Rabu, 17 Maret 2010

Little Escape

Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Rahim Bumi. Dimana aku bisa melihat langit yang warnanya sama dengan hatiku, dapat mendengar detak jantung seirama dengan jantungku. Damai. Seperti Rahim Ibu yang dulu pernah menaungiku.
Tempat pelarian kecilku. Rahim Bumi. Disana tempat tangisku tumpah bertanya mengapa tak ada jalan menjadi sempurna, hidup membuatku sangat lelah dengan arusnya, memaksaku terus menggunakan sketsa wajah yang tak kukenali tapi jika aku melawannya aku tak akan pernah mampu melihat luka yang ditinggalkannya.
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Seperti Rahim Ibu. Tempatku meringkuk bersenandung tentang hidup. Tentang takdir yang cacat. Apakah aku memilih untuk lahir dari rahimnya? Jangan salah mengerti Aku tak menyesali semuanya sungguh aku hanya ingin bertanya, jika iya ini pilihanku lalu apa itu takdir? Jika hidup itu pilihan yang membawa kita pada pilihan-pilihan lain lalu dimana takdir? Jika kita mampu memilih bagaimana kematian kita lalu bagaimana takdir itu bekerja?
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Rahimku. Tempatku tumbuh, dan berakar, tempat ku tertawa dan menangis. Tempat aku memiliki aliran kepercayaanku sendiri yang mungkin dianggap sesat oleh orang lain, tapi apa itu sesat? Jika kau berada pada dunia relativitas, teori yang mengatakan bahwa dua pengamat yang bergerak relatif terhadap masing-masing akan mendapatkan waktu dan interval ruang yang berbeda untuk kejadian yang sama, mungkinkah sesat? Atau hanya cara melihat kita saja yang berbeda.
Little escape
Disana adalah tempat pelarian kecilku. Sebuah rahim dari harapan, pemikiran, dan tindakan.

0 komentar:

Posting Komentar