Kamis, 25 November 2010

dialektis

Berpikir secara dialektis berarti penampakan usangnya konsep-konsep yang hingga beberapa waktu sebelumnya masih dipakai utnuk menerangkan banyak hal. ciri dialektikus adalah kemapuannya untuk menghadapi yang lama tanpa menolaknya atas nama tahap penemuan kesadaran baru. (Paulo Freire-Pendidikan yang membebaskan)

Seharusnya banyak orang yang berpikir seperti itu, yang lama bukanlah sesuatu yang harus dilawan dan serta merta diganti dengan sesuatu yang baru yang diberi cap lebih baik, ini lebih bisa dikategorikan sebagai pemakasaan perubahan padahal perubahan akan terjadi dan pasti terjadi tapi bukan seperti membuang konsep lama dan mengagung-agungkan konsep baru. konsep yang lama jangan dipandang sebagai konsep yang jelek dan harus dibuang sesegera mungkin karena konsep lama juga dihasilkan dari pemikiran terbaik pada masanya.

Ada hal baik yang dari konsep lama yang bisa di bawa ke konsep baru dan juga ada yang harus di sesuaikan dengan masa sekarang dalam konsep lama. buatku ini adalah jalan terbaik untuk mengusung perubahan tidak merubah pondasi awal tapi memperbaiki yang usang, tidak merobohkan bangunan tapi membuat bangunan bertambah besar.

Aku banyak melihat orang-orang yang kebingungan ditengah perjalanannya, aku mau kemana? sering pertanyaan itu muncul buatku mereka memaksakkan diri dengan kata "aku harus berubah" dan serta merta mengganti pemikirannya dengan yang baru yang memang kuakui lebih baik tapi ada sesuatu yang mereka tidak perhatikan yaitu Sejarah, sejarah dari pemikiran yang tercipta. konsep lama memiliki sejarah atas lahirnya begitu juga dengan konsep yang lebih baru juga memiliki sejarah atas lahirnya ini yang sebenarnya tidak boleh kita lupakan. sejarahlah akan mengingatkan kita ke arah mana yang kita tuju.

Berubahlah tapi jangan pernah melupakan sejarah perubahan itu.

0 komentar:

Posting Komentar