Selasa, 22 Februari 2011

Batu Buntu dan Uno


14-15 Februari 2011

Aku melepas sepatuku, merasakan ubin yang dingin dikaki membuatku bergegas masuk villa dan merebahkan tubuh di sofa. Sedikit mengeluh karena tak kurasakan lagi bagian belakang tubuhku, kebas, uch… Jam 23.35 dari jam 19.30 itu artinya perjalanan ke Villa di Batu Malang yang harusnya 2,5 jam’an molor jadi 4 jam huft ini gila namanya, di atas motor kurang lebih 4 jam ckckc… pantas bagian belakangku tak terasa lagi.

Moli yang sudah datang lebih dahulu keluar dari kamar menghambur kearah ku dan Sekek. “Kangen” katanya dan ku jawab dengan “Mol, kopi dunk?”, Moli meliriku dengan pandangan yang bener saja!. Aku mengembangakan senyumku lalu membuat wajah memelas yang akhirnya membuatnya menyerah dan beranjak ke dapur. Aku tersenyum, Moli yang tak pernah berubah yang selalu menjaga orang-orang yang disayanginya dan sepertinya tak ada yang berubah dari kami.

Melihat Moli yang sibuk di dapur, Panda yang ngalor-ngidul gak tau ngapain, Sumsal dengan hpnya, Udast yang sibuk mencari acara bagus di TV, Bang Qe yang sibuk merenggankan pinggangnya, mendengar Sekek mengomel dan yang lainnya membawa kembali memori lama di Gramedia. Sumpah tak pernah terpikir olehku menjadi bagian dari mereka. Ini benar-benar jebakan batman ;P huehehe jebakan yang tak mungkin dilepas lebih karena aku menyukainya.

Buntu family, aku meyebutnya seperti itu karena kata buntu sering kami ucapkan, kumpulan orang-orang yang tak mengerti tentang hari esok, banyak masalah yang tidak bisa diselesaikan, perjalanan hidup sepertinya salalu menggiring ke jalan buntu hingga akhirnya gak tau lagi harus berbuat apa, buntu itu yang hampir selalu dirasakan. Tapi kebuntuan ini menjadi istimewa saat kami tau bahwa bukan haya kami sendiri yang merasakannya. Meski tak pernah ada kata-kata bijak yang terucap atau solusi yang bisa membuat kami keluar dari masalah tak mengapa karena kami tau kami akan selalu ada untuk satu dengan yang lainnya dan untuk hal ini aku hanya bisa menyalahkan nasib yang mengikatku dengan mereka ^-^.

Memang tidak dalam formasi lengkap dan tak melakukan kegiatan lain selain bermain uno tapi ini sudah lebih dari cukup buatku. Seperti kata orang “Bukan bagaimana kamu menghabiskan waktumu, tapi bersama siapa kamu menghabiskan waktumu”. Berbahagialah kamu yang dapat menghabisakan waktu bersama orang-orang yang kamu cintai dan mencintai kamu.

Love for you. Always.





Senin, 21 Februari 2011

Hadapilah maka kau akan mengerti


13 Februari 2011

Aku pernah dengar kata-kata ini:
“memintalah maka kau akan mendapatkan”
“mencarilah maka kau akan menemukan”
“mengetuklah maka pintu akan dibukakan”
Dan kata-kata yang sesuai untukku adalah ”hadapilah maka kau akan mengerti”

Yah hadapilah Fie meski kamu tak pernah menyukai perasaan yang menggenang di hatimu, karena itu jalan satu-satunya untuk mu keluar dari semua masalah yang ada. Kamu tau terkadang ketakutan membayangi, rasa sesak di dada mungkin tak bisa dihindari, rasa tidak percaya pasti menggelayuti ketika melihat apa yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kamu harapkan, seperti bermimpi dalam kenyataan, tapi terus menghindarinya bukanlah pilihan baik.

Sangat nyaman rasanya membangun dunia seperti yang kamu harapkan dipikiran kamu, memilih untuk tidak melihat hal yang nyata dan hanya merasakan apa yang ingin dirasakan, memang sangat nyaman tapi dunia itu tetaplah tidak nyata, dunia yang sangat manis terlihat tapi tetap getir terasa.

Kamu harus mengambil langkah untuk meninggalkannya, kamu harus menghadapinya. Mungkin kamu berharap dapat memutar balik waktu untuk memperbaiki segalanya tapi sadarilah itu tak akan pernah mungkin terjadi meskipun terjadi maka kamu harus mengubahnya sejak huruf pertama sebuah cerita tertulis, tak bisa di tengah cerita jika hanya kamu sendiri yang melakukannya, semua tokoh dalam cerita itu harus kembali terlibat untuk bersama merubah keadaan seperti yang teringinkan, jika hanya sendiri maka kamu hanya memperbaiki bagianmu tapi tak akan membuat hari ini berbeda. Tak ada yang perlu kamu ributi tentang masa lalu karena sesungguhnya tidak ada yang lebih penting daripada hari ini. Jika kau ingin mengubah ubahlah hari ini untuk hari esok bukan hari lalu untuk hari ini.

Jadi hadapilah meski itu sulit, ambilah jarak jika kamu merasa akan kehabisan nafas tapi jangan menghindarinya karena sesungguhnya kamu akan mengerti tentang apa semua ini saat kamu menghadapinya.

Senin, 14 Februari 2011

Abdul Chair 14 Februari 2011

Yang kuingat darinya adalah kesabarannya menghadapi ujian yang diberikan Allah padanya. Memoriku hanya merekam sedikit, pekerjaannya yang berpindah-pindah dan pekerjaan ayah yang juga berpindah-pindah membuatku tak banyak mengenal keluarga besar termasuk dirinya. Yang ku tau pasti dalam silsilah keluarga dia adalah Paman, suami dari kakak ibuku.

Aku baru mengetahui keadaanya beberapa bulan terakhir ini, Bibi tak pernah bercerita apapun, ketidakinginan untuk menyusahkan keluarga membuatnya menutupi apa yang terjadi sebenarnya, secara kebetulan Kakak sepupu mengetahuinya dan akhirnya mengabarkan kepada seluruh keluarga besar tentang keadaan mereka. Sedih awalnya tapi bersedih saja tak akan menghasilkan apa-apa kecuali air mata. Pilihan yang terbaik adalah menguatkan hati agar dapat memberikan semangat padanya untuk melawan penyakit yang menggrogoti fungsi normal tubuhnya. Melakukan yang bisa dilakukan itulah yang terbaik.

Aku belajar darinya meski keadaan berkebalikan dengan yang kita harapkan tidaklah perlu kita habiskan waktu dengan mengeluh terlebih menghujat Allah atas anugerahNya, lakukan sesuatu atas anugrah itu cukup sesuatu dan berjuanglah sampai akhir, apalah takdir dan nasib itu jika kita diberi kekuatan untuk memilih. Jangan meyerah.

Dan pagi ini, saat adzan subuh berkumandang aku mengantarkan kepergiaannya dengan doa.

Ya Allah, Dia telah berjuang atas nasibnya.
Tak meyerah atas nikmatmu
Berikanlah ia tempat terbaik disisiMu. Amin. Amin. Amin. Ya Rabb.