Kamis, 19 Agustus 2010

Hujan Biru

Sisi kanak-kanakku kini merindukan keceriaan hujan setelah sekian lama dia bergeming. Di tanganku yang penuh dengan tinta diletakannya crayon warna-warni

“untuk apa sayang? aku sudah lupa bagaimana menggambar, menyusun komposisi warna yang apik, membuat bentuk yang simetris”

Kau tak acuh dengan pertanyaan dan peryataanku.

“apa yah warna hujan yang bagus?” tanyamu

“hujan itu tidak berwarna, dia transparan, sama seperti a…” belum selesai penjelasanku kau telah memekik kegirangan menemukan warnamu

“aku mau warna biru, biar warnanya seperti laut, jadi kalau banjir asik, pasti nanti banyak ikannya, kan seperti laut” kau melihatku dengan mata bulat yang berbinar.

Aku terdiam.

Kemarilah sayang, mendekatlah, biar kupeluk dirimu lebih erat lebih dekat hingga tak ada ruang antara kita, agar segala sesuatunya terlihat indah, seperti melihat bumi sebagai tempat terindah untuk berkelana, sepertimu, seperti aku ketika kanak-kanak dulu.

3 komentar:

Aldriana mengatakan...

Tulisan ini manis banget, Fie!
Sukaaaaaaaaaaaaaaaaa... ;)

langkah fie mengatakan...

karena goresan tanganmu yang membuatku rindu akan hujan Ald. ^-^

Aldriana mengatakan...

*tersipu-sipu*

Posting Komentar