Minggu, 23 September 2012

Tidakkah biru itu akan selalu jadi biru?


Pertanyaan itu jawaban normalnya adalah “iya”

Tapi manusia dengan otak unik seperti kamu tidak akan berhenti sampai disitukan? Jelas sudah pertanyaan selanjutnya adalah “kenapa selalu seperti itu?”

Tapi jika kujawab “tidak” juga tidak akan berhenti sampai disitukan?

Lalu kalau kujawab “tergantung situasi” juga samakan.

Huft… bisakah kita tidak mempermasalahkan hal itu? Itu sama sepertinya bertanya mengapa bumi ini harus berputar. Meski aku punya jawaban sederhanya tapi bukan berarti aku siap dengan pertanyaan selanjutnya. Hem… sekarang aku baru sadar bahwa ternyata aku punya batas untuk menjawab pertanyaan.

Berputar


“Berputar-putar, membiarkan petunjuk arah yang ada. Berhenti atau bergerak sesuai dengan suasana hati. Tak sedikitpun takut dengan peran sang waktu yang akan menghancurkan apa saja yang ada dijalurnya. Menutup mata dari semuanya.”

Mungkin terlihat seperti sesuatu yang bodoh tapi jika itu yang diperlukan maka itulah yang seharusnya dilakukan. Jangan tanyakan sampai kapan, seperti sebuah gangsing yang berputar akan selalu ada titik hentinya, jadi biarkan. Biarkan dia terus berputar mungkin dengan begitu ia dapat melepas semuanya. Melepas semua energi yang terendap yang tidak mampu diekspresikan dalam kata atau sekedar garis diwajah.

Esok, ketika matahari mulai menghangatkan tubuh ini perlahan dan putaran itu menemui titik hentinya, kuyakin hal yang pertamaku jumpai adalah senyumnya. Dan aku akan bersiap untuk memberinya sebuah pelukan. Setelah itu mungkin kita akan duduk bersebelahan dan saling bercerita untuk waktu yang hilang diantara kita tapi mungkin juga kita akan langsung berjalan atau bahkan berlari menyusuri cerita lainnya. Apapun itu aku akan menunggu dengan caraku tentunya.

Jumat, 13 Juli 2012

Sempu, Segara Anakan with Buntu Family

AYOOOOO KITAAAAA JALANNNNN JALANNNNN @.@


Aku pikir ini hanya perjalanan jauh ke Sitiarjo, rumah Black, hanya membayangkan bermain di sungai di belakang rumah atau sawah di depan rumah tapi ternyata lebih dari itu. ^^


Segara Anakan, Sempu, Malang, selalu bermimpi untuk kesana, salah satu dari daftar "suatu hari suatu saat aku akan berada disini" akhirnya terwujud juga.

 Bersama Fala, Black, Panda 

dan A Boy menikmati indahnya Sempu


Segara Anakan adalah sebuah danau kecil yang terletak di dalam Pulau Sempu di kota Malang. Membutuhkan waktu untuk kesana kurang lebih 1,5 jam hanya untuk mencapai Sendang Biru dari Kota Malang, perjalanan akan dilanjutkan dengan Kapal sekitar 5 menitan dan 1 jam Jalan Kaki untuk ke Segara Anakan-nya. Jika tidak menggunakan kendaraan pribadi, ada Angkot dari daerah Turen yang bisa mencapai Sendang Biru, angkot ini hanya akan berangkat jika penumpangnya penuh jadi jika mau kesana dengan kendaraan umum di wajibkan untuk meperhitungkan waktu.

 Sendang Biru, Pulau yang terlihat di depan itu adalah Pulau Sempu

Naik kapal ke Pulau Sempu, Harga Sewa Kapal Rp.100.000,-

Jalan kurang lebih 1 jam untuk mencapai Segara Anakan dan jika kamu tak tau arah kesana, kamu bisa menyewa Guide dengan biaya Rp.100.000,-.

Perjalanan jauh tapi itu semua terbayarkan ketika kamu sudah menjejakan kaki ke Segara Anakan.
 









Sampai Jumpa diperjalanan berikutnya. ^^


Rabu, 11 Juli 2012

Sedikit Cerita Foto, Sempu, Segara Anakan





Kamis, 21 Juni 2012

Tersesat Fie?


Ada apa fie? tersesat karena pikiranmu sendiri? yah kurasa ini hanya satu fase untuk mengantarkanmu ke fase lainnya.


Aku bangga padamu, sudah mau mencoba untuk keluar dari zona nyamanmu meski masih dalam batas zona aman tapi kurasa itu sudah lebih baik, kau sudah sangat paham bahwa pundakmu terlalu kecil untuk semua masalah dan hanya orang bodohlah yang selalu menampilkan wajah "aku baik-baik saja" meski sesungguhnya tidak.

Saat ini Kamu hanya sedang gamang  bukan tersesat dan itu wajar karena kamu tak lagi berada dalam tempurungmu, hanya perlu waktu untuk terbiasa melihat cahaya warna-warni yang belum pernah kamu lihat sebelumnya. Jika seperti ini kamu bisa lihatkan bahwa kamu tidak pernah sendiri dalam perjalanan ini. Kau selalu dikeliliingi orang-orang yang menyayangimu, yang akan selalu menguatkan langkahmu.


Ini langkah awal sayang tapi setidaknya ini memberikan sedikit jarak padamu agar kau bisa melihat lebih jelas apa itu kepercayaan, kehati-hatian dengan ketakutan yang sebenarnya tidak bisa dijadikan alasan untuk membiarkan semuanya berjalan dengan sendirinya dan berdiam diri dalam tempurung waktumu.

selamat belajar.

Selasa, 12 Juni 2012

Allah adalah guru yang paling sabar

Allah, Engkau adalah guru yang paling sabar. Engkau pasti tau dari SMA aku sudah menghindari untuk mempelajari Akuntansi, buatku aku lebih siap untuk menyelesaikan seribu soal Fisika dari pada harus belajar Aktiva, Passiva, L/R, A/R , Cash Flow dan teman - temannya tapi ternyata Engkau berpikir berbeda.

Seperti berjalan di jaring laba-laba, setiap gerakan hanya akan menjerat semakin erat. Itulah yang Engkau lakukan dengan Akuntansi pada hidupku, aku tak punya pilihan lainkan?, dan kali ini jelas aku tak bisa menghindar lagi jadi baiklah aku akan belajar apa itu Akuntansi dan anak-anaknya.

Mohon beri nilai A yah ya Allah, aku tak bisa berbohong, aku tetap tak menyukainya tapi aku akan mempelajarinya dengan baik karena ku tau dimasa yang akan datang pasti aku akan membutuhkannya, Akuntansi. okey.


Pelatihan Akuntansi Keuangan Angkatan 5
Bandung, IBIS Hotel

Minggu, 13 Mei 2012

Bubbling Lemonade, Hidup yang Menyenangkan

Bubbling Lemonade minuman malam itu menemani perbincangan kita di Library Cafe. "Kecut" itulah yang kurasakan seperti minuman malam itu saat mendengar orang - orang berkata hal-hal aneh padaku tapi untunglah aku selalu dapat pemanisnya. Hidup sangat menyenangkan bisa bertemu dengan orang - orang sepertinya, membantuku menerima hal-hal yang tak kusakai, hal-hal yang membuatku sedih dengan cara yang lebih baik, lebih meyenangkan.

"kita bukan malaikat, ngelempar bunga sebagai balasnya adalah hal baik tapi kalau kamu merasa tak cukup, gak ada yang ngelarang kok kamu ngelempar sekalian sama potnya"

kata - kata itu membuatku tertawa, bukanlah kata yang kuharapkan tapi toh itu mampu menguapkan yang ada dihatiku. Aku mengantongi banyak tips mu dan sekali waktu boleh juga memperaktekannya. :P

Jumat, 04 Mei 2012

Kerangka Waktu

Hidup memiliki kerangka waktunya. Taklah merasa terjebak akannya tapi ketika berjalan beriringan aku mengerti ada detik pemberhentian dari semua ini. Kata orang 20 tahun dari saat ini kita akan lebih banyak menyesal akan hal - hal yang tidak kita lakukan daripada menikmati hasil dari hal hal yang telah kita lakukan karena itu saat umurku 47 kelak, aku (setidaknya) tak ingin menyesal akan banyak hal oleh karena itu mulai hari ini aku akan melakukan banyak hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya.


Malam terkahir di Semarang, belajar dari guru kehidupan.
04.05.2012

Kamis, 29 Maret 2012

Nasionalisasi Migas ala Bolivia

Bersedih untuk negara ini tapi aku tak akan berhenti disini masih banyak waktu untuk terus memperbaiki tak akan pernah menyerah dan tak akan pernah kehilangan harap untuk hal lebih baik.

Tulisan ini di ambil dari  http://lib.geologi.ugm.ac.id/web/index.php?option=com_content&view=article&id=93:nasionalisasi-migas-ala-bolivia-&catid=1:latest-news , email seorang teman, Mohamad Khoirul Anam.


Nasionalisasi Migas ala Bolivia


Written by Administrator   
Monday, 19 September 2011 04:49
Kita tidak perlu galak dan terlalu keras seperti Bolivia dan Venezuela menghadapi koporasi asing. Cukup dengan ketegasan, kemandirian, dan komitmen kebangsaan. Mereka adalah mitra, bukan majikan kita. Namun, kepemimpinan nasional yang ada harus lebih visioner, lebih tegas, dan lebih berani. Kita sudah terlalu lama jadi bangsa miskin di tengah sumber daya alam melimpah.
***
Evo Morales (46) memenangi pemilihan presiden atau pilpres Bolivia pada Desember 2005 dan dilantik Januari 2006. Ia adalah penduduk asli Bolivia dari suku Indian Aymara, yang dalam kampanyenya menekankan perlunya pemilikan kembali rakyat Bolivia atas sumber daya alam, khususnya hydrocarbon (migas) yang selama itu dikuasai korporasi asing.

Cadangan gas alam Bolivia ditaksir lebih dari 50 triliun kaki kubik dengan nilai lebih dari 70 miliar dollar AS, sementara penduduknya sekitar sembilan juta.belum lagi kekayaan alam seperti minyak, barang-barang mineral, dan kekayaan hutan. Morales menyatakan dirinya tidak gila jika bercita-cita memakmurkan rakyat Bolivia sejajar rakyat Swedia.

Selama berkampanye, Morales berjanji sumber daya alam tidak dapat diprivatisasi, tidak boleh dikuasai korporasi asing, dan harus dilakukan renegosiasi (negosiasi ulang) atas seluruh kontrak karya pertambangan. Evo juga setuju bila perlu melakukan nasionalisasi tanpa konfiskasi, nasioanalisasi tanpa ekspropriasi, alias negosiasi tanpa perampokan. Dengan kata lain, akan ada kompensasi (ganti rugi) terhadap korporasi asing bila Bolivia terpaksa melakukan nasionalisasi.

Di Bolivia ada 20-an korporasi asing bergerak di pertambangan migas, antara lain Repsol YPF (Spanyol), Petrobras (Brasil), Total (Perancis), Exxon (Amerika), British Gas (Inggris), dan Royal Dutch Shell (Belanda).

Mereka mencoba menakut-nakuti Morales dengan gertak sambal. Katanya, Bolivia dapat dibawa ke arbitrase internasional dan rugi miliaran dollar AS karena berani mengotak-atik, bahkan menuntut negosiasi ulang berbagai kontrak karya dan bagi hasil yang telah ditandatangani.

Akan tetapi, Morales bukan Si Peragu seperti dua presiden sebelumnya, Gonzalo Sanches de Lozada dan Carlos Mesa yang diusir rakyatnya karena menempatkan diri sebagai pembela kepentingan korporasi asing, bukan kepentingan rakyat Bilivia.

Morales membangun axis of good atau poros kebaikan terdiri dari Bolivia, Venezuela, dan Kuba, untuk menyindir axis of evil atau poros kejahatan yang kata George Bush terdiri dari Korea Utara, Iran, dan Irak. Dalam wawancaranya dengan Der Spiegel, Morales mengatakan, reserve moral yang ia miliki terdiri dari trilogy sederhana: jangan mencuri, jangan bohong, dan jangan malas (do not steal, do not lie, and do not be idle).

Korporasi asing tunduk


Setelah lima bulan menjadi Presiden Bolivia, Morales melaksanakan janjinya. Tanggal 1 Mei 2006 tentara Bolivia menduduki 56 ladang gas dan minyak  serta instalasi penyulingan di sekluruh negeri. Dekrit Presiden Nomor 28701 tentang nasionalisasi industri migas diterbitkan. Rakyat Bolivia lega, Presiden memenuhi janji.

Dalam dekrit itu, antara lain ditegaskan, cadangan minyak dan gas Bolivia dinasionalisasi, 51 persen saham pemerintah yang pernah diprivatisasi di lima perusahaan migas pada tahun 1990 diambil kembali; seluruh perusahaan migas asing harus menyetujui kontrak baru yang ditentukan Yaciementos Petroliferos Fiscales Bolivianos (YPFB), perusahaan negara milik Bolivia dalam tempo 180 hari; gabungan pajak dan royalty yang diserahkan perusahaan gas asing yang memproduksi lebih dari 100 juta kaki kubik dinaikkan menjadi 82 persen dari sebelumnya yang hanya 50 persen dan mula-mula hanya 30 persen; Pemerintah Bolivia melkukan audit investasi dan keuntungan semua perusahaan migas asing di Bolivia untuk menentukan pajak, jumlah royalty dan ketentuan operasi di masa depan; dan tak kalah penting, migas hanya boleh diekspor setelah kebutuhan domestic Bolivia dipenuhi. Jika tidak setuju isi dekrit, perusahaan asing itu dipersilahkan meninggalkan Bolivia.

Apa yang terjadi? Sehari sebelum tanggal, 29 Oktober 2006, semua korporasi besar yang beroperasi di Bolivia memilih tetap di Bolivia, tunduk kepada kemauan pemerintah, yang hakikatnya kemauan rakyat Bolivia.

Evo Morales, seperti Hugo Chavez, Presiden Venezuela sebelumnya, membuktikan kekeliruan brain washing, menuntut renegosiasi kontrak karya yang merugikan rakyat mustahil dilakukan bila sudah ditandatangani.

Keuntungan Bolivia

Chavez dan Morales mampu menerobos kendala mental, moral, politik, dan ekonomi yang sengaja dipasang berbagai korporasi asing. Menurut Morales, berkat negosiasi ulang, Bolivia meraup satu miliar dollar AS, dan empat miliar dollar AS per tahun pada tahun-tahun berikutnya. Belum lagi jika renegosiasi kontrak nonmigas dan sumber-sumber non-renewable lain juga berhasil.

Mengingat jumlah rakyat Bolivia hanya seperduapuluhdua rakyat Indonesia, perolehan Bolivia seperti jika Indonesia mendapat 88 miliar dollar AS per tahun. Rakyat Bolivia tentu lebih bahagia dibandingkan rakyat Bangdades yang salah satu putra terbaiknya meraih Nobel Perdamaian. Dan tentu lebih berbahagia dibanding rakyat Indonesia yang diberi tahu para pemimpinnya bahwa kontrak karya migas dan nonmigas dengan korporasi asing tidak bisa diubah.
Mengapa? Katanya, jika menuntut negosiasi ulang, apalagi nasionalisasi industri migas dan pertambangan, Indonesia bisa dikucilkan masyarakat internasional. Katanya, investasi asing emoh masuk Indonesia. Selain itu, ada adagium pacta sunt servanda, sekali kontrak di tandatangani, perlu dihormati “kesuciannya”, meski menempatkan Indonesia for sale, dijual untuk umum.

Kita tidak perlu galak dan terlalu keras seperti Bolivia dan Venezuela menghadapi koporasi asing. Cukup dengan ketegasan, kemandirian, dan komitmen kebangsaan. Kita dapat melindungi dan menomorsatukan kepentingan korporasi asing. Mereka adalah mitra, bukan majikan kita. Namun, kepemimpinan nasional yang ada harus lebih visioner, lebih tegas, dan lebih berani. Kita sudah terlalu lama jadi bangsa miskin di tengah sumber daya alam melimpah.

Andaikata pemerintah, DPR, dan berbagai kekuatan masyarakat bersatu menjadikan koporasi pertambangan asing sebagai mitra, negeri ini tidak perlu menjadi bangsa musafir yang tiap tahun bingung mencari utang luar negeri baru. Sementara itu kekayaan sendiri disodorkan untuk penjarahan asing.

Jika direnungkan, Exxon dan Freeport Mc.Moran, misalnya keduanya bukan seperti a state above a state. Ingat, di Indonesia ada lusinan korporasi asing yang terus menyedot kekayaan migas dan non migas bangsa Indonesia. Sampai Sekarang.()

Makalah disampaikan pada Orasi Lingkungan “Selamatkan Indonesia”, pada 4 Juli 2008,  diselenggarakan KMPLHK RANITA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
sumber http://www.jatam.org/content/view/443/27/

Selasa, 27 Maret 2012

Jalan Sejenak

Malam ini aku ingin berjalan - jalan sejenak. Menikmati dinginnya malam. Menikmati kesunyian. Hening, damai rasanya terlepas dari segalanya.

Hari - hari berlalu begitu saja. Satu aktivitas tergantikan dengan aktivitas lainnya tak menyediakan ruangan untuk 'hanya' sekedar meluruskan punggung ini, tapi apa yang perlu dikeluhkan dari itu semua? Tak ada yang perlu di keluhkan karena akan selalu ku temui malam - malam seperti ini dimana aku bisa berjalan sejenak, bersantai dengan waktu yang biasanya memburuku.

Kini bayangan menjadi teman berbicara, obrolan ringan pada diri sendiri tentang hari yang terlewati dan tentang esok hari, mengisi ke kosongan. Di saat seperti inilah, aku lebih mampu untuk jujur terhadap diriku sendiri tentang perasaan ini. Apa yang tersimpan di dalamnya, yang tersembunyi di selanya dan ini lebih melegakan dari apapun bagiku.


Selamat malam semuanya. Selamat menikmati malammu. ^^

Minggu, 18 Maret 2012

Rumah, Kebahagian. Kesedihan

Rumah memberikan kita kebahagian dan kesedihan yang sama. Sejauh apapun keinginan kita berlari darinya sejauh itu pula keinginan kita untuk kembali padanya. Sebesar apapun kita membencinya sebesar itu pula kita mencintainya.

Mengapa? Karena itulah hati kita, pikiran kita mungkin mampu merancang hal lain seperti keluar darinya dan membangun rumah baru yang lebih baik tapi hati kita tak akan pernah mampu melakukan hal itu. Hati kita bisa merasakan bahwa rumah baru bukanlah jawaban dari setiap kesedihan tapi membangun rumah yang kita miliki saat ini menjadi lebih baik adalah pilihannya.

Kita tidak bisa menerima kebahagian saja tanpa mau menerima kesedihan darinya, karena kebahagian tak pernah ada artinya tanpa kesedihan. Jika kau memilih salah satunya saja sebagai dindingnya maka kuyakin rumah tak akan pernah ada artinya untukmu.

Rabu, 14 Maret 2012

Home Alone, bukan film

Cerita 10 hari ini.

Aku memaksa mata ini untuk terpejam dengan tujuan biar lebih cepat tertidur, efeknya adalah telinga ku semakin sensitif dengan suara suara sekeliling meski itu pelan, alih alih tertidur pikiranku malah dipenuhi banyangan bayangan yang bukan - bukan. Kemarin terbangun 4 kali dalam semalam dan sekarang tidak mengantuk sama sekali "Hufttt.... mengapa jadi takut dirumah sendiri sih fie?" aku merengek pada diri sendiri.

Suara sms membuatku membuka mata "adek, dah dirumahkan, jangan lupa matiin lampu, kompor, sama kunci rumah, oke. muachh" sms dari Kakak. Aku bangun dan duduk di pinggir tempat tidur. 2 bulan ini adalah training untukku belajar mandiri, mengurus segala sesuatunya sendiri, Si Mama keriting yang bisanya mengurus segalanya lagi pulang kampung meninggalkan anaknya yang manja ini untuk 2 bulan lamanya. Yup manja, si manja ini tak melakukan banyak hal dirumah hanya tidur, makan dan mandi selebihnya Si Mama Keriting lah yang menangani dan sekarang dan selama 2 bulan ini dia akan melakukannya sendiri tanpa Si Mama Keriting. Bisakah???

Aku berdiri beranjak ke ruang tamu, memeriksa kunci lalu melihat sekeliling, "memang sudah saatnya belajar mandiri."

Dimulailah aktivitas baruku. Kerja, kuliah, belanja bahan makanan, nyuci, setrika, nyapu, ngepel, masak, bayar iuran ini itu dll. Awalnya sangat melelahkan tapi aku menikmatinya, ingin menunjukan pada Si Kriting bahwa anak manjanya ini bisa mandiri. ^^
  

Kamis, 01 Maret 2012

Bunga Mimpi

Inilah yang tergambarkan :

             Di kelilingi oleh kegelapan, terkepung oleh air, nafas ini rasanya sudah tak bisa kutahan lagi tapi cahaya itu, cahaya di dasar itu. Ku ulurkan tangan ku lebih panjang, kugerakan tubuhku untuk terus menyelam kedasar, terus memohon dan mengutuk tubuh ini untuk bergerak lebih cepat hingga akhirnya dingin yang memenuhi paru-paru ini membuat ku berhenti, berhenti mengutuk memohon, dan berhenti melihat cahaya itu.

Selasa, 21 Februari 2012

Tidak Adil

"hidup ini tidak adil!" katamu. Ketika ku tanyakan padamu dimana letak keadilannya, kau diam dan menatapku seakan itu pertanyaan paling bodoh yang pernah ku ajukan. Aku hanya bisa menelan ludah saat kau lebih memilih menjawabku dengan beratnya nafas lalu pergi meninggalkanku sendiri.

Aku salah, berkata dengan tidak melihat situasi, hanya saja  kata 'tidak adil'mu mengingatkan ku pada sebuah daftar yang masih kosong diantara daftar - daftar lainnya yang kupunya yang penuh dengan coretan seperti target ku tahun ini atau tempat yang harus di kunjungi dan lainnya


Daftar itu masih kosong entah karena tidak ada keberanian untuk mengisi atau karena aku sudah sangat tau jelas hasilnya. Daftar yang bagian atasnya tertulis 'Hal Baik dan Hal Buruk yang terjadi pada dirimu' dan dibawahnya tertulis 'mana yang lebih banyak fie?'

Senin, 13 Februari 2012

Satu

Kita harus meluruskan hal ini. Ia-lah satu. Tapi kata satu disini bagimu dan bagiku bisa saja sama dan bisa jadi berbeda. Jadi jangan kau tarik garis lurus terlebih dahulu sebelum kita saling mengetahui dasar dari kata satu. 



Sekalipun pendapat itu dapat di nalar tapi belum tentu itu benar.

Jumat, 10 Februari 2012

D untuk tidak berusaha

"D lagi!!! Kamu tau fie? D adalah nilai untuk kamu yang tidak berusaha, tidak bertanggung jawab terhadap pilihan. Jangan banyak alasan apalagi melemparkan kesalahan pada yang lain.Ok, perbaiki itu."

uch... mau gimana lagi sudah coba diperbaiki tapi tetap saja D. Bisa di skip ajah gak sih? (tak ada keberanian untuk mengatakannya T.T)

Jumat, 03 Februari 2012

Pernikahan dan kesenangan hati

Bukanlah "apa kabarmu fie?" yang menjadi pertanyaan utama sekarang tapi "kapan nikah fie?" dan aku hanya punya senyum sebagai jawabannya.

Beberapa orang yang kutemui mencoba menasehati seakan aku tak pernah memikirkan hal ini sama sekali dan beberapa orang lainnya serta merta menarik kesimpulan bahwa aku terlalu memilih, si penuntut kesempurnaan. Tak ada yang bisa ku katakan kecuali membuat sebuah anggukan bukan tanda setuju hanya sebuah jalan pintas agar aku keluar dari pembicaraan ini.

Apakah aku anti? .... Tidak. Apakah ada trauma?... ah itu tidak bisa dijadikan alasan. Lalu?...  bolehkan aku menjawabnya dengan senyum?. Aku tau aku tak boleh bermain-main dengan hal ini jadi senyum adalah hal baik untuk saat ini. Bagaimanapun juga menikah adalah hal wajib, harus kujalani, tak ada alasan yang bisa kuajukan untuk menghindarinya (atau dibenarkan untuk menghindarinya) oleh karena itu aku telah mengambil keputusanku, aku akan menjalaninya tapi menjalaninya dengan kesenangan hati agar aku bisa menjalani semua tanggung jawab itu, melepaskan semua egoku, rela membagi hidupku serta ......


Oh ya, aku sedang bertanya-tanya pada diri sendiri bagaimana diriku dalam balutan kebaya pernikahan nantinya ya?

Sabtu, 28 Januari 2012

Tidak Sempat atau Tidak Menyempatkan Diri

"tidak sempat atau tidak menyempatkan diri tante?" tanya Ayu padaku.

Aku menarik nafas lebih dalam setelah mendengar kata-katanya, ini pertanyaan atau tuduhan... tapi melihatnya memangku tumpukan buku yang masih terbungkus rapi, aku tak bisa berkelit, jawabannya jelas sudah.

Aku memang tak menyempatkan diri untuk membaca buku-buku yang telah ku beli. Dibilang sibuk? tidak juga, toh aku hanya mengurusi hajatku sendiri bukan presiden yang mengurusi hajat hidup orang banyak dan diantara waktuku aku masih sempat untuk mencari buku-buku itu lalu... kata-kata selanjutnya hanya akan menjadi alasan pembenaran jadi aku akan berhenti  disini dan mengakui aku memang tak menyempatkan diri.


Kamis, 26 Januari 2012

Tanya Tanpa Jawab

Tidak semua pertanyaan bisa ku jawab dan ada banyak alasannya salah satunya adalah aku tak ingin menjawabnya dan jangan tanyakan mengapa aku tak ingin menjawabnya.

Kuharap aku dimengerti.

Rabu, 25 Januari 2012

Safety First

Ini yang selalu dipesankan Mama saat aku akan berangkat kemanapun dengan motorku "Jangan ngebut dijalan, ingat keselamatanmu" dan kini aku akan menambahkan pesan itu dan mengingatkan diriku sendiri agar selalu mengutamakan keselamatan dimana saja dan kapan saja dan ini tidak hanya soal berkendaraan.

"ingat fie keselamatan terlebih dahulu untuk apapun yang kamu lakukan karena bukan hanya kamu saja yang akan menanggung resiko atas kelalaianmu tapi orang lain juga"