Rabu, 20 November 2013

Write, Backspace, Draft, Log Out - IDLE

Write..... IDLE

Write.... Backspace.....Write.... Backspace..... IDLE

Write.... Backspace.....Write.... Backspace..... Draft..... IDLE

Draft, IDLE

IDLE

Log Out

IDLE

Jumat, 07 Juni 2013

Sempu, Segara Anakan perjalanan ke dua

Aku pernah bercerita tentang perjalan ke Sempu, Segara Anakan beberapa waktu yang lalu, (Sempu, Segara Anakan). Perjalanan saat kemarau yang ditempuh dengan waktu kurang lebih 1 jam 10 menit, banyak yang tidak percaya dengan kecepatan waktu tempuh ini tapi ini benar, dan perjalanan lewat hutan yang melelahkan terbayarkan lunas dengan keindahan Segara Anakan.

Perjalanan Pertama
April ini adalah perjalananku yang kedua, jika dulu pada musim kemarau, perjalanan kali ini adalah saat musim penghujan, jika dulu hanya siang, perjalanan kali ini dalam malam ketika pulang. Dan waktu yang diperlukan diluar yang perkiraan yaitu 3,5 jam, hanya untuk mencapai Segara Anakan. Total pulang pergi adalah 7,5 jam. Perjalanan yang mengagumkan.

Perjalanan ke dua
Kami berempat, vio, achie, aku dan kak okta dengan seorang guide. Berjalan pelan menyusuri pulau sempu yang berlumpur. Berkali kali terjatuh karena licinnya jalan dan padatnya lumpur.

Hutan dan Lumpur
Lumpur menyelimuti kaki
Tetap bersemangat meski lelah untuk ke Segara Anakan
Dan sinilah kami, setelah 3,5 jam perjalanan
Segara Anakan
Birunya Air Segara Anakan
Tidak puas rasanya bermain di Segara Anakan. tapi kami harus pulang dengan perjalanan yang sama tapi kali ini dalam gelapnya malam. ^^

Tips buat kamu yang ingin melakukan perjalanan ke Segara Anakan, Sempu, tidak bermalam.
1. Lapor ke Perhutani sendang biru untuk memasuki kawasan Segara Anakan, biaya Rp.20.000,-.
2. Ada kejadian orang hilang atau tersesat jadi jika kamu tidak ingin tersesat, sewalah guide, biaya Rp.100.000,-.
3. Untuk ke Pulau Sempu kamu harus menyewa kapal dengan biaya Rp.100.000,- jika kamu dijemput lebih dari jam 5 sore akan kena sewa tambahan sebesar Rp.50.000,-.
4. Siapkan Air, untuk 1 orang jika bisa bawa minimal 1,5 Liter dan bawalah makanan untuk menambah energi.
5. Siapkan Senter untuk kemungkinan kamu harus berjalan pulang diwaktu gelap.
6. Lakukan perjalanan pagi, akan lebih aman dan nyaman buat kamu untuk melewati hutan.
7. Memakai sepatu karet akan memudahkanmu untuk melewati jalanan berlumpur, jika tidak membawa kamu dapat menyewa sepatu karet dari pihak perhutani atau warga sekitar sendang biru. Atau tidak memakai alas kaki akan menjadi pilihan baik lainnya untuk menyusuri hutan Sempu.
8. Dan terakhir siapkan fisik kamu. ^^

Selamat menikmati perjalanan ke Sendang Biru, Pulau Sempu, dan Segara Anakan ya.

Senin, 06 Mei 2013

Penanjakan, Padang Savana, Pasir Berbisik, Bromo

Penanjakan
Point of view 3, tempat yang paling tinggi untuk melihat sunrise. Jam 3 pagi dan kami bersiap di depan penginapan dengan beberapa rombongan lainnya.



Sedikit Matahari Terbit

Padang Savana















Pasir Berbisik


Terkadang, kita harus berjalan sendiri
Bromo
Terlalu berkabut, Bromo, jadi tidak bisa mengambil foto dengan bagus.



Masih banyak foto lain, aku akan share dilain waktu selanjutnya segara anakan (lagi) dan goa cina. ^^

Jumat, 03 Mei 2013

Perjalanan Ke Bromo

Bromo kali ini, bersama 4 orang lainnya menikmati keindahan sang Pencipta diantara lautan pasir.
Vio, Fie, Kak Okta, Achie, Winda

Jika kamu tanya mbah google, ada beberapa banyak rute yang dapat kamu pilih ketika ingin melihat kecantikan Bromo, akan selalu ada tiga kota yang dituliskan yaitu Malang, Pasuruan dan Probolinggo. Dan yang menjadi jalur favorit yang banyak disebutkan mbah google adalah jalur Probolinggo - Cemorolawang. Seperti kebanyakan orang lainnya yang ingin bepergian pilihan favorit adalah rekomendasi yang bagus terutama jika pertama kali kamu kesana.

Telah diputuskan jalur favorit, Probolinggo - Cemorolawang, menjadi pilihan sampai hari H jalur pilihan berubah ke arah Malang, dan dimulailah petualangan ke Bromo melewati dua jalur Malang dan Pasuruan. Kurang kerjaankah sampai melewati dua jalur? Emmm... namanya juga jalan-jalan jadi yah jalan-jalan ^^

Jalur Malang
Ini adalah daerah yang akan dilewati Surabaya - Malang - Tumpang - Gubugklakah - Ngadas. Jalur ini searah dengan jalur ke Sempu - Sendang Biru tetapi berpisah disalah satu daerah deket tumpang. Jalan beraspal tapi tidak bisa dilewati 2 mobil secara bersamaan. Menyusuri pinggir bukti yang berkelok, kamu akan disuguhkan keindahan alam yang menenangkan. Sisi bukit yang curam, akan menjadi pemandangan selama perjalanan. Ada tempat wisata lain yang bisa kamu datangi Cuban Pelangi (air terjun pelangi) dan beberapa cuban lainnya. Kami hanya berhenti sekali karena cuaca yang tidak bagus dan kabut tebal. Jam 11 siang kami sampai di Ngadas, berhenti di pos penjagaan, dimana hanya mobil jeep yang diperbolehkan ke atas. Benar jika memang ini bukan jalur favorit karena tidak terorganisir dengan baik. Hanya ada 2 tanda home stay yang bisa kami lihat, karena merasa tidak nyaman kami memilih untuk mengambil jalur lainnya.


Jalur Pasuruan
jalur ke dua dari Malang ke Pasuruan - Warungdowo - Tosari - Wonokitri. Tiba-tiba saja sudah sampai di desa Wonokitri ^^v. Sepanjang perjalanan aku tertidur, waktu terbangun kami sudah berada di pos penjagaan ke penanjakan. seperti yang di Ngadas - Malang. Perjalanan selanjutnya harus menggunakan Jeep yang disewakan didaerah situ. bertemu dengan beberapa orang dan bertanya-tanya untuk menikmati sunrise di Bromo dan beberapa tempat lainnya, Akhirnya kami sepakat sewa jeep dengan harga Rp.550.000,- dengan rute Penanjakan, View Point 3, Bromo, Pasir berbisik dan Padang savana. dan penginapan seharga Rp.150.000,- dengan 2 tempat tidur.

Di depan Penginapan. Tempat berkumpul Jeep.

Petualangan akan dimulai besok jam 3 pagi.

Jumat, 05 April 2013

Rasa Terbagi

Aku menyadari dalam satu titik rasa itu bisa terbagi, satu mungkin lebih besar dari yang lainnya tapi tidak meniadakannya.

Dan

Aku menyadari hati dalam satu titik akan sangat kelelahan dengan semua rasa yang terbagi itu.

Lalu

Rasa terbagi, bukan hanya asam atau manis, pahit atau kecut tapi rasa terbagi kepadamu. Padamu yang bersedia mendengarkan dan berjanji akan selalu mendengarkan. Padamu yang memberikan tempat khusus dihatimu untuk segala rasa yang ku bagi. Padamu yang bersedia menyingkirkan lelahmu untuk sementara waktu akan lelahku.

Bukanlah kata terimakasih yang tepat untuk semua yang kau lakukan padaku tapi meski belum sehebat dirimu untuk menerima semua rasa yang terbagi, aku akan belajar untuk menerima rasa yang terbagi darimu, melakukan yang terbaik dari yang aku bisa.

with love
fie

Kamis, 21 Februari 2013

Pagi, Beriringan

Motor kita beriringan pagi ini, kita bergerak kearah yang sama meski memiliki pemberhentian yang berbeda. Satu anak tangga lagi akan kau selesaikan ditahun ini adik tersayang.

Adik tersayang, aku berdoa semoga kau bisa menikmati setiap detik hidupmu, menjalani prosesnya tidak cukup haya dengan kata baik tapi juga bahagia. Mampu menghargai bukan hanya waktu tapi semua hal yang ada dalam hidupmu.

Adik tersayang, aku berdoa meminta pada Allah untuk selalu melindungi langkahmu, untuk tetap mengingatkanmu akan kelemahanmu agar kau tak melakukan kesalahan yang akan membuatmu menjauh dariNya.

Adik tersayang, aku ingin mengatakan padamu, kau memiliki kami, rumah tempatmu pulang, disini kamu bisa menceritakan segala rasa dan kau bisa meminta apa saja. Aku tau kau tau benar tentang ini, aku hanya ingin mengatakannya lagi padamu.


Sayang kamu.

Kamis, 10 Januari 2013

Kejujuran dan Ketulusan



Kejujuran dan ketulusan, kita memulainya dari sini. Ikatan ini menjadi semakin kuat  melewati batas ruang dan terkadang waktu. Tak percaya bahkan terasa aneh tapi toh kita tidak ada yang berputar arah. Terus berjalan berdampingan. Kemarahan tak pernah membuat kita beranjak, tangis dan lelah membuat kita semakin dekat. Kata pahit akhirnya kita hadapi dengan senyuman yang sama.

Balance



Itu kita, seimbang
Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil
Itu memang sudah seharusnya

Rabu, 02 Januari 2013

Menjadi Kuat


Katanya menjadi kuat tak perlu menjadi keras. Bukan tentang kepalan tangan tapi hati. Ibarat besi yang kuat tapi tetap dapat ditempa itulah seharusnya kita, terbentuk karena proses. Itu juga dapat berarti memberi ruang yang selayaknya terhadap rasa bukan hanya mengedepankan logika.


Catatan :
Kak Okta 
https://ordinaryoktaviani.wordpress.com