Senin, 23 Mei 2011

Nobody

Minggu, 22 Mei 2011

Rumah Kecil Kata

Seorang sahabat memintaku untuk membuatkannya sebuah rumah kecil untuk kata. Kukatakan iya dengan senang hati. Kucarikan tempat terbaik untuknya, kubuatkan alamat yang kuharap dia sukai, kupilih pernak pernik yang dibutuhkannya dan yang terakhir kupilihkan warna yang sesuai dengan karakternya.

Rumah kecil itu masih setengah jadi saat memori 2 tahun lalu kembali berulang, saat kubuat rumah kecil untuk kataku sendiri. Aku masih sangat ingat, aku memulainya tanpa kepedulian, memenuhinya dengan apa saja yang kupikirkan dan apa saja yang kurasakan, sedangkal apapun aku tak peduli karena itulah aku pada saat itu tapi pemikiran ini terus tergerus saat kulihat rumah-rumah lain terhiasi dengan hal-hal baik, aku menjadi sangat iri dan ingin menjadi mereka untuk itu kupilih warna yang berbeda, tak lagi memenuhinya dengan apa yang kupikirkan tapi memikirkan hal apa lagi untuk memenuhinya, warna yang berlabel “lebih baik”.

Aku mencoba label lebih baik itu, bukan menulis apa yang dipikirkan tapi memikirkan apa yang ditulis dan pada akhirnya hanya perasaan tidak menyenangkan yang ada ketika aku berada di rumah kecil untuk kataku ini.

Aku berencana untuk menutup rumah kecilku ini setelah kuselesaikan rumah kecil untuk sahabatku tapi ketika aku berusaha memilih warna yang sesuai untuknya, memilih gambar yang sesuai dengan karakternya dan benar-benar mempertimbangkan alamat yang sesuai untuk rumahnya, aku tergelak sendiri. Aku sedang membangun rumah yang sesuai dengan karakter penghuninya tapi pada saat yang bersamaan aku sedang menghapus karakterku di rumahku sendiri.

Aku hanya bisa tertawa melihat diriku sendiri, ah… sempit sekali pemikiranmu fie, label “lebih baik” itu adalah sebuah keharusan tapi “lebih baik” menjadi mereka adalah hal yang percuma. “lebih baik” menjadi diri sendiri yang berusaha untuk “lebih baik” itu baru benar. :P

Sabtu, 07 Mei 2011

Layang-layang dan angin

Tak peduli betapapun sakitnya kakiku karena kerikil atau kulit kerang, aku tetap senang lari bertelanjang kaki di pajak (red : pasar). Lari diantara papan-papan yang menjajakan kebutuhan sehari-hari, diantara nangboru-nangboru yang selalu memberiku uang Rp.250,- atau Rp.500,- saat aku membantu mereka mengupas sekeranjang bawang atau memetik seember cabe keriting dan senang berlari diantara ibu-ibu yang selalu mengeluh tentang harga barang yang mahal. Aku tak lagi peduli apapun kecuali hal yang di tanganku meski bajuku lusuh, meski bau tubuhku tak ada bedanya dengan ikan, daging atau ayam yang nangboru-nangboru itu jual (jika saja aku disejajarkan dengan barang dagangan mereka mungkin akan ada seseorang ibu yang membeliku), meski kakiku telah berwarna abu kehitaman karena tanah becek pajak tak kan ku pedulikan kecuali satu hal yaitu layang-layang ditanganku.

Layang-layang ya... layang-layang yang berwarna sama dengan bendera indonesiaku, merah putih, layang-layang yang ku beli atas keringatku sebagai buruh kecil di pajak, layang-layang selalu ku impikan untuk terbang ke awan. Layang-layang yang membuatku berlari menentang angin dan mengambil resiko tergores benang kaca. Layang-layang itu layang-layang yang membuatku tak memperdulikan apapun, yang membuatku mengambil resiko apa saja adalah layang-layang yang tak pernah bisa terbang ke awan.

Hari ini aku ingat, saat itu aku tak pernah membuatmu benar-benar terbang ke awan, sebentar saja kamu melayang lalu jatuh menghantam tanah. Kusalahkan angin yang tak bersahabat tapi hari ini ku akui sebenarnya tangankulah yang tak lihai menjaga kesimbanganmu.


Kuharap dimengerti, kuharap dipahami.

Minggu, 01 Mei 2011

(H)emarang

"(H)Semarang" ucapku saat lenny bertanya tentang plat kota yang terkenal dengan lumpianya. Lenny menunjukan ekspresi 'apa? yang benar saja!' aku tertawa terkekeh "beneran ini len, coba ajah kamu lihat tuh, dimana-mana kita lihat plat dengan huruf depan H itu identik dengan kota (H)emarang!" kataku  dengan muka bodoh mencoba meyakinkan, lenny hanya melirikku, melengos, tertawa dan meneruskan langkahnya melewati mobil berplat H yang sengaja berhenti agar kami bisa menyebrang.

Kami sedang menuju tempat makan yang direkomendasikan Rafa dan dekat dengan hotel tempat menginap yaitu Manggala Food Festival dari simpang lima ke arah utara di jalan Gajah Mada. Disini ada banyak pilihan makanan dan minuman, salah satunya Ajam Lombok Idjoe dan Djati Legi, tempatnya nyaman dan ada live bandnya, soal harga sangat bersahabat dengan kantong jadi gak perlu khawatir. Ada beberapa tempat lagi yang menjadi rekomendasi beberapa teman yaitu di daerah Simpang Lima di sana juga ada mall buat lidah pemilih akan lebih aman cari makanannya di mall ini lalu ada Kampung Laut tempatnya lumayan jauh dari pusat kota sekitar 1 jam'an katanya tempatnya asik dan makanannya enak berhubung gak punya banyak waktu jadi lain kali saja fie kesana (berharap dapat job trip ke semarang lagi ^-^v).

Pilihan lain yang lumayan tempatnya adalah Gama ikan bakar dan seafood. Rumah lawas (kuno) yang di sulap jadi resto ini nyaman banget buat makan bareng sama keluarga besar, serasa di rumah sendiri. Tempatnya jika dari simpang lima ke arah timur.

Buatku Semarang kota yang nyaman gak macet dan kesana kemari aku naik becak. tapi sayangnya lagi lagi karena waktu yang tidak memungkinkan karena ini job trip bukan benar benar traveling jadi tidak banyak tempat yang bisa di kunjungi dan ini dia tempat yang sempat di kunjungi :

Lawang Sewu yang lagi di renovasi dan Tugu Muda

Pusat Oleh-Oleh Pandanaran

Hal yang paling kuingat di tempat oleh-oleh ini adalah Zea selalu mengkoreksi kata kataku.
"jadi kalo beli oleh oleh disini Panandaran?"
"Pandanaran" koreksi Zea
"emang aku bilang apa tadi? benerkan Panandaran?" masih gak ngeh, zea melihatku dan mengeja kata "Pan-da-naran bukan Pan-an-da-ran" aku mengangguk mantap meski masih ngak ngeh saat itu hhahahahaha... tapi tunggu bentar deh oleh oleh yang keliatan kok cuma bandeng yah? Moaci ku kemana?!!! o... o... o... bahaya... mama keriting moaci ke mana??!!!!!

Jumat, 22 April 2011

Meng-akali

aku sedang duduk santai menikmati lagu accoustic bossa yang baru saja gila-gilaan ku download ketika kau datang dengan pertanyaan 

"apa batas manusia?"

aku melirikmu, berpikir sejenak... "em... menjadi Tuhan atau berpura-pura menjadi Tuhan"

"berarti hampir tidak ada yang tidak bisa kita lakukan selain hal yang kau ucapkan"

aku narik nafas lalu menjawab "terbang"

"eh... bukankah kau orang yang setuju bahwa takdir kita memang tak bersayap tapi kita masih bisa terbang  seperti burungkan dengan pesawat terbang atau paralayang, kita mungkin tak punya insang tapi kita masih bisa seperti ikan, menyelam?"

kau membuatku menarik nafas dalam, percakapan ini... "jangan lagi tentang takdir dan nasib!"

"ah bukan bukan" kau menggeser duduk mu mengarah padaku "kita bisa mengakali takdir"

aku menoleh padamu cepat, apa yang sedang kau pikirkan? "kau ingin mengakali Tuhan?"

"eh, gak mungkin itu, Dia sang pencipta. Kita terlahir dengan fisik terbatas tapi bukan otak kita ,bukan pikiran kita, bukan hati kita"

Kau mengakhir katamu dengan senyuman dan membuat ku khawatir, apa yang ingin kau lakukan?

Jumat, 15 April 2011

Anak Sungai Waktu

Seberapa jauh kita telah terpisah? Aku masih melihatmu duduk di sisi anak sungai yang bersebrangan dengan ku, kita masih saling melambaikan tangan dan mentertawai hal yang sama, karena itu kupikir kita masih bersama… karena itu kupikir kita tak terpisah, tapi saat ku langkahkan kakiku di sungai mencoba mendekatimu, aku menyadari sesuatu bahwa langkahku tak sedikitpun mendekatimu. Ini hanya anak sungai… hanya 5 meter jarak kita tapi mengapa langkahku tak berkesudahan?.

Sepertinya aku harus menerima kenyataan bahwa kau hanya proyeksi pikiranku saja. Sebuah film tentangmu yang terus ku putar diotakku, dimana waktu yang membawa perubahan tak berlaku disana. Benar kiranya kata mereka bahwa kita hanya melihat hal yang ingin kita lihat, seperti ku yang ingin selalu melihatmu sebagai teman kecilku, yang selalu berusaha membuatku bergerak dari depan TV dan meninggalkan Mario bross untuk berlarian di gang-gang kecil diantara rumah tetangga hanya untuk buah kersen kegemaran kita yang bisa ditemukan di ujung gang terakhir.

Inilah kenyataannya yang harus aku terima bahwa kita telah terpisah, terpisah oleh anak sungai, anak sungai waktu yang setiap tetes airnya adalah milidetik yang terkumpul saat kita memilih pilihan-pilihan yang berbeda yang membuat kita berada pada sisi anak sungai yang berbeda seperti sekarang. Membuat kita jauh.

Pada sebuah daun yang kuhanyutkan dalam air kutuliskan tentang kita “aku baru sadar ternyata seorang sahabat itu ada harganya memang bukan dalam bentuk rupiah tapi kau telah membeli persahabatan itu untukku, kau telah membelinya dengan waktu kebersamaan, kau telah membelinya dengan mendengarkan keluh kesah, kau telah membelinya dengan senyum dan dukungan diatas kebahagian dan cita sahabatmu.” Aku hanya berharap daun ini sampai ketanganmu agar kau tau bahwa aku kehilanganmu.



saat kau katakan kau baik-baik saja dan ku tau kau berbohong.

Senin, 11 April 2011

Bosan, Email dan Tugu Khatulistiwa

Aku hanya sedang benar-benar bosan dengan semua hal. Kerja, kuliah, jadwal-jadwal yang harus dipenuhi, tugas-tugas yang harus diselesaikan, janji-janji yang harus ditepati, rencana-rencana yang harus dibuat dan masalah-masalah yang datang silih berganti. Ingin rasanya pergi ke suatu tempat, sendiri, menghabiskan waktu yang ada. Menemukan kembali semangat yang telah hilang. Menjauhkan diri dengan semua pertanyaan tentang hidup (sok berat…), bagaimana masa lalu dan seperti apa masa depan (mulai lebay…) hahaha… sok serius deh fie…… ;D

Tapi beneran blog, fie lagi bosan banget, apa lagi waktu opie ngirim fotonya yang lagi nunjuk Jam Gadang di Bukit Tinggi ahhh… rasanya mau fie jual ajah tuh jam gadang… hehehe ^-^ (boleh gak yah?). Opie, temen yang stay di medan ini sering sekali berpergian keliling sumatera, bikin iri? Em… sebenarnya sih enggak karena fie juga cukup sering keliling kota di pulau jawa (mulai sombong :P hehehe) tapi kali ini! karena fie terperangkap dengan banyak sekali laporan yang membuat tidur fie hanya 2 jam sehari ingin sekali rasanya nge-trip, untuk sehari dua hari saja keluar dari kantor urusan kerjaan gak masalah-lah karena cuti nil kemungkinannya yang penting nge-trip!.

Puncuk di cinta ulam pun tiba blog, di senin pagi ketika fie berusaha buka mata yang rasanya semakin sipit saja, Si Bos manggil dan bilang “besok kamu sudah harus berada di pontianak, kita ada rapat piutang dengan customer b2b, enggak ada masalahkan dengan kuliahmu?” fie dengan suara datar menjawab “em, enggak ada masalah Pak, saya bisa bikin surat ijin” dalam hati fie sorak sorai bergembira blog, bayangin mulai dari Medan, Pekanbaru lanjut ke kota-kota di sumatera berikutnya ke tanah jawa hingga terakhir ke Kupang-NTT tak pernah sedikitpun fie berpikir untuk menginjakkan kaki di kalimantan terlebih di pontianak… ah… ini benar-benar keren… makasih bos… :D


                                             Source: http://id.wikipedia.org/wiki/Tugu_Khatulistiwa
Tugu Khatulistiwa atau Equator Monument berada di Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara, Propinsi Kalimantan Barat. Lokasinya berada sekitar 3 km dari pusat Kota Pontianak, ke arah kota Mempawah. Berdasarkan catatan yang diperoleh pada tahun 1941 dari V. en. W oleh Opzichter Wiese dikutip dari Bijdragen tot de geographie dari Chef Van den topographischen dienst in Nederlandsch- Indië : Den 31 sten Maart 1928 telah datang di Pontianak satu ekspedisi Internasional yang dipimpin oleh seorang ahli Geografi berkebangsaan Belanda untuk menentukan titik/tonggak garis equator di kota Pontianak dengan konstruksi sebagai berikut :
a. Tugu pertama dibangun tahun 1928 berbentuk tonggak dengan anak panah.

b. Tahun 1930 disempurnakan, berbentuk tonggak dengan lingkarang dan anak panah.

c. Tahun 1938 dibangun kembali dengan penyempurnaan oleh opzicter / architech Silaban. Tugu asli tersebut dapat dilihat pada bagian dalam.

d. Tahun tahun 1990, kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pembuatan duplikat tugu dengan ukuran lima kali lebih besar dari tugu yang aslinya. Peresmiannya pada tanggal 21 September 1991.

Bangunan tugu terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian (kayu besi), masing-masing berdiameter 0,30 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak dua buah setinggi 3,05 meter dan tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah setinggi 4,40 meter.


Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter. Panjang penunjuk arah 2,15 meter. Tulisan plat di bawah anak panah tertera 109o 20' OLvGr menunjukkan letak berdirinya tugu khatulistiwa pada garis Bujur Timur.
 
Peristiwa penting dan menakjubkan di sekitar Tugu Khatulistiwa adalah saat terjadinya titik kulminasi matahari, yakni fenomena alam ketika Matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada diatas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi. Pada peristiwa kulminasi tersebut, bayangan tugu akan "menghilang" beberapa detik saat diterpa sinar Matahari. Demikian juga dengan bayangan benda-benda lain disekitar tugu. Peristiwa titik kulminasi Matahari itu terjadi setahun dua kali, yakni antara tanggal 21-23 Maret dan 21-23 September. Peristiwa alam ini menjadi event tahunan kota Pontianak yang menarik kedatangan wisatawan.

Meski hanya sebentar, tapi fie senang banget karena bisa melihat sungai kapuas yang merupakan sungai terpanjang di indonesia. selamat tinggal Supadio (Bandar Udara Kalbar). suatu saat aku akan kembali lagi untuk berburu buaya. :D


really love job trip ^-^


Jumat, 25 Maret 2011

Earth Hour 2011

Kantor mem-broadcast hal ini melalui email
http://www.earthhour.wwf.or.id/ 

Jujur aku hanya pernah dengar mengenai hal ini belum pernah ikut melakukannya tapi ku pikir tahun ini aku akan ikut ambil bagian, bukan karena siapapun tapi karena aku tau aku membutuhkan bumi lebih dari bumi membutuhkanku. ^-^

Rabu, 23 Maret 2011

Mangkelno!

hierdie irriterende, kjo i bezdisshëm, هذا مزعج, Այս annoying, bu zəhlətökən, hau gogaikarria, dit vervelende, това досадно, гэта раздражняе, to otravné, denne irriterende, see tüütu, این مزاحم, iso irritante, ამ უსიამოვნოს, इस कष्टप्रद, this annoying, an annoying, þetta pirrandi, questo fastidioso, この厄介な, diese ärgerliche, aquest molest, 성가신, sa a anmèdan, ovaj peckav, hoc molestiae, šo kaitinošas, tai erzina, ezt a bosszantó, ова досадно, dan annoying, 这个恼人, 這個惱人, denne irriterende, ito nakakainis, ten przykry, isso irritante, ce gênant, acest enervant, это раздражает, to siten, to otravné, este molesto, Tämä harmittaa, hii annoying, detta irriterande, นี้น่ารำคาญ, Bu rahatsız edici, це дратує, اس پریشان, gây phiền nhiễu này, hyn yn blino, דעם אַנויינג, αυτό το ενοχλητικό dan bahasa indonesianya adalah INI MENJENGKELKAN!.

>.<   hsstttt  p" "q

Minggu, 20 Maret 2011

Bintang

aku pernah memanah satu bintang jauh di atas sana, ingin membuatnya jatuh terhempas ketanah dan menjadikannya keping yang tak lagi berbentuk. Betapa melelahkannya itu ketika kau menyadari itu tak akan pernah mungkin terjadi. Aku seperti orang gila yang menyeret tubuhnya sendiri ke batas kesadaran yang tak lagi peduli apapun kecuali bintang itu. Dan pada akhirnya aku hanya merasakan sebuah kehampaan, menemukan lorong-lorong kosong dihatiku dan sudut-sudut gelap dipikiranku.


“Apa ini?” Terus bertanya pada diriku sendiri hingga tangis menjadi hujan malam itu. Ketika ketakutan perlahan meyelimutiku, aku berlari menjauh tanpa arah, kemana saja asal jangan disini. Terus berlari dalam dingin menjauh dari cahaya. Kebingungan dalam langkah hingga akhirnya tersungkur ketanah. Aku kembali menangis, terisak, tanganku mecoba meraih apapun tapi tak kudapatkan selain diriku sendiri dalam tangis dikegelapan.

Lama sebelum kudengar suara selain tangisku. Aku menemukan mu, duduk melihat ke atas, melihat ke bintang, bintang yang ingin ku panah.

“sinarnya paling terang diantara semua bintang. Itu bintangmu?”

Aku mengambil duduk di sebelahmu, masih terisak, tak menjawab hanya tertunduk.

“tak akan ada yang mampu membuatnya seterang itu selain dirimu, buatku saat ini kau hanya khawatir akan waktu, sudah terlalu lama hingga terasa begitu sangat melelahkan. Dimana akhirnya mungkin itu yang terus kau tanyakan, untuk itu aku hanya bisa katakan ‘kita tak akan pernah mampu menguasai waktu’ jadi ikut saja dengannya dan tentang masa depan tak ada yang bisa kujanjikan. Kau tau ketika kau meletakannya setinggi itu, seluruh alam mengamini. Memang tak mudah mewujudkannya tapi bukan mimpi namanya jika mudah diraih."

Diantara semua hal yang kau ucapkan malam itu hanya kalimat ini yang selalu  kuingat "bukan mimpi namanya jika mudah diraih"

Jumat, 18 Maret 2011

Rindu Kopi

Kukatakan padamu, ini bukan seperti perutmu dipenuhi oleh kupu-kupu yang terbang kesana kemari ... yang menggelitikmu untuk tersenyum sepanjang hari saat kamu jatuh cinta...  tapi ini juga bukan seperti balon-balon udara yang membuat perutmu penuh hingga tidak ada lagi ruang tersisa bahkan untuk sepotong roti.

Apa yang harus ku katakan padamu? yang ku tau adalah hitam yang kau cicipi akan menghantarkanmu ke tepi-tepi rasa yang (aku berani bertaruh untuk hal ini) tak kau kenali. Bukan manis yang biasanya membuatmu mual atau pahit yang membuat lidahmu kelu tapi diantara keduanya yang sayangnya tak mampu ku jelaskan padamu dalam satu kata. Yang pasti... manisnya akan membuatmu  jadi pesakitan dan pahitnya akan membuatmu jadi si pungguk.

Teman sepi dan berbagi. Kekasih dan musuh saat bersamaan. Aku rindu kamu, dalam satu waktu.

Senin, 14 Maret 2011

Sista First Job

Melihat senyumnya dengan baju dominan biru menyadarkan ku bahwa dia sudah besar sekarang, bukan dalam bentuk fisik tapi besar untuk menerima tanggung jawab lebih dari seorang anak yang harus menyelesaikan tanggung jawabnya dalam belajar.


Kira-kira sebulan yang lalu Vio, adikku, meminta ijin untuk bekerja. Mangapa aku? yang notabene hanya Kakaknya? Ini adalah aturan dari Mama, kami kakak beradik bertanggung jawab atas satu sama lainnya. Kami semua berhak mengingatkan, memarahi bahkan melarang tidak peduli apakah itu kakak atau adik (tentunya dengan cara yang baik) dan untuk aktivitas diluar aktivitas utama meminta "ijin" itu wajib dilakukan, tak pernah ada pilihan lain selain menurut jika kata “tidak” menjadi jawabannya.

“mbak, aku kerja ya?”
“kerja? Ngapain kerja?”
“ya sudah kalo gak boleh, tambahin duit jajanku? Atau beli in hp baru?”
“apa? Hp? Aku ajah seumur-umur gak pernah beli hp, kamu tau sendiri itu!”
Vio diam dan melihatku. Banyak pertimbangan sebenarnya salah satunya, kalau ada apa-apa akulah yang pertama bakal kena marah oleh Mama dan Kakak bukan hanya kamu adikku sayang meski kamu yang bikin salah tapi sepertinya sudah saatnya kamu tau bagaimana susahnya mencari uang, agar kamu lebih menghargainya dan tidak marah jika keinginanmu untuk beli ini dan itu belum bisa terpenuhi

“hemm… oke, boleh dengan syarat tidak mengganggu jam kuliah, kamu boleh kerja hanya dihari libur, sekali nilaimu turun maka gak akan ada kerja lagi sebelum kamu lulus, kamu juga harus ingat kamu punya target waktu lulus seperti kami kakak-kakakmu dan kalau kamu melewati target itu kamu tau konsekuensinya kan? Bayar kuliahmu sendiri dan aku harus tau apa pekerjaanmu sebelum kamu benar-benar kerja” cerocosku. Dengan wajah malas karena mendengar banyak syarat vio menjawab iya

Dihari minggu, aku mengatar Mama keriting yang khawatir akan anak bungsunya ini, apa adek bisa kerja? Tanyanya tapi saat melihat bagaimana adek bekerja dia berbisik padaku “adekmu bisa kerja tuh lihat, waktu dia merayu pelanggan” aku mengangguk, ah andai Mama tau update statusnya.


Tapi bagaimanapun juga kamu membuat kami bangga dan kami hanya ingin kamu ingat setiap tahap dalam hidup itu menyenangkan, hari ini kamu menjadi tanggung jawab orantuamu, besok kamu bertanggung jawab terhadap dirimu sendiri dan nanti kamu akan bertanggung jawab terhadap orang lain selain dirimu. Setiap tahap akan memberikan cerita - certia yang menakjubkan. Percayalah sayang. Selamat menikmati perkerjaan paruh waktumu. ^-^

Love for you always.

Jumat, 11 Maret 2011

Pesan-pesan pengingat

Hampir setiap pagi aku mendapat pesan singkat dari seorang yang kupanggil Ayah Henky, seorang guru – pembimbing selama aku habiskan waktu dua bulan ku di kinasih – cimanggis – depok.

MQ : Manusia memilih dengan akalnya tetapi dia ditentukan oleh wataknya
MQ : Saya menghargai pertanyaan-pertanyaan saya tentang diri sendiri, dan secara sabar mencoba mencari jawabannya.
MQ : Kita dapat hidup dari apa yang kita peroleh, tetapi kita hanya dapat membuat kehidupan kita berarti dengan apa yang kita beri.
MQ : Kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman, jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Wisdom : jadilah diri kamu sendiri, jika ada menjadi orang lain kemudian untuk apa orang lain membutuhkan kamu? (bernadette Peters, USA)
Wisdom : kekuatan tidak bersumber dari kemampuan fisik. Kekuatan datang dari kehendak yang tak tertaklukan. (Mahatma Gandhi)
Wisdom : Agar bisa maju kamu perlu yakin pada diri sendiri, teguh pendirian, dan percaya diri melaksanakan keyakinan-keyakinan itu. (Adlin Sinclair, Inggris)
Wisdom : Banyak pendapat bagus yang dirusak oleh orang-orang bodoh yang tidak paham dengan apa yang dibicarakan (Miquel deUnamuno)

QS Fathir 3 : Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah Pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi? Tidak ada Tuhan selain Dia, maka mengapa kamu berpaling (dari ketauhidan)?
QS HUD 112 : Dan tetaplah kamu pada jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu dan orang-orang yang telah taubat bersama kamu dan janganlah kamu melampaui batas.
QS Al-Israa 82 : Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugiaan.

Terimakasih Ayah atas pesan-pesan singkatnya, doakan kami anak-anakmu bisa menjadi yang terbaik. Seperti mu yang belajar hal-hal baik dari siapa saja tanpa melihat ‘siapa yang berbicara tapi apa yang dibicarakan’.

Love for you always.




Kamis, 10 Maret 2011

Mbak ato Mas


Arrrgghh… apa-apaan neh?  Mbak atau Mas? Gak lihat apa? Perlu operasi mata keliatannya nih orang atau perlu di ajak kebelakang biar lihat sendiri??? Huft…

 setelah sekian lama ada lagi yang berbicara seperti itu?!!! sepertinya perlu ke ketok magic lagi neh. huffff....

Senin, 07 Maret 2011

Ordinary Miracle in the Morning

“Moy dah siang” sayup ku dengar suara khas yang sudah sangat ku kenal. “moy, dah jam berapa ini?” Telingaku semakin jelas menangkap suaranya seiring dengan semakin penuhnya kesadaranku. Kukerjapkan mataku untuk membuatnya terbiasa dengan cahaya. Pagi. Aku menemukan satu hari lagi pagi dalam waktuku. Pagi. Aku masih memiliki satu pagi lagi untuk bersama orang terkasih. Pagi. Batapa menakjubkannya hidup jika kamu bisa menikmati satu pagi lagi.

“Moy, ayo bangun katanya gak mau telat” aku melihatnya dan pagi ini rasanya ingin sedikit bermanja-manja. Aku mengulurkan tanganku, menggerakan jari-jariku membuat tanda padanya untuk membantuku duduk. Dia menarik nafas dan mengeleng kemudian mendekatiku. “dah gede kok masih gini!” aku tersenyum dengan suara parau berguman “maaasih ngantuuk loooh Maaa”. Mama tersenyum lalu membantuku untuk duduk dengan memelukku. “ayo cepet” bisiknya setelah menciumku lalu beranjak pergi. Aku mengangguk lalu diam sejenak, aku termasuk orang yang tak pernah berkeberatan dengan kalimat bahwa “anak tetaplah anak-anak bagi orang tuanya”  karena pada kenyataannya setua apapun kita, orang tua kita pasti akan terus mengkhawatirkan kita, anak-anaknya, diucapkan atau tidak diucapkan, diperlihatkan atau tidak diperlihatkan. Dan oleh karena itu, sah-sah saja buatku sekali waktu bermanja-manja dengan mereka, pada dasarnya aku hanya ingin menikmati anugerah waktu yang diberikan padaku untuk bersama mereka itu saja tak ada yang lainnya.

Duduk diam menikmati anugerah pagi ini, mengisi paru-paruku dengan oksigen, membuka selimut dan membiarkan pori-pori kulitku menikmati dinginnya udara pagi. Merasakan jantungku berdegup pelan lalu mulai menggerakan kakiku yang masih pegal, “minggu yang unik yah kaki, pagi kau dengan high heels dan sore kau dengan sepatu futsal, bertahan yah ini demi kerjaan” aku terkekeh sendiri mendengar ucapanku. Setelah kesimbangan ku dapat dan kakiku kuat untuk menopang tubuh, aku mulai melangkah, tulang-tulangku bergerak seirama, kaki ku bergerak kearah yang sama bukan berlawanan itu artinya saraf-saraf otakku bekerja baik. Apa jadinya jika yang kaki kanan bergerak kedepan dan yang kiri bergerak kebelakang? Mungkin aku tak akan pernah tau bau harum apa ini yang tercium hidungku. “masak apa ma?” tanyaku setelah sampai di dapur. “nasi goreng, udah sana mandi dulu” kata Mama, aku menganguk tak sabar menikmati makanan favoritku.

Selesai sudah mandi, bersiap-siap dengan pakaian kerja terbaik yang artinya tidak ada yang sobek ^-^. Lalu beranjak pada anugerah pagi lainnya di atas meja makan, anugerah pagi untuk tubuhku. Sarapan nasi goreng dengan telur dadar dan segelas susu cokelat. Asupan energi sampai tengah hari, aku siap beraktifitas. Sebelum pergi aku kembali bercermin untuk memastikan aku berpenampilan dengan baik. Aku tersenyum melihat bayangku dalam cermin dan berbicara pada diri sendiri “banyak yang mengangapnya bukan anugerah karena selalu ada dalam hari-hari kita padahal itu adalah anugerah jika kita mau berpikir ^-^ "

Selamat beraktifitas semuanya, selamat menikmati minggu yang menyenangkan, selamat menikmati anugerah-anugerah dihidupmu.

Minggu, 06 Maret 2011

Rumah untuk pulang


    
Float - Pulang

Mencoba mengusir dingin dengan memeluk diri sendiri, menghitung mundur detik, menunggu lampu bewarna merah itu berganti hijau di atas sepeda motorku. Jam 09.20 malam, aku masih dalam perjalanan pulang ke rumah. Rumah yah rumah untuk pulang. Siapa yang tak menginginkannya? Setiap dari kita pasti menginginkannya. Banyak dari kita yang bekerja keras untuk membangunnya, memenuhinya dengan banyak hal, mempercantiknya dan semua itu adalah untuk membuatnya menjadi surga kecil kita, tempat ternyaman di dunia yang tak akan terganti apapun. Mungkin jika ditanya seperti apa rumahmu? Kita mungkin sepakat dengan mengatakan “tak ada yang lebih indah dari rumahku” dan kita bersedia berkelahi untuk itu. 30 menit dalam perjalanan ada perasaan rindu yang menggenang dihatiku, malam ini aku ingin cepat sampai dirumah

Sebuah rumah bercat kuning muda dengan lampu ruang tamu yang masih menyala. Aku bisa menebak siapa yang menungguku. Pintu terbuka. Aku melihat wajah yang sangat ku kenal, Mama menyambut dengan senyum, terlihat lelah tapi tetap memaksakan diri menungguku. “dah makan?” tanyanya setelah ku lepaskan helm dan sepatu, aku menggeleng, nasi terakhir yang masuk ke perutku tadi siang tapi malas sekali rasanya untuk makan “mama, buatin susu yah?” aku tersenyum dan mengangguk cepat. Mama sudah sangat tau jika aku tak mengucapkan iya maka aku menolak untuk makan tapi aku tak pernah menolak jika dibuatkan susu coklat olehnya.

Setelah selesai membersihkan diri, ku ambil segelas coklat yang sudah tersedia dan mulai meminumnya. Di dalam sini aku merasa hangat dan ini bukan karena susu coklatnya. Kusadari rumah ini taklah sempurna, ada guratan-guratan sedih di dindingnya yang ingin ku lupakan, bagian-bagian yang ingin ku buang, pertengkaran-pertengkaran yang menguap tapi masih kuingat, keinginan untuk pergi dari sini yang masih tergantung di langit-langit rumah tapi tak akan pernah ku lakukan karena kusadari apalah artinya sempurna jika ini sudah cukup bagiku.

Rumah ini taklah sempurna tapi apalah artinya sempurna jika ini sudah cukup bagiku. Banyak orang yang tak seberuntung aku memiliki rumah untuk pulang apa lagi merasakan hangatnya cinta dari orang terkasih. Alhamdulillah. Syukur ku untuk mu Allah.


bon jovi You take the home from the boy, but not the boy from his home”

Selasa, 01 Maret 2011

Berbagi Sesuatu

Desa Tukul Beras, Kec. Sumber, Probolinggo 19 Februari 2011

Seseorang pernah berkata padaku “Segala sesuatu akan terlihat kecil jika kau menggenggamnya ditanganmu sendiri tetapi ketika kamu mencoba membaginya kamu akan menyadari betapa besar itu dapat terbagi”

Apa yang bisa kau bagi? Kupikir banyak hal yang bisa kau bagi dengan orang-orang yang kau temui, tak selalu berupa uang, bisa waktu, tenaga, pikiran dan banyak hal lainnya. Tak terbatas. Buatku berbagi itu bisa membuatku bahagia, bisa membuat hariku bertambah ceria setidaknya itulah yang kurasakan saat bersama mereka, masyarakat desa tukul beras, desa yang berjarak 10 kilometer dari gunung Bromo. Salah satu desa yang terkena imbas abu pasir gunung bromo.


Abu pasir dan Kabut Jam 12.00

Allahualam mengapa semua ini terjadi. tapi aku tak ingin memikirkan itu, yang ku tau dapat berbagi meskipun bukan hal yang besar akan membawa kebahagiannya tersendiri.

Love for you, always.

Selasa, 22 Februari 2011

Batu Buntu dan Uno


14-15 Februari 2011

Aku melepas sepatuku, merasakan ubin yang dingin dikaki membuatku bergegas masuk villa dan merebahkan tubuh di sofa. Sedikit mengeluh karena tak kurasakan lagi bagian belakang tubuhku, kebas, uch… Jam 23.35 dari jam 19.30 itu artinya perjalanan ke Villa di Batu Malang yang harusnya 2,5 jam’an molor jadi 4 jam huft ini gila namanya, di atas motor kurang lebih 4 jam ckckc… pantas bagian belakangku tak terasa lagi.

Moli yang sudah datang lebih dahulu keluar dari kamar menghambur kearah ku dan Sekek. “Kangen” katanya dan ku jawab dengan “Mol, kopi dunk?”, Moli meliriku dengan pandangan yang bener saja!. Aku mengembangakan senyumku lalu membuat wajah memelas yang akhirnya membuatnya menyerah dan beranjak ke dapur. Aku tersenyum, Moli yang tak pernah berubah yang selalu menjaga orang-orang yang disayanginya dan sepertinya tak ada yang berubah dari kami.

Melihat Moli yang sibuk di dapur, Panda yang ngalor-ngidul gak tau ngapain, Sumsal dengan hpnya, Udast yang sibuk mencari acara bagus di TV, Bang Qe yang sibuk merenggankan pinggangnya, mendengar Sekek mengomel dan yang lainnya membawa kembali memori lama di Gramedia. Sumpah tak pernah terpikir olehku menjadi bagian dari mereka. Ini benar-benar jebakan batman ;P huehehe jebakan yang tak mungkin dilepas lebih karena aku menyukainya.

Buntu family, aku meyebutnya seperti itu karena kata buntu sering kami ucapkan, kumpulan orang-orang yang tak mengerti tentang hari esok, banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, perjalanan hidup sepertinya salalu menggiring ke jalan buntu hingga akhirnya gak tau lagi harus berbuat apa, buntu itu yang hampir selalu dirasakan. Tapi kebuntuan ini menjadi istimewa saat kami tau bahwa bukan haya kami sendiri yang merasakannya. Meski tak pernah ada kata-kata bijak yang terucap atau solusi yang bisa membuat kami keluar dari masalah tak mengapa karena kami tau kami akan selalu ada untuk satu dengan yang lainnya dan untuk hal ini aku hanya bisa menyalahkan nasib yang mengikatku dengan mereka ^-^.

Memang tidak dalam formasi lengkap dan tak melakukan kegiatan lain selain bermain uno tapi ini sudah lebih dari cukup buatku. Seperti kata orang “Bukan bagaimana kamu menghabiskan waktumu, tapi bersama siapa kamu menghabiskan waktumu”. Berbahagialah kamu yang dapat menghabisakan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai dan mencintai kamu.

Love for you. Always.