Jumat, 03 Desember 2010

Strawberry Orange

Ditanganku ada segelas jus terlihat seperti jus strawberry karena warna merah yang dominan tapi tidak itu bukan hanya jus strawberry karena  dalam gelas itu... strawberry diblend dengan orange, tidak terlihatkan? tapi tunggu hingga kau mencicipinya.

Orange meski tak terlihat bukan berarti tidak ada, dia ada dalam gelas itu, mengalah untuk warna tetapi tidak dengan rasa, meng-ada dengan caranya sendiri.

Meng-ada dengan cara sendiri? Ketika kemarin ku katakan pada diriku mengenai dimensi tunggal yang tidak seharusnya, bukan hanya beradaptasi tetapi  berintegrasi yang akan mengarah pada eksistensi "ada" yang terlihat nyata (ada = terlihat) dilingkuangku, orange dengan rasanya mengingatkan ku kembali pada pertanyaan dasar "apakah ada itu berarti terlihat?"

Serupa perasaan, bukankah dia ada dan sangat nyata tapi toh dia tidak terlihat, untuk  menjadikannya terlihat maka harus ada pengakuan personal yang merasakannya. Pengakuan personal bukan pengakuan publik maka jika aku ada dan ingin terlihat maka aku harus melakukan pengakuan personal.

Menjadi utuh tidak butuh pengakuan publik tapi pengakuan personal. Right?


BIP dan Santika, Bandung Last Night

5 komentar:

Rhein mengatakan...

Betol! Pengakuan personal lebih penting. apalagi kalau narsis.. dijamin diakui publik juga.. :D :D

achie mengatakan...

rite :p

aku ada tapi tak terlihat fie *sakingkurusnya* hehehe

langkah fie mengatakan...

Rhein.... hahahah... narsis is the best lah... :P ,udah gak marah kan bu soal macet di jakarta ^-^

Achieee.... hahaha... rite ;P yg ndut itu kak okta kok bukan kita bedua p^.^q

Aldriana mengatakan...

Absolutely right, love this one, miss. Fie! ;)

langkah fie mengatakan...

thanks miss Ald ^-^v

Posting Komentar