Kamis, 05 Agustus 2010

bertanya?

Hamba hanya ingin bertanya dengan segala ke fakiran hamba,

Tiada yang sulit bagi Mu Allah untuk merubah hati.
Merubah hati seorang ayah untuk bertanggung jawab terhadap keluarganya, merubah hati seorang ibu untuk tidak membuang anaknya, merubah hati seseorang yang meyakini bahwa hidup adalah neraka hingga ia bunuh diri. Tiada yang sulit tapi kenapa Allah, Engkau tak memilih untuk merubahnya?
Manusia-manusia itu mengatakan ini bagian dari nasib atau takdir atau kesialan tapi aku mengatakan bukan itu karena Engkau mengijinkan kami memilih. Lalu mengapa?
Maafkan Hamba yang tak mampu melihat Kebesaran Kasih Sayangmu.

4 komentar:

Aldriana mengatakan...

Setelah dibaca lagi tulisan ini bagus. Suka! :)

Tapi ada sedikit kesalahan dalam penulisannya (Typo). Boleh aku koreksi ya, Fie.. :)

Kata "Merubah" seharusnya "Mengubah". Kata dasarnya adalah "ubah". Mengubah, Diubah, dan Perubahan.
Dulu sebelum dikoreksi oleh dosenku, aku juga nulisnya "merubah". Hehe.
Semoga bermanfaat ya.. :)

Terus menulis, Fie. Aku suka dengan tulisan2mu! ;)

langkah fie mengatakan...

terima kasih Ald buat koreksinya seneng banget ada yang memperhatikan perkata *.*, mo gak jadi editor ku? (hehehe... permintaan berlebihan neh)

terus menulis yah? emm... ku coba.

dan Makasih banget dah mau baca-baca disini. masih merasa heran dengan rasa suka mu. ^.^

Aldriana mengatakan...

Hah?! Jadi editor?? Iyaaaaa, terlalu berlebihan! Hahaha.. Aku cuma berbagi aja kok, karena dulu aku jg pernah salah dg penulisan seperti itu.. ;)

Iya, aku jg ga tau kenapa suka ya?? Kayaknya ada 'sesuatu' di tulisan2mu, Fie. Tapi entah apa.. Jangan2 kamu pake susuk ya biar aku suka! :))

langkah fie mengatakan...

hahaha...

eh Ald, susuk dalam bahasa jawa itu artinya uang kembalian loh :P

Posting Komentar