Jumat, 31 Desember 2010

Tahun Baru

Ada yang harus diperbarui
Ada yang harus di pertahankan
dan
Ada yang harus dilupakan

Selamat Tahun 2011, semoga langkahmu selalu menyenangkan.

Love,
Sofie Malini

Rabu, 29 Desember 2010

The only exception -Paramore-acoustic live



When I was younger
I saw my daddy cry
And curse at the wind
He broke his own heart
And I watched
As he tried to reassemble it

And my momma swore that
She would never let herself forget
And that was the day that I promised
I'd never sing of love
If it does not exist

But darling,
You, are, the only exception ( 4x )

Maybe I know, somewhere
Deep in my soul
That love never lasts
And we've got to find other ways
To make it alone
Keep a straight face

And I've always lived like this
Keeping a comfortable, distance
And up until now

I had sworn to myself that I'm
Content with loneliness

Because none of it was ever worth the risk

Well, You, are, the only exception
You, are, the only exception ( 3x )

I've got a tight grip on reality
But I can't
Let go of what's in front of me here

I know you're leaving
In the morning, when you wake up
Leave me with some kind of proof it's not a dream

Ohh---
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception
You, are, the only exception

And I'm on my way to believing
Oh, And I'm on my way to believing

Jumat, 24 Desember 2010

update status, tenau-kupang, NTT

Happy holiday all..... "o"

First of all, Fie mau ngucapin selamat hari ibu buat Mama Keriting tersayang dan buat ibu-ibu lainnya di dunia serta Selamat Natal dan Tahun baru yah buat yang merayakannya... :D

Hey blog rasanya lama banget gak ketemu ma kamu yah, fie mo update status dulu neh biar kamu tau apa ajah yang terjadi:
1. Di rumah fie jadi anak nakal lagi neh, berselisih sama Mama, bikin Mama keriting sedih, sebenarnya gak pernah punya niat buat bikin Mama Keriting sedih tapi yah... gitu deh.. tapi tenang sudah clear kok masalahnya. Fie mikir mungkin ini yah yang bikin Mama keriting tetap keriting dari dulu sampai sekarang karena anak-anaknya yang nakal hehehe... Love you mom... maafin yah semua kenakalan anak-anakmu :D
2. Rasanya perasaan fie campur aduk beberapa waktu ini masalah sama mama trus patah hati  (ternyata bisa juga yah hehehe...), ke gep nge-blog dan main fb di kantor sama bos gede  (kya kya kya mampus gue) dan ribetnya urusan kampus uch.. (bisa gak sih datangnya masalahnya satu-satu gitu gak usah seabreg dan bersamaan) tapi bukankah ini hidup jadi ya sudahlah :D
3. akhir-akhir minggu ini kerjaan lagi ribet-ribetnya dan ini akan terus berlangsung hingga januari akhir uch... kebayang deh februari bakalan terkapar neh but i really love my job, kamu tau mengapa karena akhirnya pekerjaan inilah yang membuat langkah fie sampai ke tanah kupang - nusa tenggara timur hehehe... asik kan... :D

Berhubung ke Kupang buat kerjaan jadi hanya sedikit cerita dan foto yang bisa fie bagi ya blog...
Kota Kupang (dikenal sebagai kota Karang) adalah ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas wilayah adalah 180,27 km² dengan jumlah penduduk sekitar 335.050 jiwa (2010).  Bandar udaranya bernama El tari yang di ambil dari nama Gubernur yang pernah menjabat di kupang.






 ini adalah adalah pelabuhan pertama di kupang, tapi sekarang pelabuhannya telah di pindah ke tenau. tempat ini biasanya di buat nongkrong orang-orang di kupang, jagung bakar dan banyak makanan lainnya bisa kamu nikmati disini.

ini adalah pohon lontar, buahnya Siwalan dan Nira adalah air pohon lontar yang di suling untuk minuman dengan kadar alkohol tinggi akan banyak kamu temukan di Kupang. (mari minum qiqiqiqi)


Untuk makan kamu bisa ke pasar malamnya kupang di jalan garuda. Kupang terkenal dengan makanan lautnya, ikan bakar yang besar-besar dengan harga murah akan bisa kamu dapat kan di sini. ada juga "daging se'i", yaitu daging sapi atau daging babi yang diasap dan dicampur susu, garam dan rempah-rempah sehingga rasanya ada yang manis dan juga asin. makanan rakyatnya adalah jagung bose.


nih oleh-oleh fie dari kota kupang, ikan segar yang di taruh dalam coolbox, emping jagung, daging sapi se'i dan dendeng sapi.

sekian dulu deh cerita fie dari kota kupang, NTT. next trip adalah Atambua dan Waingapu :D

love it love my job

Bye bye bye... ^-^


sofie mau naik "oto bemo" dulu yah, angkotnya yang penuh dengan asesoris, dekorasi dan musik yang menggelegar, sebelum naik pilih musik kesayanganmu dulu biar perjalananmu lebih menyenangkan. :D okey.

Jumat, 17 Desember 2010

Nilai Hidup

Banyak hal yang diberi nilai dalam hidup, itu adalah sesuatu yang wajar karena Hidup memang Bernilai dan nilainya akan berbeda bagi setiap jiwa.

Dari kecil aku dan mungkin kalian diharuskan untuk memenuhi nilai-nilai yang ditetapkan orang yang lebih tua dari kita, ketika mereka melihat nilai kita bagus itu artinya kita sudah mengerti tentang hal yang mereka ajarkan tapi tanyakan lagi pada diri kita apakah kita benar-benar memahaminya lebih dari sebuah angka atau peringkat?

Ada seseorang yang bilang "yang penting itu nilai bagus, mengerti atau enggak itu urusan belakang" aku mengiyakannya, seperti nilai yang kita dapat di bangku sekolah berapa banyak dari kita yang orang tuanya bertanya "dari mana kamu dapat nilai bagus itu?" jarang sekali bukan? mereka cukup tau bahwa nilai kita bagus, itu saja. Dan parahnya tanpa ku sadari prinsip masa bodoh itu menjalar ke nilai-nilai hidup yang lain, yang terpenting aku di nilai bagus, bagaimana caranya aku selalu bernilai bagus? yah tentu saja dengan memenuhi standar-standar nilai umum hidup, seperti :
1. orang akan menganggap aku baik jika selalu membantu orang lain, padahal aku memang mempunyayi  kepentingan  khusus saat membantu.
2. orang akan mengangap aku soleha jika aku shalat lima waktu, padahal itu hanya agar orang berhenti bicara "muslim kok gak shalat." bukan karena kecintaan ku pada Allah.
3. orang akan menganggap aku pintar jika aku mendapat angka bagus dirapor, padahal aku mendapatkannya dengan mencontoh pekerjaan orang lain.
dan masih banyak lagi yang hanya karena nilai.

Sekarang kusadari bahwa nilai itu sebenarnya lebih dari angka atau peringkat lebih dari pendapat orang lain. untuk apa aku mendapat nilai bagus jika aku tidak mengerti sama sekali tentang apa yang ku kerjakan, harusnya aku tau apa yang kulakukan, mengapa kulakukan itu, apa manfaatnya buatku. aku tak mau melakukan hal yang tidak berguna hanya untuk memenuhi penilaian umum.

aku berusaha mengubah prinsip yang telah menjadi kebiasaan meski baru sebagian hal yang baru dapat ku ubah tapi bukankah ini langkah untuk menjadi lebih baik. Kuharap ini nilai benar dihidupku.

Kamis, 16 Desember 2010

tak pernah ingin

Aku tak pernah ingin membuatmu bersedih Ibu jika aku disuruh memilih tentu aku akan memilih hal-hal yang membuatmu tersenyum. Kaulah harta yang paling berharga bagiku. Aku sangat beruntung ketika Allah menitipkan aku padamu. Kau menjagaku, menyayangiku, merawatku dengan seluruh waktu dan dayamu, tak pernah lelah meski kini kau telah memasuki usia senjamu.

Aku ingat suatu hari kita pernah bertengkar memang hanya beberapa detik sesudahnya aku menghabiskan waktu berjam-jam untuk menangis dikamar tanpa kusadari kau juga menangis dikamar lainnya yang membuat tangisku semakin menjadi adalah setelah berjam-jam yang menyiksa itu kau menghampiriku dan bilang "maafin mama yah" hal yang tak pernah kubayangkan, kau yang menghampiriku. Mulai hari itu aku berjanji untuk tidak lagi bertengkar denganmu.

Aku hanya ingin senyum diwajahmu ibu, menghilangkan kekhawatiran dihatimu tidak ada yang lain kuinginkan selain itu. jadi aku minta maaf jika aku sudah membuatmu bersedih akhir-akhir ini.

Aku sayang kamu, Ibu.

Rabu, 15 Desember 2010

Lalu apakah aku?

Lalu apakah aku adalah kamu atau aku adalah dia?

Apakah aku adalah kamu yang selalu mempertanyakan bagaimana segala sesuatunya berlaku?
atau
Apakah aku adalah dia yang hanya menjalani hidup dan berpikir segala sesuatunya memang sudah semestinya?

Ketika aku menjadi kamu maka dia akan menudingku sebagai orang gila, pembuat onar yang bertanya tentang hal aneh dan tak seharusnya. “bukankah lebih baik kamu beribadah untuk surga setelah kehidupan ini” kata dia, pernyataan yang jelas tidak untuk dibantah yang membuat aku yang telah jadi kamu tercekat tak mampu berkata apapun lagi.
Ketika aku menjadi dia maka kamu akan menudingku sebagai orang yang menutup mata dari kenyataan hidup, bergelut dengan kenyamanan semu, takut untuk berselisih kata, menjadi manusia umum. “dasar pengikut, aku yakin sekali kamu tak tau apa yang kamu ikuti, karena kamu tak pernah bertanya mengapa semua ini berlaku bagimu, tak ada gunanya otak dikepalamu” kata kamu, pernyataan yang jelas tidak untuk dibantah yang membuat aku yang telah jadi dia tercekat tak mampu berkata apapun lagi.

Lalu apakah aku? ketika kubilang aku adalah kamu dan dia maka kamu dan dia serentak berkata "dasar tidak punya pendirian!" tidak, aku bukan tidak punya pendirian, aku tak akan memilih kamu atau dia karena dari kamu dan dia tidak ada yang lebih baik dari yang lainnya, buatku sama baiknya.

Ada hari dimana aku ingin menyelesaikannya begitu saja tanpa bertanya mengapa ada hari ini untukku, menyelesaikan tanggung jawabku, makan dan minum tanpa berpikir itu merupakan rejeki hari ini, tapi ada hari dimana ketika aku terbangun dengan pertanyaan mengapa aku tetap terbangun pagi ini, ada apa hari ini hingga Tuhan masih membuatku dapat bernafas, berpikir dan bergerak, mengapa aku masih bisa bersendagurau dengan orang-orang yang kusayangi dan banyak pertanyaan lainnya.

Jadi aku adalah kamu dan dia dan itu adalah yang paling tepat.

Senin, 13 Desember 2010

Ketika Dia...

Ketika dia berhenti bertanya tentang dunia, tentang bagaimana terciptanya alam semesta, tentang kehidupan setelah kematian, tentang detik awal setelah ketiadaan, atau mungkin tentang keberadaan Tuhan dan akhirnya menerima jawaban “bahwa segala sesuatunya (yang dia pertanyakan) memang sudah selayaknya demikian”, diciptakan sang Pencipta lalu “menerima hidup sebagaimana semestinya” dan “menjalaninya dengan sebagaimana semestinya juga” hingga menjadi sangat “terbiasa” dengan segala sesuatunya yang pada akhirnya membuat dia merasa “biasa” dengan segala sesuatunya, terseret dalam arus realitas yang dikatakan Paulo Friere sebagai dimensi tunggal atau yang dikatakan Martin Heidegger sebagai dasman-hilang dalam massa yaitu ketidakmampuan untuk menghayati hidup atau yang dikatakan Jostein Gaarder dalam bukunya Dunia Shopie sebagai sesuatu yang mengarah ke apatis dan acuh tak acuh pada hidup.

Benarkah dia menjadi “biasa”?

Benarkah dia kehilangan kemampuan berpikir dalam frame yang lebih besar hanya berpikir dalam frame kecil yaitu bagaimana dia harus menyelesaikan hari ini membuatnya terlihat menjadi makmum dari budaya?

Benarkah demikian?

Ketika Kamu...

Ketika kamu bertanya tentang kehidupan dengan segala misterinya, berkutat dengan pertanyaan siapa dirimu? bagaimana kamu ada? untuk apa kamu ada? darimana asalnya dunia? Mengapa ada angkasa? atau pertanyaan yang lainnya yang menjadikan kamu (merasa) “teristimewa” dari yang lainnya karena pertanyaanmu lebih dari sekedar pertanyaan “bagaimana aku harus menyelesaikan hari ini?”

Benarkah demikan?

Ketika kamu melihat dunia sebagai arena teka-teki yang luas, memandang segala sesuatunya menakjubkan seperti seorang anak yang baru mengenal segala sesuatunya, tidak pernah terbiasa dengan segalanya dan kamu dengan bangga memperlihatkan bagaimana caranya melepaskan diri dari mitos-mitos budaya atau mungkin agama dengan menjelaskannya secara rinci bagaimana sesuatu itu "ada" dengan ilmu pengetahuan bukan dengan angan-angan.

Benarkah kamu lebih istimewa?

Kamis, 09 Desember 2010

ketika kantuk menyapa - say it with picture

hoaaaaa..... nguantuk pol.... pol-pol-an wis...   -,-   dino iki pengen'e turu, nang omah, tapi yo opo nasib'e sandang pangan lek nang omah terus. Kudu ngelakuno sesuatu iki ben iso melek, carane?



Rabu, 08 Desember 2010

Pewaris tak berdaya.

Pewaris tak berdaya.

Buang pikiranmu “SEPERTI APA ORANG TUA KITA MAKA SEPERTI ITULAH KITA”, jika itu hal baik tidak akan pernah jadi masalah tapi jika itu adalah hal buruk maka buang pikiranmu! Jangan jadi pewaris tak berdaya jangan kaupikir karena orang tuamu penjahat maka kau akan jadi penjahat, dan jangan pernah kau pikir semua anaknya pemuka agama itu pasti anak baik-baik dan akan jadi pemuka agama juga.

BUANG PIKIRANMU, JANGAN JADI PEWARIS TAK BERDAYA!

Benar memang jika kau debat aku dengan kenyataan bahwa setiap anak itu terlahir seperti kertas putih dan dia akan besar seperti apa yang lingkungnya tuliskan dikertas itu tapi itu hanya berlaku sebelum dia bisa menilai dan memilih.

DIA SEPERTI ITU KARENA LINGKUNGANYA SEPERTI ITU HANYA BERLAKU SEBELUM DIA BISA MENILAI DAN MEMILIH!

Ketika dia bisa menilai dan mempunyai kekuatan untuk memilih maka itu tak akan berlaku lagi. Lingkungan tidak mempunyai pengaruh besar atas tindakan negatifmu ketika kau memiliki kekuatan memilih. Kau “GOBLOK!!!” kalau kau bilang “orang tuaku melakukannya, lingkunganku juga, jadi gak salah kalau aku juga melakukannya”. Kau “GOBLOK!!!” dan kau “LEBIH GOBLOK!!!” lagi dengan alasan lingkungan, kau menghancurkan tubuhmu, hidupmu terlebih MASA DEPANMU!

Aku sudah pernah katakan padamu, KITA SELALU PUNYA PILIHAN LEBIH BAIK, KITA BISA MELAKUKAN SEGALA HAL DENGAN LEBIH BAIK DAN JIKA KAU TAK MENEMUKAN PILIHAN LEBIH BAIK MAKA BUATLAH PILIHAN LEBIH BAIK ITU!!!



JANGAN JADI PEWARIS TAK BERDAYA, JANGAN GOBLOK!!!

Senin, 06 Desember 2010

Bandung, Hujan dan Sale ^o^

hohoho.... langkah fie sampai di kota peuyeum minggu kemarin ^-^v mungkin buat sebagian orang udah biasa mah ke bandung apa lagi buat yang tinggal disana, mungkin gak ada istimewa-istimewanya.

"lalu kenapa fie seneng banget kesana, apakah karena ini trip pertama sofie ke bandung?"  

Bukan, ini bukan trip pertama kok udah untuk kesekian kalinya lah tapi fie lupa tepatnya kali ini yang keberapa (heheh... pengakuan biar gak di dibilang Ndeso keso keso ;p ). Ke kota ini buat kerjaan pastinya yang utama itu setelahnya yah buat apa lagi kalo gak belanja mumpung banyak Sale di bandung ...^o^v ... eits jangan curiga dulu fie gak memanfaatkan fasilitas kantor, pure biaya pribadi untuk acara jalan-jalannya yah, tapi ternyata cuaca bandung gak mendukung, tiap sore sampai malam hujan euh.... jadi deh lebih banyak "ngamar" daripada jalan-jalannya padahal Sale di luar sana.

Sale oh Sale, kau membuat liur ku menetes saja, ngebayangin diriku diantaramu Sale, bikin perut laper. Sale Pisang Raja, Sales pisang Ambon, Sale Pisang Keju dan banyak Sale yang lainnya oh tidak.... penyiksaan ini mah namanya. hahaha lebay yah... gpp...  kalo soal sale pisang terserah deh mo bilang fie lebay atau ndeso juga gak apa-apa, fie suka banget sama makanan yang satu ini, emang seh di surabaya juga banyak yang jual sale tapi buat fie tetap ajah beda rasanya, kalo ke bandung udah pasti oleh-olehnya sale. Seorang teman ketawa cekikikan saat fie ngeributin sale pisang bukannya sale FO-2 atau boutique-2 hehehe mau gimana lagi emang gak suka belanja-belanja baju, males ribetnya, hehehehe keliatan kalau setengah cewek ;p
 
Akhirnya sabtu pagi cerah juga bandung sebelum ke buru hujan lagi buruan ngajak rafa a.k.a inem untuk ke pasar baru beli Sale. meski macet meski desak-desakan gak apa-apah semua demi sale tersayang.
 



 
dan akhirnya  tttaaarrrraaaa... ini dia salenya yang terlihat, yang gak terlihat ada lagi loh ^-^ ehehehe....

love it, love bandung, love sale.




cerita lain dari bandung
Inem protes karena baju yang ku pakai bukannya tulisannya bandung malah Jogja. hehehe :p





Makan batagor H Darto di Simpang Dago, rasanya em... rasanya aku harus nyoba tempat lain deh :D.







Trus ngelilat lubang yang jadi fenomena di bandung waktu mau balik kesurabaya. lubang yang sudah memakan korban jiwa. semoga gak ada korban jiwa lagi gara-gara lubang ini. Amin.

Jumat, 03 Desember 2010

Strawberry Orange

Ditanganku ada segelas jus terlihat seperti jus strawberry karena warna merah yang dominan tapi tidak itu bukan hanya jus strawberry karena  dalam gelas itu... strawberry diblend dengan orange, tidak terlihatkan? tapi tunggu hingga kau mencicipinya.

Orange meski tak terlihat bukan berarti tidak ada, dia ada dalam gelas itu, mengalah untuk warna tetapi tidak dengan rasa, meng-ada dengan caranya sendiri.

Meng-ada dengan cara sendiri? Ketika kemarin ku katakan pada diriku mengenai dimensi tunggal yang tidak seharusnya, bukan hanya beradaptasi tetapi  berintegrasi yang akan mengarah pada eksistensi "ada" yang terlihat nyata (ada = terlihat) dilingkuangku, orange dengan rasanya mengingatkan ku kembali pada pertanyaan dasar "apakah ada itu berarti terlihat?"

Serupa perasaan, bukankah dia ada dan sangat nyata tapi toh dia tidak terlihat, untuk  menjadikannya terlihat maka harus ada pengakuan personal yang merasakannya. Pengakuan personal bukan pengakuan publik maka jika aku ada dan ingin terlihat maka aku harus melakukan pengakuan personal.

Menjadi utuh tidak butuh pengakuan publik tapi pengakuan personal. Right?


BIP dan Santika, Bandung Last Night

Rabu, 01 Desember 2010

Dimensi Tunggal

Dimensi tunggal, ketika kau bilang hidup hanya untuk hari ini, itu berarti hidupmu berada pada sebuah dimensi tunggal sedangkan manusia memiliki kemampuan untuk menjangkau hari kemarin, mengenai hari ini dan menemukan hari esok yang artinya manusia harusnya menyadari adanya dimensi waktu yang merupakan dasar dalam sejarah kebudayaan manusia.

Berada pada dimensi tunggal berarti manusia hanya berinteraksi pada dunia, hanyut dalam realitas yang tidak ada ubahnya dengan hewan, tanpa kesadaran dan tenggelam dalam waktu. Manusia seharusnya hadir dalam waktu dan ada bersama dunia bukan hanya didalam dunia dan hubungan ini akan menjadi sangat penuh konsekuensi.

Konsekuensinya adalah  manusia harus mengatur diri, memilih tanggapan terbaik dari berbagai reaksi, menguji tanggapan-tanggapannya lagi, bertindak dan mengubah tindakan-tindakannya, berintegrasi dengan lingkungan atau beradaptasi dengan lingkungannya.

Adaptasi adalah kemampuan menyesuaikan diri dan ini merupakan bentuk pertahanan diri yang paling rapuh dasarnya adalah ketidakmampuan untuk mengubah realitas, kehilangan kemampuan untuk memilih dan jika pilihannya adalah pilihan orang lain dan keputusan-keputusannya berasal dari luar dan bukan merupakan keputusannya sendiri maka ini merupakan gejala dari dehumanisasi, tidak memanusiakan manusia.

Aku tak inginkan aku beradaptasi meski aku tau pasti akan ada berbagai tekanan dan faktor-faktor penolakan, aku hanya ingin memanusiakan diriku dan seharusnya tidak ada yang salah dengan itu, berintegrasi dengan lingkungan yaitu dengan menyesuaikan diri tanpa kehilangan kemampuan untuk memilih dan mengubah realitas di diriku dan menunjukan aku secara utuh dalam lingkungan tidak hanya dalam dimensi tunggal.


setelah membaca bagaian pembuka - pendidikan yang membebaskan - Paulo Friere