hadapilah maka kau akan mengerti”

Yah hadapilah Fie meski kamu tak pernah menyukai perasaan yang menggenang di hatimu, karena itu jalan satu-satunya untuk mu keluar dari semua masalah yang ada. Kamu tau terkadang ketakutan membayangi, rasa sesak di dada mungkin tak bisa dihindari, rasa tidak percaya pasti menggelayuti ketika melihat apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, seperti bermimpi dalam kenyataan, tapi terus menghindarinya bukanlah pilihan baik.

Sangat nyaman rasanya membangun dunia seperti yang kamu harapkan dipikiran kamu, memilih untuk tidak melihat hal yang nyata dan hanya merasakan apa yang ingin dirasakan, memang sangat nyaman tapi dunia itu tetaplah tidak nyata, dunia yang sangat manis terlihat tapi tetap getir terasa.

Kamu harus mengambil langkah untuk meninggalkannya, kamu harus menghadapinya. Mungkin kamu berharap dapat memutar balik waktu untuk memperbaiki segalanya tapi sadarilah itu tak akan pernah mungkin terjadi meskipun terjadi maka kamu harus mengubahnya sejak huruf pertama sebuah cerita tertulis, tak bisa di tengah cerita jika hanya kamu sendiri yang melakukannya, semua tokoh dalam cerita itu harus kembali terlibat untuk bersama merubah keadaan seperti yang teringinkan, jika hanya sendiri maka kamu hanya memperbaiki bagianmu tapi tak akan membuat hari ini berbeda. Tak ada yang perlu kamu ributi tentang masa lalu karena sesungguhnya tidak ada yang lebih penting daripada hari ini. Jika kau ingin mengubah ubahlah hari ini untuk hari esok bukan hari lalu untuk hari ini.

Jadi hadapilah meski itu sulit, ambilah jarak jika kamu merasa akan kehabisan nafas tapi jangan menghindarinya karena sesungguhnya kamu akan mengerti tentang apa semua ini saat kamu menghadapinya.

Senin, 14 Februari 2011

Abdul Chair 14 Februari 2011

Yang kuingat darinya adalah kesabarannya menghadapi ujian yang diberikan Allah padanya. Memoriku hanya merekam sedikit, pekerjaannya yang berpindah-pindah dan pekerjaan ayah yang juga berpindah-pindah membuatku tak banyak mengenal keluarga besar termasuk dirinya. Yang ku tau pasti dalam silsilah keluarga dia adalah Paman, suami dari kakak ibuku.

Aku baru mengetahui keadaanya beberapa bulan terakhir ini, Bibi tak pernah bercerita apapun, ketidakinginan untuk menyusahkan keluarga membuatnya menutupi apa yang terjadi sebenarnya, secara kebetulan Kakak sepupu mengetahuinya dan akhirnya mengabarkan kepada seluruh keluarga besar tentang keadaan mereka. Sedih awalnya tapi bersedih saja tak akan menghasilkan apa-apa kecuali air mata. Pilihan yang terbaik adalah menguatkan hati agar dapat memberikan semangat padanya untuk melawan penyakit yang menggrogoti fungsi normal tubuhnya. Melakukan yang bisa dilakukan itulah yang terbaik.

Aku belajar darinya meski keadaan berkebalikan dengan yang kita harapkan tidaklah perlu kita habiskan waktu dengan mengeluh terlebih menghujat Allah atas anugerahNya, lakukan sesuatu atas anugrah itu cukup sesuatu dan berjuanglah sampai akhir, apalah takdir dan nasib itu jika kita diberi kekuatan untuk memilih. Jangan meyerah.

Dan pagi ini, saat adzan subuh berkumandang aku mengantarkan kepergiaannya dengan doa.

Ya Allah, Dia telah berjuang atas nasibnya.
Tak meyerah atas nikmatmu
Berikanlah ia tempat terbaik disisiMu. Amin. Amin. Amin. Ya Rabb.

Jumat, 28 Januari 2011

I'm In Here

Langit kuputarkan sebuah lagu untukmu dari SIA - I am in here.




Can't you hear my call?
Are you coming to get me now?
I've been waiting for,
You to come rescue me,
I need you to hold,
All of the sadness I can not,
Living inside of me.


Meyedihkan dan sangat bodoh bukan? Menunggu dan berharap ada seseorang datang menyelamatkan. Aku menyadarinya langit... bukan... bukan... yang benar adalah aku mengakuinya bahwa itu adalah hal terbodoh yang pernah kulakukan. Kupikir sejarah itulah yang membuatku seperti sekarang, sejarah yang selalu ku jadikan kambing hitam dan pemakluman bagi sikapku. hehehe... Sejarah yang malang menanggung semua kesalahan dari aku yang tak pernah berani menghadapi kenyataan.

Black dan Bayu pernah berkata padaku "kamu hanya sedang membangun tembok lebih tinggi untuk melindungi dirimu", aku menolak perkataan mereka saat itu dengan sangat bijak aku berkata pada mereka "apa yang terjadi adalah yang terbaik", aku mengamininya tapi aku tak pernah mempercayai kata-kataku buktinya jelas, pada kenyataannya aku membangun tembok yang lebih tinggi dan kuat untuk melindungi diriku. Sebenarnya aku takut menghadapi kenyataan di balik tembok itu, aku bisa membayangkannya ketika satu persatu batu tembok itu ku bongkar aku melihat wajah dari rasa sakit, penghianatan, ketidakpedulian, wajah dari sejarah (hal nyata yang pernah ada), kata-kata yang menyakitkan itu akan terus melayang-layang di kepalaku mengingat bahwa semua itu akan menghantui ku selamanya membuatku tak ingin melihatnya. aku tak punya hati yang luas untuk semua ini. Tapi aku lupa langit bahwa tembok itu juga membuatku berjarak pada cinta, kehangatan, kepercayaan, dan kebersamaan. Ketakutan akan sejarah dan ketakutan akan berulangnya sejarah membuat ku menolak semua itu, "cukup ini saja, cukup aku dengan diriku saja" tapi kini perasaan cukup itu berubah, kesendirian yang dulu membuatku aman sekarang menjadi tempat yang menakutkan.

Aku ketakutan dan di dalam tembok itu aku memeluk sebuah harapan konyol, bahwa akan ada seseorang yang menyelamatkanku dari semua ketakutan dan kesedihan ini, konyol bukan, sangat konyolkan langit. Bagaimana seseorang akan datang menyelamatkan jika aku menolak untuk mereka dekati? bagaimana seseorang akan menyelamatkan jika aku saja tidak mengakui ketakutanku? Bagaimana bisa seseorang mengerti dengan diamku? tidak bisa seperti itu, akulah yang harus membatu diriku sendiri untuk bisa keluar dari semua ini.

Hari ini aku sudah katakan pada diriku, bahwa aku tak bisa terus seperti ini, tak ingin terus memelihara kesedihan ini, tak ingin sendiri, akulah yang harus tumbuh menjadi kuat bukan sejarah itu. aku akan membongkar satu persatu tembok itu, menghadapinya, mengakuinya, membiarkan orang-orang yang mengasihiku membantuku untuk melewati semua ini. aku akan jujur dengan apa yang kurasakan sebenarnya tak ada lagi pengingkaran.

Dan untuk itu langit, aku akan pergi darimu sementara waktu karena kau tau kan kau lah tempat pelarian kecilku, kalau aku terus berlari padamu maka aku gak pernah belajar untuk menghadapi kenyataan.


Makasih langit untuk semua kisah. Aku mencintaimu, aku janji aku akan datang lagi dan bercerita tentang hari-hari ku. Doakan aku yah. ^-^

Kamis, 20 Januari 2011

Si Ceria

Satu malam saat aku menemukan sepi dan dingin, aku juga menemukanmu sedang ribut dengan malam. Air mukamu tetap sama, tetap ceria meski langit hitam warnanya. Cukup sudah kau membuat rasa iri ku kini jadi benci.

Aku  mendekatimu, mengambil duduk disebelahmu mencoba melihat apa yang kau lihat tapi aku tak menemukan apa-apa selain tawamu.

"apa yang kau sedihkan? kehilangan, keinginan yang tidak tercapai atau keadaan yang tidak sesuai harapan?" pertanyaanmu membuatku merasa bahwa perasaan ini adalah perasaan remah yang tidak seharusnya ada.

"hey aku tidak sedang meremahkan, aku hanya bertanya apa yang membuatmu sedih? saat hujan kau mengumpat karena kau mengganggapnya tidak datang pada saat yang tepat, saat matahari bersinar indah kau malah lari darinya. sekarang saat malam menghadirkan kedamaian kau malah...."

Aku memotong kata-katamu cepat "apa yang salah dengan merasa sedih?"

Kau tersenyum "tidak ada yang salah dengan merasa sedih, yang salah adalah selalu merasa sedih"

"jika itu yang memang aku rasakan!" bantahku

"berarti kau melewatkan banyak hal." ucapanmu membuatku kehabisan kata. "kau tau... aku tak punya banyak hal, terus berpikir banyak hal yang tak kupunya hanya akan membuatku tak melihat apa yang kupunya dan itu hanya akan membuat ku kehilangan banyak hal lagi"

...

"suatu hari ketika aku bangun pagi, duduk dipinggir kasur mencoba mengusir dingin, saat aku mau mengumpat pada pagi yang datang terlalu awal, aku dapat sms yang isinya 'selamat pagi, pagi ini aku beruntung aku masih bisa melihat pagi jadi aku bisa mengatakan ini padamu, aku sayang kamu' ada dua kata yang membuatku menyadari sesuatu 'beruntung' dan 'melihat'. aku melihat tanganku yang masih bisa kugunakan untuk menutup mulut saat menguap, aku melihat kakiku yang bisa kugerakan untuk menendang baju yang berserakan di lantai, aku masih bisa melihat mama dan adikku yang sedang ribut tentang sarapan pagi dari pintu kamar yang terbuka setengah, aku beruntung pagi itu aku terbangun dalam keadaan yang masih bisa melihat semua yang ada disekitarku. tapi itu hanya sebagian kecil keberuntunganku, telingaku yang masih bisa mendengar, tulangku yang masih bisa menopang badanku, paru-paruku yang berfungsi, jantung ku yang berdenyut, semua tentang fisiku, lalu kulihat rumah yang kujadikan tempatku berteduh, uang di dompetku, barang-barang yang kupunya dan banyak hal lain. aku tak bisa bilang kalau cuma beruntung, aku sangat beruntung"

...

"mulai saat itu aku berjanji, aku tak mau satu hal yang menyedihkan merusak satu hari ku, tapi aku maunya satu hal yang menyenangkan bisa bertahan dalam satu hari. aku tak mau menghitung kesedihan tapi aku akan menghitung kebahagiaan karena pada dasarnya hidup itu anugerah, mampu atau tidak mampu mataku melihat warna, hidup tetaplah anugerah. aku ingin menikmati setiap detiknya"


kamu menyelesaikan kata-katamu, dan aku menjadi sangat iri tapi kali ini iri yang membuatku ingin melihat hidup dengan cara yang lebih baik lagi. terimakasih sahabat.


untuk wanita perkasa terimakasih untuk 'there is something to share'-nya ya :D

Selasa, 18 Januari 2011

ah... aku iri

Katakan padaku darimana asal keceriaanmu? ah... aku iri, benar-benar iri.

Aku iri sekali melihatmu bisa seceria itu, berdansa dengan tawa dalam hujan, sedangkan aku disini merapatkan tubuhku pada dinding dingin, menghindari air yang jatuh dari talang, menunggu waktu dengan umpatan. Bagaimana bisa kau seceria itu? aku sudah kedinginan dari tadi tapi kau masih asik menari-nari. Aku ingat, kemarin kau hentikan langkahku yang sibuk menghindari cahaya, di atas sepeda yang buatku terlalu kecil untukmu, kau melepas tawa. apa kau sudah gila! celana pendek, kaos tak berlengan, sepeda dan matahari tepat di atas kepala!!! sungguh bukan kombinasi yang bagus buatku tapi bagaimana kau seceria itu?

Aku iri, benar-benar iri, bagaimana bisa kau memiliki ceria yang sama meski langit berbeda warna?

Rabu, 12 Januari 2011

Seseorang untuk mengingatkan

Aku terkadang lupa pada alasan kuat yang membuatku memulai sesuatu akibatnya adalah ditengah-tengah perjalanan aku selalu kebingungan, terus bertanya bagaimana aku bisa ada disana, membalikan badan dan mengulang langkah akan menjadi perjalalanan yang melelahkan.

Seorang sahabat pernah berkata padaku "kamu membutuhkan seseorang untuk mengingatkanmu". aku menunjukan raut wajah malas saat mendengarkan kata-katanya, dia tersenyum dan melanjutkan kata-katanya "ini bukan seperti menggantungkan diri pada orang lain, orang yang sangat percaya bahwa segala hal dapat hilang dalam satuan terkecil waktu sepertimu pasti tak akan mau melakukannya"

aku diam menunggu putaran katanya

"kamu tak akan pernah bisa melakukan perjalanan hidup jika hanya sendiri seperti halnya kesedihan yang tak akan mungkin kamu hadapi sendiri atau kebahagian yang tak akan ada artinya jika hanya kamu sendiri yang merasakannya, kamu membutuhkan orang lain dalam perjalanan hidupmu"

aku mencoba mengikuti pemikirannya

"jika itu mimpi fie, maka akan sangat menyenangkan rasanya jika kamu bagi dengan orang-orang yang ada didekatmu, bayangkan jika mimpimu menjadi bagian dari mimpi mereka juga?"

aku membayangkannya

"menyenangkan fie, bisa kau rasakan semangat yang berkali lipat, ketika kau lelah merekalah yang akan mengingatkanmu untuk terus berjalan karena ini juga mimpi mereka, karena ini juga kebahagiaan mereka"

ya sahabat kamu benar. pasti sangat menyenangkan rasanya. ingatkanlah aku selalu.